Dubes Aljazair Kenang Dukungan Indonesia dalam Perjuangan Kemerdekaan

Dubes Aljazair Abdelouahab Osmane mengenang dukungan bersejarah Indonesia bagi kemerdekaan negaranya.

Diterbitkan 05 November 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar Aljazair untuk Indonesia Abdelouahab Osmane menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Indonesia. Ia menyebut dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Aljazair dalam meraih kebebasan dan kemerdekaan memiliki tempat istimewa dalam ingatan nasional negaranya.

Menurut Osmane, hubungan Aljazair dan Indonesia dibangun di atas ikatan sejarah yang kuat. Dukungan Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan Aljazair menjadi bagian penting dari hubungan kedua negara hingga saat ini.

“Dukungan yang diberikan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Aljazair untuk meraih kebebasan dan kemerdekaan memiliki tempat permanen dalam ingatan nasional Aljazair,” ujar Osmane dalam acara 72nd Anniversary of the Revolution of 1st November 1954 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Ia menyambut baik hubungan persahabatan, kerja sama, dan solidaritas yang telah terjalin antara kedua negara. Osmane juga menyatakan keyakinannya bahwa hubungan tersebut akan terus berkembang dan semakin erat.

“Saya sangat puas menyambut hubungan persahabatan, kerja sama, dan solidaritas yang terjalin antara Aljazair dan Indonesia. Saya yakin hubungan ini akan terus ditingkatkan,” katanya.

Di bidang ekonomi, Osmane turut menyoroti keberadaan perusahaan minyak nasional Indonesia, Pertamina, yang terus memperkuat kiprahnya di sektor hidrokarbon Aljazair.

“Saya senang mencatat bahwa perusahaan minyak nasional Indonesia, Pertamina, terus melanjutkan dan memperkuat kehadirannya yang telah berlangsung lama di sektor hidrokarbon Aljazair,” tuturnya.

Lebih lanjut, Osmane menjelaskan bahwa Aljazair juga berupaya memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara. Salah satu langkah pentingnya adalah keikutsertaan Aljazair dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) atau Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara.

Menurutnya, keikutsertaan tersebut menjadi tonggak penting dalam hubungan Aljazair dengan kawasan Asia Tenggara, sekaligus mencerminkan nilai-nilai bersama mengenai perdamaian, penghormatan terhadap hukum internasional, dan komitmen terhadap multilateralisme.

Ia juga menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), Dr. Chem Widhya, telah melakukan kunjungan resmi tingkat tinggi ke Aljazair pada September lalu.

Dalam kebijakan luar negerinya, Osmane mengatakan Aljazair secara konsisten mendorong penguatan multilateralisme dan penghormatan penuh terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aljazair juga berkomitmen membela berbagai perjuangan yang dianggap adil, terutama perjuangan Palestina.

Sementara itu, dalam pembangunan nasional, Aljazair memprioritaskan pengembangan ekonomi yang terdiversifikasi dan tangguh agar tidak bergantung pada sektor hidrokarbon. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan sumber daya nasional, modernisasi sektor produktif, serta penguatan kapasitas pembangunan di berbagai sektor.

Osmane menyebut cita-cita kebebasan, keadilan, emansipasi, dan solidaritas tetap menjadi prinsip utama yang memandu kebijakan Aljazair setelah meraih kemerdekaan.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan salam hangat kepada komunitas Aljazair yang tinggal di Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat kedua negara senantiasa hidup dalam kedamaian, kemakmuran, kebahagiaan, dan kesuksesan.

“Panjang umur Aljazair, panjang umur Indonesia, dan panjang umur persaudaraan Aljazair-Indonesia,” ucapnya.