Ragam Pesan Berantai Hoaks yang Viral di Masyarakat, Daftar Minuman Berbahaya hingga Urusan Tilang

Pesan berantai hoaks kerap muncul di masyarakat, simak dalam artikel ini!

Diterbitkan 03 November 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa muncul dalam beragam konten salah satunya pesan berantai. Hoaks ini menyebar melalui aplikasi percakapan maupun media sosial.

Lalu apa saja pesan berantai hoaks yang viral belakangan ini? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Bonus Rp 10 Juta Bagi Polisi yang Buktikan Suap Tilang

Cek Fakta Liputan6.com menemukan pesan berantai yang menyebutkan anggota polisi akan mendapatkan bonus Rp 10 juta jika menemukan bukti praktik suap saat menilang kendaraan bermotor. Informasi itu beredar di Facebook pada 28 Oktober 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Dicopy dari Mabes Polri

Informasi yang hrs dipublikasikan dan mungkin bermanfaat ! 🚫 🚷 🚸

⛔⚠🚥🚦

🚓🚧🎫💰

JANGAN MINTA DAMAI

Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor/mobil, "JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP"

Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN.

Dan "Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan"

Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa "Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yang menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10.000.000/1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun"(Nah, lebih besar bukan ?daripada uang damai yang hanya 50.000 s/d 100,000, jelas saja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar).

INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tersebut diatas banyak yang tidak tahu. Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar.Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yang kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini.Sebarkan berita ini ke siapa saja yang anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti ini.WASPADALAH WASPADALAH"Semoga bermanfaat"🙏🙏".

Lalu benarkah pesan berantai yang menyebutkan anggota polisi akan mendapatkan bonus Rp 10 juta jika menemukan bukti praktik suap saat menilang kendaraan bermotor? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Daftar Minuman Kemasan yang Picu Penyakit Berbahaya

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan kembali pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya. Pesan berantai itu banyak dibagikan lagi sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 12 Oktober 2026. Berikut isi pesan berantainya:

"INFO dari RS FATMAWATI, RSCM, RS SILOAM & seluruh jajaran Rumah Sakit di Jkt. bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).

Untuk itu, hindarilah minuman sbb:

1. Extra Joss,

2. M-150,

3. Kopi Susu Gelas (Granita),

4. Kiranti,

5. Krating Daeng,

6. Hemaviton,

7. Neo Hemaviton,

8. Marimas,

9. Segar Sari shachet,

10. Frutillo,

11. Pop Ice,

12. Segar Dingin Vit. C,

13. Okky Jelly Drink,

14. Inaco,

15. Gatorade,

16. Nabati,

17. Adem Sari,

18. Naturade Gold,

19. Aqua Splash Fruit.

Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.

Nara sumber :

Dr. H. Ismuhadi, MPH

Mohon dishare, sayangi keluarga Anda"

Lalu benarkah pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Pesan Berantai Meta AI Bisa Akses Seluruh Percakapan di WhatsApp

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan pesan berantai yang mengklaim Meta AI bisa memiliki akses seluruh percakapan WhatsApp grup dan individu. Pesan berantai itu beredar sejak pekan ini.

Berikut isi pesan berantainya:

"Sekedar Info:

Bagi Anda yang menjadi admin grup WhatsApp—dan sekadar informasi—fitur AI di WhatsApp akan memiliki akses ke semua percakapan.

Oleh karena itu, semua admin grup sebaiknya mengaktifkan opsi "Enhanced Privacy" (Privasi yang Ditingkatkan).

Jika tidak, AI tersebut dapat membuka pesan grup, melihat nomor telepon, dan bahkan mengakses data pribadi dari ponsel Anda, termasuk percakapan pribadi.

Berikut cara mencegahnya:

1. Buka obrolan grup.

2. Ketuk nama grup di bagian atas.

3. Gulir ke bawah dan aktifkan opsi "Advanced Chat Privacy" (Privasi Obrolan Lanjutan).

Mohon lakukan hal ini sesegera mungkin (dan bagikan informasi ini ke grup lain yang Anda ikuti), karena hanya admin yang dapat melakukannya."

Lalu benarkah pesan berantai yang mengklaim Meta AI bisa memiliki akses seluruh percakapan WhatsApp grup dan individu? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.