Liputan6.com, Jakarta - Di era digital dan tren kerja fleksibel seperti work from home membuat batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan profesional menjadi semakin tidak jelas. Tidak jarang hal ini membuat banyak pekerja merasa wajib untuk selalu siaga selama 24 jam penuh, bahkan ketika jam kerja formal telah usai.
Kendati demikian masih ada banyak orang yang menolak untuk membalas pesan terkait pekerjaan di luar jam kantor. Sayangnya, sikap semacam itu sering dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian atau kurangnya dedikasi oleh kolega atau atasan. Padahal, sikap tersebut justru bentuk dari kematangan mental dan strategi pengelolaan diri yang sangat terencana.
Riset dari Florida International University yang diterbitkan dalam Occupational Health Science menunjukkan bahwa kebiasaan untuk terus terhubung dengan pekerjaan di luar jam kantor akan memicu kecemasan yang berkorelasi langsung dengan tingkat stres berat dan burnout. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak suka membalas pesan kerja di luar jam kantor? Berikut adalah ulasan mendalam mengenai pola pikir yang dimiliki oleh orang yang tidak suka membalas pesan kerja di luar jam kantor.
Advertisement
1. Memahami Pentingnya Keterlepasan Psikologis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377614/original/056753500_1792471465-IMG_2958.jpeg)
Orang yang tidak suka membalas pesan kerja di luar jam kantor biasanya memiliki mindset tentang konsep keterlepasan psikologis dari pekerjaan. Berdasarkan teori Stressor-Detachment dalam psikologi industri dan organisasi, melepaskan pikiran sepenuhnya dari urusan pekerjaan saat beristirahat merupakan syarat mutlak agar sistem saraf dan energi mental dapat melakukan pemulihan.
Mereka menyadari bahwa hanya membaca satu pesan pendek mengenai pekerjaan akan membuat memicu proses berpikir berulang yang hanya akan mengganggu waktu istirahatnya. Dengan menolak untuk membalas pesan di luar jam kerja, mereka secara aktif menghindari hal-hal yang membuatnya stres dan burnout.
Advertisement
2. Memiliki Kesadaran Tinggi terhadap Bias Prioritas
Orang yang tidak suka membalas pesan kerja di luar jam kantor biasanya memiliki kesadaran terhadap bias prioritas. Riset dari London Business School mengungkapkan bahwa orang yang pesan di luar jam kerja cenderung menganggap bahwa pesan tersebut harus diprioritaskan, meski pengirim pesan tidak bermaksud demikian. Hal ini menciptakan tekanan yang tidak perlu bagi penerima pesan.
Orang yang berani membatasi komunikasi kerja memahami bias psikologis ini dan tidak mudah terjebak dalam situasi bias prioritas ini. Mereka mampu membedakan, mana situasi darurat yang benar-benar membutuhkan penanganan kritis dan mana tugas rutin yang sangat aman untuk ditunda hingga jam kerja dimulai besok pagi.
3. Tahu Batasan Antara Pekerjaan dan Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513047/original/004381300_1772001689-2148143177.jpg)
Orang tidak suka membalas pesan kerja di luar jam kantor sangat menyadari ada perbedaan yang tegas mengenai perannya sebagai karyawaan dan perannya di rumah. Berdasarkan Work-Home Boundary Theory, masuknya urusan kantor ke dalam ranah domestik melalui perangkat komunikasi akan memicu benturan peran.
Orang yang menolak membalas pesan kerja di luar jam kantor biasanya akan hadir secara penuh saat bersama keluarga, pasangan, atau diri sendiri sebagai prioritas yang tidak dapat ditawar. Membalas pesan kerja saat makan malam atau saat bersantai dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap kualitas hubungan personal dan hak dasar untuk menikmati kehidupan pribadi yang sehat.
Advertisement
4. Menilai Kinerja Berdasarkan Kualitas Output, Bukan Durasi Responsivitas
Sebagian pekerja merasa harus selalu cepat membalas pesan di malam hari demi membuktikan dedikasi dan performa mereka di mata atasan. Sebaliknya, orang yang tidak suka membalas pesan kerja di luar jam kantor biasanya memiliki mindset bahwa respons cepat di malam hari bukan tolok ukur produktivitas.
