Banjir dan Longsor Terjang Lumajang, Akses Menuju Malang Lumpuh

Jembatan penghubung utama antara Malang dan Lumajang lumpuh total.

Diterbitkan 03 November 2026, 12:25 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang. Tingginya intensitas hujan yang memicu luapan Sungai Glidik berhulu Gunung Semeru juga membuat warga di Dusun Tamansari, Kecamatan Tempursari, terisolasi akibat putusnya akses jalan.

​​Berdasarkan data BPBD Jatim per Senin (2/11/2026) pukul 09.30 WIB, dampak terparah dirasakan di dua kecamatan utama. Yaitu, di Kecamatan Tempusari 600 warga terdampak, dengan jalur penghubung Purorejo–Tamansari Bawah sepanjang 100 meter terputus. Sedangkan di Kecamatan Jatiroto 500 jiwa terdampak genangan banjir setinggi 20–60 sentimeter di Dusun Persil, Desa Rojopolo (mencakup RW 09, 10, dan 11).

"Untuk di Kecamatan Pasirian dilaporkan mengalami kerusakan infrastruktur, termasuk jebolnya tanggul aliran Sungai Regoyo di Desa Gondoruso," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Gatot Soebroto.

​Dampak kerusakan infrastruktur kian mempertegas beratnya situasi di lapangan. Jembatan penghubung utama antara Malang dan Lumajang lumpuh total, membuat akses kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

​Selain itu, serangkaian bencana susulan turut melumpuhkan mobilitas warga, di antaranya terjadi ​longsor di jalan tembus Tamansari–Iburaja, Desa Kaliuling. ​longsor disertai pohon tumbang di wilayah Halimo, Dusun Iburaja.​Jebolnya tanggul di wilayah Wareng, Dusun Pasirejo, Desa Purorejo. Dan luapan Sungai Rawaan dan Sungai Dol yang merendam permukiman di Dusun Umbulrejo serta Umbulsari.

​Secara struktural, gerusan tanah akibat banjir juga mengancam keselamatan bangunan warga. Tiga rumah mengalami kerusakan parah pada bagian teras yang ambruk, sementara 10 rumah lainnya kini berada dalam status terancam.

"Kami, BPBD juga menerima laporan adanya korban jiwa yang telah dievakuasi dan dimakamkan secara mandiri oleh masyarakat, meski rincian identitas dan jumlah pastinya masih dalam proses pendataan lanjutan," paparnya.

​Ancaman sekunder turut terekam oleh Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru. Getaran banjir lahar dingin mulai terdeteksi sejak Senin pukul 00.55 WIB, dengan amplitudo maksimum sempat menyentuh angka 65 milimeter pada pukul 01.35, 02.29, dan 02.40 WIB di tengah kondisi visual gunung yang tertutup kabut.

"Getaran tersebut baru berangsur mereda hingga pukul 09.02 WIB dengan amplitudo terakhir tercatat 10 milimeter," kata Gatot.

​Tim gabungan dari BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Lumajang telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, asesmen kerusakan, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga terdampak.

Â