5 Keutamaan Sholat Sunnah sebelum Dzuhur, Dibangunkan Rumah di Surga hingga Diharamkan Api Neraka

Shalat sunnah qabliyah Dzuhur merupakan salah satu ibadah rawatib yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Diterbitkan 05 November 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Shalat sunnah qabliyah Dzuhur merupakan salah satu ibadah rawatib yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tak hanya sebagai penyempurna sholat fardhu, terdapat berbagai keutamaan sholat sunnah sebelum Dzuhur mencakup berbagai keistimewaan bagi yang istiqamah mengerjakannya.

Karena itu, amalan ini menjadi bagian penting dari ibadah harian yang patut dijaga oleh setiap muslim. Dalam Riyadhus Shalihin, khususnya Kitab Al-Fadhail (keutamaan-Keutamaan Amal), Imam Nawawi menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW mengerjakan empat rakaat sebelum Dzuhur.

Keterangan tersebut berdasar pada hadis riwayat Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW senantiasa melaksanakan empat rakaat qabliyah Dzuhur di rumahnya.

H. Sayuti dalam Tuntunan Shalat Rawatib menerangkan kedudukan shalat ini sebagai sunnah muakkad. Keutamaannya juga dibahas dalam Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai, yang menempatkan shalat rawatib sebagai amalan sunnah yang memiliki kedudukan penting dalam menyempurnakan ibadah seorang muslim.

Berdasarkan keterangan hadis dan penjelasan para ulama tersebut, shalat sunnah qabliyah Dzuhur memiliki landasan syariat serta keutamaan yang patut diperhatikan. Memahami dalil, keistimewaan, jumlah rakaat, hingga tata cara pelaksanaannya dapat membantu umat Islam menjalankan amalan ini dengan lebih baik dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum Dzuhur

Shalat sunnah qabliyah Dzuhur memiliki sejumlah keutamaan besar yang disebutkan dalam hadis Nabi dan dijelaskan oleh para ulama. Berikut uraiannya.

1. Dibangunkan Rumah di Surga

Rasulullah SAW menjanjikan rumah di surga bagi siapa saja yang menjaga dua belas rakaat shalat sunnah rawatib, termasuk empat rakaat sebelum Dzuhur. Hadis ini diriwayatkan oleh Ummu Habibah dan dicatat dalam berbagai kitab, seperti Riyadhus Shalihin (Kitab Al-Fadhail) karya Imam Nawawi serta buku Tuntunan Shalat Rawatib karya H. Sayuti.

"Barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat secara sehari semalam, maka akan dibangunkan rumah untuknya di dalam surga, yaitu empat rakaat sebelum shalat Zhuhur dan dua rakaat sesudah shalat Zhuhur..." (HR. Tirmidzi, no. 380).

2. Diharamkan dari Api Neraka

Keutamaan lain yang sangat agung adalah dijauhkan dari siksa neraka. Dalam Kitab Al-Fadhail, disebutkan bahwa siapa yang menjaga empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah akan mengharamkan dirinya dari api neraka. Hal ini juga ditegaskan dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai yang mengutip hadis serupa.

"Siapa orang yang menjaga empat rakaat sebelum Zuhur dan empat rakaat setelahnya, maka Allah haramkan ia masuk neraka." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

3. Menyempurnakan Shalat Fardhu

Shalat sunnah rawatib berfungsi menutupi kekurangan yang mungkin terjadi dalam shalat fardhu. Shalat qabliyah dan ba'diyah adalah penyempurna shalat fardhu yang kita kerjakan.

Hadis tentang hisab amal di hari kiamat menegaskan bahwa jika shalat fardhu kurang sempurna, Allah akan menyempurnakannya dengan shalat sunnah.

4. Sebab Masuk Surga

Dalam sebuah riwayat, Nabi SAW menyebutkan bahwa menjaga shalat sunnah rawatib, termasuk qabliyah Dzuhur, adalah salah satu amalan yang menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Ini menunjukkan betapa besar pahala dan kedudukan amalan tersebut di sisi Allah.

5. Waktu Terkabulnya Doa

Waktu sebelum Dzuhur, terutama setelah matahari tergelincir, adalah saat pintu-pintu langit dibuka.

Dalam Kitab Al-Fadhail dan buku Tuntunan Shalat Rawatib, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya inilah saatnya pintu-pintu langit dibuka, maka aku ingin agar amal shalihku naik pada saat ini" (HR. Tirmidzi). Shalat sunnah qabliyah menjadi amal shalih yang sangat dianjurkan pada waktu mustajab tersebut.

Niat dan Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Dzuhur

1. Niat

Niat merupakan syarat sah shalat. Untuk shalat sunnah qabliyah Dzuhur, niatnya adalah:

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Latin: Ushallî sunnatad dhuhri rak‘ataini qabliyyatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah qabliyah Dzuhur dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Tata Cara Pelaksanaan

Berdasarkan Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai dan Tuntunan Shalat Rawatib karya H. Sayuti, tata cara shalat sunnah qabliyah Dzuhur sama seperti shalat sunnah pada umumnya:

• Berdiri tegak menghadap kiblat.

• Takbiratul ihram sambil membaca niat dalam hati.

• Membaca doa iftitah.

• Membaca Surat Al-Fatihah.

• Membaca surat pendek (disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua).

• Ruku' dengan tuma'ninah, membaca tasbih ruku'.

• I'tidal dengan tuma'ninah.

• Sujud dengan tuma'ninah, membaca tasbih sujud.

• Duduk antara dua sujud.

• Sujud kedua.

• Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulangi gerakan yang sama.

• Duduk tasyahud akhir, membaca tahiyat dan shalawat.

• Salam ke kanan dan ke kiri.

Shalat sunnah qabliyah Dzuhur boleh dikerjakan dua rakaat (dengan satu salam) atau empat rakaat (dengan dua salam). Keduanya memiliki keutamaan yang besar.

 

Pertanyaan Seputar Sholat Sunnah Sebelum Dzuhur

1. Berapa rakaat shalat sunnah sebelum Dzuhur?

Shalat sunnah qabliyah Dzuhur dapat dikerjakan 2 rakaat (sunnah muakkad) atau 4 rakaat (sunnah ghairu muakkad). Keduanya memiliki dasar dalil yang kuat.

2. Apakah shalat sunnah sebelum Dzuhur harus dilakukan setiap hari?

Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk istiqamah (rutin) karena janji pahala dan keutamaannya, seperti dibangunkan rumah di surga dan dijauhkan dari neraka, berlaku bagi yang menjaganya.

3. Kapan waktu pelaksanaan shalat sunnah qabliyah Dzuhur?

Waktunya adalah setelah masuk waktu Dzuhur (tergelincirnya matahari) hingga sebelum shalat fardhu Dzuhur didirikan (iqamah).

4. Apa saja keutamaan shalat sunnah sebelum Dzuhur?

Keutamaannya antara lain: dibangunkan rumah di surga, diharamkan dari api neraka, menyempurnakan shalat fardhu, menjadi sebab masuk surga, dan doa dikabulkan karena waktu pintu langit dibuka.

5. Apakah shalat sunnah sebelum Dzuhur bisa dikerjakan secara berjamaah?

Shalat sunnah rawatib, termasuk qabliyah Dzuhur, lebih utama dikerjakan sendiri-sendiri (munfarid) dan tidak disunnahkan berjamaah.