Pertama dalam 100 Tahun, Spesies Kucing Baru Akhirnya Ditemukan

Para peneliti berhasil mengidentifikasi spesies kucing liar baru di hutan awan Bolivia, menjadikannya penemuan kucing hidup pertama dalam lebih dari 100 tahun.

Diterbitkan 21 September 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, La Paz - Seekor kucing liar berukuran kecil yang tinggal di hutan awan Bolivia baru teridentifikasi sebagai spesies yang sebelumnya belum diketahui, menjadikannya spesies kucing hidup pertama yang diberi nama dan digambarkan secara resmi setelah lebih dari 100 tahun.

Dikutip dari The Guardian, Senin (21/9/2026), kucing yang masyarakat setempat panggil sebagai tilcayo, masuk ke dalam kelompok bernama kucing harimau (tiger cats) yang tersebar di sebagian besar wilayah Amerika Selatan. Kucing ini terlihat di hutan Yungas di Bolivia yang rimbun, sebuah wilayah pegunungan yang menurut ilmuwan hutan-hutannya sering tertutup awan dan dikelilingi oleh kelembapan tinggi.

Panjang dari kucing tersebut adalah sekitar 46 sentimeter dengan berat 1,4 kilogram, membuatnya berukuran lebih kecil dibanding kucing peliharaan pada umumnya.

Para peneliti menggunakan data genetik untuk memastikan kucing tersebut adalah spesies baru, dan memberinya nama ilmiah Leopardus tilcayo, mempertahankan nama lokalnya.

"Bulunya berwarna coklat terang, dengan pola roset tak beraturan di seluruh tubuhnya," ujar penjelajah National Geographic, Paola Nogales-Ascarrunz, salah satu penulis dari penelitian yang mendeskripsikan spesies baru teridentifikasi tersebut dan terbit di jurnal Current Biology pada hari Kamis.

Masih sedikit pengetahuan tentang biologi dan cara hidup kucing tersebut. Nogales-Ascarrunz menyebutkan bahwa sisa-sisa hewan pengerat kecil dalam sampel kotoran menunjukkan hewan-hewan tersebut adalah bagian dari makanannya, sementara bukti jebakan kamera mengindikasikan kucing tersebut mungkin lebih aktif pada malam hari.

Ahli biologi evolusi, Jonas Lescroart, yang merupakan salah satu penulis utama penelitian ini dari Universitas Antwerp di Belgia, mengatakan kucing harimau disebut sebagai spesies kriptik, yang artinya mereka tidak bisa dengan mudah dibedakan hanya dari penampilan. Sebelumnya, kucing harimau dianggap sebagai satu spesies, tapi penelitian genetik beberapa dekade lalu menunjukkan adanya beberapa spesies.

 

Kurangnya Informasi Tentang Spesies Baru

Mengenai spesies baru ini, Lescroart berkata, "Informasi yang kami miliki saat ini terbatas pada dua ekor yang telah kami teliti dan sejumlah kecil rekaman dari kamera perangkap."

Salah satunya adalah kucing jantan berumur 10 tahun yang sejarang tinggal di suaka margasatwa Senda Verde di Bolivia. Sebelumnya, ia adalah hewan peliharaan keluarga setempat di rumah mereka.

Nogales-Ascarrunz mengaku bahwa pengamatan kucing Bolivia tersebut sangat menarik karena "karakteristiknya tidak sama dengan deskripsi yang ada, yang sebagian besar berdasar pada kucing-kucing Brasil."

"Hal ini membuat kami bertanya-tanya, kucing harimau seperti apa yang sebenarnya ada di Bolivia?"

Tim tersebut menganalisis sampel DNA dari 38 kucing yang diambil dari beberapa negara Amerika Selatan, termasuk delapan spesimen museum. Hasilnya menunjukkan bahwa kucing harimau sebenarnya terdiri dari lima spesies berbeda secara genetik.

"Kami tidak pernah menyangka kucing harimau Bolivia ternyata sebuah spesies tersendiri, dan tidak pernah ada yang mengusulkan bahwa mereka hewan yang berbeda, baik secara subspesies ataupun yang lainnya," tutur Lescroart.

Analisis genetik menunjukkan garis keturunan tilcayo berpisah dari kucing harimau lainnya sekitar 1,4 juta tahun yang lalu.

"Semakin banyak perbedaan dalam DNA mereka, semakin lama juga perkiraan waktu pemisahan fisik antara garis keturunan tersebut," ucap Lescroart sambil menambahkan bahwa selisih waktu seperti ini umumnya dianggap sebagai pemisahan pada tingkat spesies pada kucing.

Tim peneliti juga mendeskripsikan subspesies kucing harimau baru di wilayah Yungas, Peru, dan mereka beri nama Leopardus tigrinus antisuyo, dari nama Antisuyu, wilayah Kekaisaran Inca kuno yang meliputi daerah tempat subspesies tersebut hidup.

 

Masuk Daftar Hewan Terancam Punah

Daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) memantau status spesies saat ini menyebutkan kucing harimau sebagai dua spesies "rentan" lantaran populasi yang terus menurun.

Para peneliti sudah membagikan temuan mereka kepada IUCN, yang dalam tinjauan mendatang akan mengevaluasi kelima garis keturunan tersebut secara terpisah. Lescroart berkata hal ini bisa memberikan gambaran risiko yang lebih akurat, dan spesies seperti tilcayo bisa dikategorikan sebagai "terancam punah" jika dievaluasi secara terpisah.

Kebutuhan untuk penilaian yang lebih jelas sangat mendesak di Yungas, salah satu ekosistem yang paling terancam di wilayah tersebut.

Nogales-Ascarrunz juga berkata hutan di pegunungan tersebut sedang menghadapi tekanan besar karena deforestasi, perluasan lahan pertanian, kebakaran yang disebabkan oleh manusia dan kegiatan pertambangan. Ia menambahkan bahwa prioritas yang mendesak adalah memulihkan wilayah hutan yang rusak terbakar, melindungi hutan asli yang masih tersisa, dan menjaga konektivitas antarhabitat.

"Menunjukkan kepada publik bahwa bahkan dalam kelompok unggulan seperti kucing masih ada spesies baru yang belum terlihat bisa menyampaikan pesan penting," ujar ahli biologi evolusi di Catholic University of Rio Grande do Sul Brasil, Eduardo Eizirik, penulis utama studi tersebut.

"Ada banyak spesies yang belum ditemukan di dunia ini, dan mereka berisiko punah sebelum kita sempat menemukan mereka."

Â