Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Daftar Minuman Kemasan yang Picu Penyakit Berbahaya

Cek fakta pesan berantai daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya. Simak di sini faktanya!

Diterbitkan 14 Oktober 2026, 13:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan kembali pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya. Pesan berantai itu banyak dibagikan lagi sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook pada 12 Oktober 2026. Berikut isi pesan berantainya:

"INFO dari RS FATMAWATI, RSCM, RS SILOAM & seluruh jajaran Rumah Sakit di Jkt. bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).

Untuk itu, hindarilah minuman sbb:

1. Extra Joss,

2. M-150,

3. Kopi Susu Gelas (Granita),

4. Kiranti,

5. Krating Daeng,

6. Hemaviton,

7. Neo Hemaviton,

8. Marimas,

9. Segar Sari shachet,

10. Frutillo,

11. Pop Ice,

12. Segar Dingin Vit. C,

13. Okky Jelly Drink,

14. Inaco,

15. Gatorade,

16. Nabati,

17. Adem Sari,

18. Naturade Gold,

19. Aqua Splash Fruit.

Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, v otak, dan mematikan sumsum tulang.

Nara sumber :

Dr. H. Ismuhadi, MPH

Mohon dishare, sayangi keluarga Anda"

Lalu benarkah pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya?

 

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan pesan berantai ini merupakan hoaks yang berulang. Informasi yang sama sudah beredar sejak tahun 2010.

BPOM juga telah memberi bantahannya dalam rilis pers yang diunggah pada 12 Februari 2010.

"Sehubungan dengan maraknya berita terkait dengan bahaya penggunaan Aspartam, Badan POM memandang perlu memberi penjelasan sebagai berikut:

1. Sehubungan dengan adanya berita yang menyebar melalui pesan singkat/sms (short message service) mengenai bahaya penggunaan Aspartam yang disebutkan bersumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan ini diberitahukan bahwa sesuai dengan informasi dari Sekretaris Eksekutif – IDI bahwa IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan tentang hal tersebut.

2. Aspartam dikategorikan aman berdasarkan Keputusan Codex stan 192-1995 Rev. 10 Tahun 2009. Codex Alimentarius Commision (CAC) adalah Lembaga Internasional yang ditetapkan FAO/WHO untuk melindungi kesehatan konsumen dan menjamin terjadinya perdagangan yang jujur.

3. Dalam pengaturan Codex disebutkan bahwa Aspartam dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan dan minuman antara lain minuman berbasis susu, permen, makanan dan minuman ringan.

4. Penggunaan Aspartam dalam makanan dan minuman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dapat digunakan dengan batas maksimum penggunaannya masing-masing.

5. Dihimbau kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau Layanan Informasi Konsumen di Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk dapat diketahui sebagaimana mestinya."

Selain itu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga membantah pernah mengeluarkan daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya seperti dalam pesan berantai.

"Berita ini tidak pernah dikeluarkan oleh pihak IDI, namun masih saja banyak yang percaya akan berita tersebut. Setiap berita yang dikeluarkan oleh IDI harus ditandatangani oleh Ketua IDI dan pengurus organisasi besar IDI," ujar Ketua IDI saat itu, dr.Zaenal Abidin MHKes dilansir Detik.com.

Sumber:

https://www.pom.go.id/siaran-pers/press-release-badan-pengawas-obat-dan-makanan-republik-indonesia-tentang-bantahan-atas-berita-terkait-dengan-keamanan-aspartam

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2183560/idi-sayangkan-namanya-dicatut-untuk-perang-bisnis-kasus-minuman-berbahaya

https://jalahoaks.jakarta.go.id/detail/Hoaks-IDI-Keluarkan-List-Minuman-Kemasan-Penyebab-Kanker-Otak

Kesimpulan

Pesan berantai berisi daftar minuman kemasan yang picu penyakit berbahaya adalah hoaks.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.