Mereka memegang prinsip bahwa nilai seorang profesional diukur bukan dari dari seberapa cepat merespons pesan, melainkan dari kualitas serta efisiensi hasil kerja yang diselesaikan selama jam kerja resmi. Dengan fokus memberikan kontribusi maksimal selama jam kantor, mereka tidak perlu merasa bersalah untuk mematikan notifikasi begitu jam kantor selesai.
5. Mampu Mengendalikan Dorongan Internal
Secara psikologis, ada dorongan internal yang kuat dalam diri seseorang untuk segera membalas pesan kantor begitu notifikasi berbunyi, sebuah fenomena yang disebut workplace telepressure. Meski demikian, ada pula orang yang secara konsisten membatasi komunikasi luar jam kerja. Nah, mereka ini adalah tipe yang telah memiliki kecerdasan emosional dan kontrol diri sehingga tidak didikte oleh dorongan tersebut.
Mereka menyadari bahwa membalas pesan di luar jam kerja secara terus-menerus akan membangun ekspektasi dari kolega atau klien bahwa mereka selalu bersedia diganggu kapan saja. Dengan mengendalikan dorongan ini, mereka berhasil menetapkan standar interaksi yang sehat dan dihormati oleh lingkungan kerja mereka.
Advertisement
6. Menjaga Keberlanjutan Karir dan Efisiensi Energi Jangka Panjang
Karier yang sukses bukanlah sprint jarak pendek, melainkan maraton panjang yang membutuhkan manajemen energi yang bijaksana. Orang yang tidak suka membalas pesan di luar jam kerja memandang bahwa kesehatan mental dan stamina fisik mereka sebagai aset berharga yang harus dijaga agar tidak terkuras habis di awal karier.
Pola pikir ini mendorong mereka untuk selalu berusaha untuk menjaga kesejahteraan mental agar bisa terus produktif dalam jangka panjang. Studi mengenai kesehatan okupasional mengonfirmasi bahwa karyawan yang disiplin menjaga waktu istirahat justru memiliki tingkat fokus, kreativitas, dan tingkat produktivitas yang jauh lebih tinggi saat mereka kembali bekerja di pagi hari.
Pertanyaan Seputar Orang yang Tidak Suka Membalas Pesan Kerja di Luar Jam Kantor
Q:Â Apakah menolak membalas pesan kerja di luar jam kantor bisa dianggap tidak profesional?
A: Tidak. Selama tidak ada kesepakatan spesifik mengenai tugas darurat dalam kontrak kerja, menetapkan batasan komunikasi di luar jam kerja adalah hak karyawan untuk menjaga kesehatan mental dan produktivitas harian. Kesadaran mengenai hak untuk tidak terhubung saat ini bahkan sudah dilindungi oleh hukum di berbagai negara.
Q:Â Bagaimana cara mengomunikasikan batasan ini kepada atasan tanpa menyinggung?
A: Anda dapat mengomunikasikannya secara profesional dengan menetapkan status ketersediaan di aplikasi perpesanan kantor, mencantumkan jam respons di tanda tangan email, serta mendiskusikan ekspektasi komunikasi bersama tim saat jam kerja berlangsung.
Q:Â Mengapa sebagian orang merasa sangat cemas jika tidak langsung membalas pesan kantor?
A: Rasa cemas tersebut dipicu oleh telepressure dan ketakutan akan penilaian negatif dari atasan atau kolega. Mengatasi kecemasan ini membutuhkan latihan kontrol diri dan pemahaman bahwa sebagian besar pesan kerja sebenarnya tidak bersifat darurat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3080602/original/006100900_1584595993-photo-1520333789090-1afc82db536a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5218475/original/018877500_1747150696-20250513_193153.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305406/original/093257900_1784793695-Screenshot_2026-07-23_145929.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295811/original/080484600_1783948743-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-13_Juli_20262.jpg)