Lahar Dingin Semeru Mengamuk: Tanggul Jebol, 117 Warga Terisolasi

Tak hanya merusak proyek vital, amukan lahar juga memutus akses jalan dan mengisolasi ratusan warga.

Diterbitkan 04 November 2026, 06:17 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Terjangan banjir lahar dingin Gunung Semeru di aliran Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang, Senin (2/11/2026), memporak-porandakan sejumlah infrastruktur pengendali banjir yang masih dalam tahap pembangunan. Tak hanya merusak proyek vital, amukan lahar juga memutus akses jalan dan mengisolasi ratusan warga.

​​"Setiap kerusakan perlu dipastikan melalui asesmen di lapangan secara cermat. Hasilnya akan menjadi dasar penanganan bersama instansi berwenang demi memastikan keamanan infrastruktur dan keselamatan masyarakat di kawasan Besuk Kobokan," ujar Bupati Lumajang Indah Amperawati, Rabu (4/11/2026).

​Banjir lahar dingin kali ini tercatat disertai getaran dengan amplitudo maksimal mencapai 65 milimeter selama enam jam penuh. Berdasarkan data sementara, dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Di antaranya, tanggul sungai Gidik di Dusun Pasirejo jebol, Akses jalan  menuju Taman Sari Bawah terputus sepanjang kurang lebih 200 meter. 117 kepala keluarga terisolasi, tiga teras rumah roboh dan 10 rumah lainnya berisiko ambruk, dan jembatan Limpas Wareng lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

​Kendati kerusakan material cukup besar, dipastikan tidak ada laporan korban jiwa  dalam insiden ini, termasuk dari kalangan para pekerja tambang di sekitar aliran sungai.

"Saya mengapresiasi tinggi kesadaran mitigasi dan kewaspadaan masyarakat yang  baik dalam menghadapi ancaman erupsi maupun lahar Semeru," tambah Indah.

​Di sisi lain, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur, M. Noor, menjelaskan bahwa proyek pengendalian aliran lahar Semeru secara umum berjalan lancar. Namun, dalam beberapa hari terakhir, pengerjaan di lapangan memang menemui hambatan akibat intensitas hujan yang tinggi serta peningkatan aktivitas lahar hujan 

​Pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi dinamika cuaca yang ekstrem. Warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai (DAS) diminta untuk siaga penuh.

​"Kami minta warga tidak lengah terhadap perubahan cuaca maupun peningkatan debit air. Segera patuhi arahan petugas dan jauhi kawasan berisiko apabila hujan deras turun dalam waktu cukup lama," katanya

​Beruntungnya, jalur aliran lahar di Besuk Kobokan sebagian besar masih mengalir melalui jalur yang telah disiapkan, sehingga berhasil menghindari dampak langsung ke permukiman warga. Meski demikian, pengawasan ketat bersama instansi terkait akan terus dilakukan selama musim hujan ini.