Studi: Manusia Cenderung Ulangi Pilihan Lama Meski Ada Opsi Lebih Baik

Penelitian mengungkapkan alasan otak memilih opsi yang sama meski dihadapi alternatif lebih baik.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berlin - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa keputusan yang pernah diambil seseorang dapat memengaruhi pilihan berikutnya lebih kuat dari yang selama ini diperkirakan. Temuan ini menunjukkan bahwa manusia cenderung mengulangi keputusan sebelumnya, bahkan ketika tersedia pilihan lain yang lebih baik.

Penelitian yang dilakukan Dresden University of Technology (TUD) tersebut dipimpin Profesor Ilmu Saraf Komputasional Kognitif TUD, Stefan Kiebel. Studi ini dilakukan untuk memahami alasan seseorang tetap memilih opsi yang sama meski dihadapkan pada alternatif yang lebih menguntungkan.

Dikutip dari Science Daily, Jumat (14/8/2026), para peneliti menganalisis sembilan tugas pengambilan keputusan baru dan enam kumpulan data yang telah dipublikasikan sebelumnya. Secara keseluruhan, penelitian tersebut melibatkan lebih dari 700 partisipan.

Para peneliti ingin mengetahui bagaimana seseorang mempelajari nilai dari berbagai pilihan dalam situasi tertentu, kemudian menentukan pilihan ketika opsi-opsi tersebut kembali muncul dalam kombinasi yang berbeda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang tidak selalu mengambil keputusan dengan membandingkan keuntungan dan kerugian dari setiap pilihan. Pengalaman dan keputusan sebelumnya justru dapat menjadi faktor kuat yang menentukan pilihan berikutnya.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa banyak pilihan 'irasional' tidak selalu muncul terutama karena orang-orang membandingkan pilihan tersebut dengan pilihan lain, melainkan karena orang cenderung mengulangi tindakan yang pernah mereka ambil dalam konteks tertentu," kata penulis utama penelitian, Ben Wagner.

Menurut Wagner, kecenderungan mengulangi keputusan sebelumnya dapat membuat suatu pilihan tetap menjadi favorit ketika seseorang berada dalam situasi baru, meskipun tersedia alternatif yang setara atau bahkan lebih baik.

Ingatan terhadap keputusan sebelumnya juga dapat berfungsi sebagai jalan pintas mental. Ketika seseorang telah berulang kali memilih suatu opsi, kemungkinan opsi tersebut kembali dipilih pada kesempatan berikutnya akan semakin besar.

"Yang mengejutkan adalah betapa kuatnya pengulangan itu sendiri dapat mengubah preferensi," ujar Wagner.

Ia menjelaskan, pilihan yang lebih sering diambil tidak hanya semakin sering dipilih, tetapi juga dapat dinilai sebagai pilihan yang lebih baik.

Temuan tersebut dapat membantu menjelaskan sejumlah perilaku yang tampak tidak masuk akal dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang tetap membeli produk yang sudah dikenalnya meski tersedia alternatif dengan kualitas atau harga yang lebih baik.

Pola serupa juga dapat memengaruhi kebiasaan dan rutinitas. Seseorang cenderung memilih opsi yang sudah familiar karena pengalaman sebelumnya membuat pilihan tersebut terasa lebih mudah dan aman dibandingkan mencoba sesuatu yang baru.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Psychology ini juga menawarkan pendekatan baru untuk memahami proses pengambilan keputusan manusia secara lebih realistis.

Temuan tersebut dinilai dapat bermanfaat dalam berbagai bidang, termasuk psikologi dan penelitian perilaku, serta bagi perancang lingkungan yang memungkinkan seseorang membuat keputusan secara rutin.