Peneliti Temukan Permen Karet Anti Kanker, Begini Cara Kerjanya

Permen karet rekayasa ini mampu melawan mikroba yang terkait dengan kanker kepala dan leher.

Diterbitkan 08 Agustus 2026, 06:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim peneliti yang dipimpin Henry Daniell dari School of Dental Medicine di University of Pennsylvania, mengembangkan permen karet hasil rekayasa hayati sebagai cara baru menargetkan mikroba yang terkait dengan kanker kepala dan leher.

Dalam pengujian, mereka mengumpulkan sampel mulut dari pasien dan ekstrak dari permen karet dan hasilnya mampu mengurangi jumlah satu jenis virus dan dua jenis bakteri berkaitan dengan penyakit ini.

Diwartakan Science Daily, Sabtu (8/8/2026), temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports dan dapat mendukung pengembangan metode pengobatan agar lebih mudah diakses dan terjangkau.

Karsinoma sel skuamosa kepala dan leher (head and neck squamous cell carcinoma/HNSCC) adalah jenis kanker umum yang menyerang jaringan pelapis mulut dan tenggorokan. Penyakit ini bisa menjadi sangat agresif, dan hasil pengobatan seringkali memburuk pada stadium lanjut.

Daniell menyebutkan banyak obat kanker saat ini belum mampu memberikan peningkatan signifikan terhadap hidup pasien bahkan tingkat kelangsungan hidup lima tahun. Maka dari itu, ia merasa harus ada pendekatan baru.

Menargetkan HPV dan Bakteri Mulut Berbahaya

Mengikuti studi sebelumnya, permen karet ini berbahan kacang lablab (bean gum) dan mengandung FRIL yaitu protein antivirus alami.

Daniell dan rekan-rekannya menggunakan sampel mulut dari pasien HNSCC untuk mempelajari tiga mikroba yang terkait dengan kanker. Mikroba itu antara lain human papillomavirus (HPV) serta dua spesies bakteri, yaitu Porphyromonas gingivalis (Pg) dan Fusobacterium nucleatum (Fn).

Dikatakan Daniell, infeksi Pg dan Fn memperburuk kelangsungan hidup pasien kanker mulut.

Ekstrak Gum Menurunkan Kadar Mikroba

Ekstrak dari gum dapat menurunkan kadar HPV sebesar 93% dalam sampel air liur. Kadar HPV juga turun 80% dalam sampel cairan pembilas mulut.

Kemudian para peneliti memodifikasi gum kacang agar mengandung protegrin hingga mampu menurunkan kadar Pg dan Fn hampir nol.

Hal ini tidak membahayakan bakteri baik seperti pada terapi radiasi yang biasa mengurangi bakteri baik sekaligus memicu pertumbuhan jamur penyebab penyakit.

 

Potensi Terapi Tambahan

Kemampuan menargetkan mikroba bahaya sembari menjaga mikroba baik dapat menjadikan permen karet ini bermanfaat dalam berbagai aspek.

Para peneliti percaya produk ini nantinya bisa menjadi terapi tambahan sebagai pendamping pengobatan kanker saat ini.

Daniell berharap temuan mereka dapat dikembangkan menuju uji klinis demi mencegah infeksi dan penularan HNSCC.