Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 12 anak di bawah umur di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan tetangganya sendiri. Pelaku berinisial MA (26) kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Satres PPA dan PPO Polresta Sidoarjo.
Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian pemeriksaan dan gelar perkara. Dari hasil penyidikan, terungkap bahwa seluruh korban merupakan anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mayoritas korban berjenis kelamin laki-laki.
Kasat PPA dan PPO Polresta Sidoarjo, Kompol Rohmawati Lailah, mengatakan tersangka telah mengakui perbuatannya.
Advertisement
"Para korban seluruhnya masih anak-anak, dan tersangka telah mengakui perbuatannya," ujar Kompol Lailah, Rabu (3/11/2026).
Berdasarkan hasil penyidikan, MA mengaku telah terbiasa menonton video dewasa sejak duduk di kelas IX SMP. Kebiasaan tersebut kemudian mendorongnya untuk mempraktikkan adegan yang ditontonnya terhadap anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.
Aksi pencabulan itu dilakukan di sejumlah lokasi, mulai dari area musala, belakang rumah kosong di Dusun Tanggulrejo, hingga di dalam rumah tersangka. Dalam melancarkan aksinya, MA tidak membatasi korban berdasarkan jenis kelamin.
Untuk menutupi perbuatannya, tersangka meminta para korban merahasiakan kejadian tersebut dan tidak menceritakannya kepada orang lain.
"Tersangka dengan sengaja meminta anak-anak tersebut merahasiakan kejadian yang dialami dan melarang mereka menceritakannya kepada siapa pun, termasuk kepada orang tua masing-masing," tambah Kompol Lailah.
Dalam penanganan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian korban yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Atas perbuatannya, MA dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana, yakni Pasal 415 huruf b UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta Pasal 6 huruf a UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
"Tersangka terancam menghadapi hukuman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama sembilan tahun penjara akibat perbuatannya yang merusak masa depan belasan anak di bawah umur," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389491/original/067967000_1793745126-cf13c227-a286-4c4f-9ebf-2e5c40ca5b0e.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389502/original/078460400_1793747528-WhatsApp-Image-2026-11-03-at-15.17.56.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389499/original/074505800_1793747207-IMG_20261103_225735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389498/original/048637700_1793746519-517706.jpg)