Cek Fakta: Tidak Benar, Video Tim SAR Sudah Temukan Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

klaim video petugas SAR gabungan sudah temukan lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda, simak di sini faktanya!

Diterbitkan 22 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim video petugas SAR gabungan sudah temukan lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda. Klaim video itu beredar di Threads pada 12 September 2026.

Pada video itu, perekam mengucapkan rasa syukur jika korban sudah ditemukan oleh petugas.

"Alhamdulillah sudah ditemukan, korban telah ditemukan. Pelan-pelan Alhamdulillah, korban akan dinaikkan. Telah ditemukan korbannya.

Terus-terus, op tahan-tahan."

Dalam video itu juga diberikan caption jika lima jurnalis yang hilang kontak sudah ditemukan.

"Alhamdulillah sudah ditemukan jurnalis yang hilang saat meliput gunung anak Krakatau."

Lalu benarkah klaim video petugas SAR gabungan sudah temukan lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com melakukan dan menemukan video yang identik dengan postingan. Video itu diunggah akun Facebook Mesuji Sat Set pada 11 September 2026.

Unggahan itu disertai narasi "Ini korban anggota polisi yang lagi pengawalan buah sawit di salah satu perusahaan, terjatuh di sungai mesuji".

Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan video penjelasan dari akun Instagram @sar_nasional pada 11 September 2026. Berikut isi unggahannya:

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Basarnas (@sar_nasional)

"Anggota Polri yang Jatuh dari Kapal di Sungai Mesuji Ditemukan Meninggal

Mesuji, Lampung — Tim SAR Gabungan menemukan Rifki Ardianto (23), anggota Polri berpangkat Bripda, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal saat berlayar di Perairan Sungai Mesuji, Kabupaten Mesuji, Lampung. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban ditemukan pada hari kedua pencarian di koordinat 3°9'39,179" LS dan 105°27'11,343" BT, sekitar 4,5 kilometer dari lokasi diduga terjatuh. Selanjutnya korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Sumatera Selatan.

Komandan Pos SAR Tulang Bawang Feriansyah Putra mengatakan, pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan briefing dan koordinasi, kemudian dilanjutkan penyisiran menggunakan sejumlah peralatan SAR.

Pencarian menghadapi kendala berupa kondisi Sungai Mesuji yang cukup luas, dengan lebar sekitar 70 meter, jaringan komunikasi tidak stabil, serta tidak adanya saksi yang melihat langsung korban terjatuh. Namun, Tim SAR Gabungan terus memperluas penyisiran hingga korban berhasil ditemukan.

Operasi melibatkan Pos SAR Tulang Bawang, Polres Mesuji, TNI AL, Satpolairud OKI, BPBD Mesuji, jajaran kepolisian, kru kapal, dan masyarakat, dengan menggunakan perahu karet bermotor, Aqua Eye, UWSD, peralatan selam, serta perlengkapan SAR lainnya."

Di sisi lain tim SAR gabungan telah mengakhiri pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 pada 17 September 2026 lalu. Selama 10 hari pencarian, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kapal cepat Arupadhatu 1 maupun delapan penumpangnya.

"Dari semua yang kita evaluasi, diawal tadi tentang aturan kami di Basarnas ini, operasi SAR tujuh hari, ketujuh juga kita lakukan pencarian tidak ada tanda-tanda, objek juga, tadi sudah disampaikan Polair dan TNI AL juga. Kalau kami mengacu pada peraturan kami tersebut, seharusnya kita sudah closed," ujar Kepala Basarnas Banten Al Amrad.

Sumber:

https://www.instagram.com/reels/DdJSu-Vzycb/

https://www.facebook.com/reel/1695011401560160

https://www.liputan6.com/regional/read/8294034/andra-soni-respons-basarnas-hentikan-pencarian-jurnalis-hilang-kontak

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com terkait klaim video petugas SAR gabungan sudah menemukan lima orang jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda tidak benar.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.