Liputan6.com, Jakarta - Penyidikan kasus pembunuhan berencana terhadap Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), terus mengungkap fakta-fakta mencengangkan. Berdasarkan hasil pengembangan dan prarekonstruksi terbaru, tersangka Dwi Bagus Martono (40) terbukti telah merencanakan pembunuhan secara matang, mulai dari mendalami metode eksekusi lewat internet hingga berkonsultasi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk mengantisipasi interogasi kepolisian.
​Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa eksekusi terhadap korban kedua (sang anak, AGEF) ternyata dilakukan di ruang tamu rumah orang tua tersangka, bukan di dalam mobil Karimun seperti dugaan awal. Jasad korban sempat disimpan selama dua hari sebelum akhirnya dibawa ke lokasi pembakaran.
​"Ada lagi temuan alat komunikasi terkait pembelian drum, ini menarik juga. Drum itu disiapkan sebagai alternatif selain dibakar; tersangka berniat memfermentasi korban dengan larutan kimia. Zat kimia dan drumnya sudah dibeli, tetapi tidak jadi digunakan," ujar Jumhur, Kamis (511/2026).
Advertisement
​Dari hasil pemeriksaan forensik digital pada alat komunikasi tersangka, penyidik mendapati bahwa aksi keji ini telah dirancang sejak seminggu sebelum eksekusi. Tersangka aktif berselancar di internet untuk mempelajari berbagai cara menghabisi nyawa korban, termasuk teknik pencekikan serta mencari mesin penggiling yang kini telah diamankan sebagai barang bukti.
​Lebih mengejutkan lagi, tersangka juga memanfaatkan teknologi AI untuk membangun skenario alibi guna mengecoh penyidik.
​"Dia belajar dari AI terkait jawabannya. Dia pelajari semua skenario: kalau polisi tanya ini, jawabannya ini; kalau tanya itu, jawabannya itu. Jadi, sudah sangat jelas sekali unsur perencanaannya," tegas Jumhur.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390400/original/017841800_1793832772-site_1_image_870x_6aeaf79eb66c0__1_.jpg)
​Di tempat terpisah, RS Bhayangkara Polda Jatim menyerahkan 15 fragmen tulang korban Dini Hardiyanti dan AGEF kepada pihak keluarga, Rabu (4/11/2026). Proses penyerahan di RS Bhayangkara, Surabaya, tersebut diwarnai isak tangis keluarga, termasuk ibunda korban, Harti.
​Kedua peti berisi serpihan tulang tersebut langsung diberangkatkan ke kampung halaman korban di Bogor, Jawa Barat, untuk dikebumikan secara layak.
​Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol Wahono Edhi, menjelaskan bahwa hasil uji laboratorium terhadap 15 fragmen tulang tersebut telah melalui pencocokan DNA dengan sampel darah ibunda korban sebagai pembanding.
​"Hasilnya identik. Bisa dipastikan bahwa fragmen tulang itu adalah milik almarhumah Dini dan anaknya, AGEF," kata Wahono.
​Ia menambahkan, kondisi tulang ditemukan dalam ukuran kecil dan berupa serpihan akibat mutilasi atau perusakan, di mana salah satu fragmen yang berhasil dikenali secara anatomi adalah bagian tulang panggul.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390112/original/030554700_1793783300-cek_fakta_-_petugas_haji_terbaru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389848/original/059413000_1793775328-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_12.15.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383513/original/010075800_1793090347-1618567.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373141/original/074592900_1476360640-madiun.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388505/original/036943700_1793618663-Martha_Amalia_Iflahah__istri_pertama_Dwi_Bagus_Martono.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384194/original/066997100_1793159637-e33d97d0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386349/original/076076600_1793345309-Screenshot_20261027-210652_WhatsApp-2389649007.jpg)