1.417 Rumah Terdampak Banjir dan Longsor Lumajang, Dua Orang Meninggal

Banjir dan longsor di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyebabkan 1.417 kepala keluarga di delapan desa, tiga kecamatan terdampak.

Diterbitkan 03 November 2026, 07:49 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Banjir dan longsor di Lumajang berdampak pada 1.417 KK/rumah dan menewaskan dua warga.
  • TRC-BPBD melakukan penanganan cepat, membuka akses jalan, dan mendata warga terdampak.
  • Pemerintah Provinsi Jatim akan memberikan santunan duka dan bantuan pemulihan rumah.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir dan longsor di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyebabkan 1.417 kepala keluarga di delapan desa, tiga kecamatan terdampak. Selain itu dua warga meninggal dunia.

"Sedangkan jumlah rumah yang terdampak ada 1.417 rumah," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut dia, ada beberapa upaya yang sudah dilaksanakan oleh tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) dengan menyebar ke lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan warga terdampak.

"Serta mereka juga sudah membuka akses jalan tembus Taman Sari Ibu Raja yang selama ini tertutup akibat longsor," ucap Berton.

"Kemudian memantau wilayah terisolasi dan rumah warga yang terancam rusak, menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak dan berkoordinasi dengan beberapa camat, kepala desa, petugas PLN dan unsur terkait untuk menyelesaikan beberapa masalah-masalah vital yang ada di sana," sambung dia.

Menurut Berton, kondisi mutakhir bahwa TRC-BPBD masih menangani, melakukan prioritas membuka akses jalan, melakukan pemantauan wilayah-wilayah terisolasi, dan mendata warga yang membutuhkan kebutuhan-kebutuhan dasar.

"Kami juga perlu mengimbau agar tetap kuas pada hindari aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar dan ikuti arahan petugas serta informasi resmi perlu didapatkan," kata dia.

"Terkait penanganan tanah longsor di Kabupaten Lumajang, ini kejadian yang kedua bahwa longsor terjadi pada hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2026 pada pukul 01.00 dini hari di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo setelah hujan lebat pada 30 Oktober malam hari pukul 20.00 hingga 23.00 WIB, rumah terdampak berada di wilayah lawan longsor," sambung Berton.

Berton menjelaskan, longsor pertama menimpa rumah satu keluarga yang sedang beristirahat, berlanjut longsor susulan dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.

"Akibatnya dua jiwa meninggal dunia yaitu Imron, laki-laki 40 tahun dan putrinya Hilya, perempuan 9 tahun dan sang ibu selamat. Dampak lainnya adalah satu rumah rusak sedang," tutur dia.

"Kami dari BNPB tentu menyampaikan rasa belasungkawa yang sedang dalamnya atas meninggalnya Bapak Imron maupun putri Hilya yang dari Lumajang," sambung Berton.

Dia mengatakan, kedua korban meninggal dunia sudah dievakuasi secara mandiri oleh warga dan dimakamkan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan santunan duka total sebanyak Rp 20 juta untuk dua korban jiwa, paket sembako serta semen dan bata untuk pemulihan bangunan akan segera diberikan," terang Berton.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Banjir adalah peristiwa bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.
    Banjir adalah peristiwa bencana alam yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.
    Banjir
  • liputan6
    Longsor atau disebut gerakan tanah, adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi, karena pergerakan masa batuan atau tanah.
    longsor
  • lumajang