Getaran Lahar Hujan di Puncak Semeru Terekam Hampir 4 Jam

Getaran banjir lahar hujan akibat guyuran hujan deras di puncak Gunung Semeru terekam hingga hampir empat jam.

Diterbitkan 01 November 2026, 05:18 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lumajang - Getaran banjir lahar hujan akibat guyuran hujan deras di puncak Gunung Semeru terekam hingga hampir empat jam pada Jumat malam (30/10/2026) malam. Meski memicu peningkatan debit air secara signifikan dan menghentikan sementara proyek pembangunan sabo dam, BPBD memastikan aktivitas warga di lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tetap berjalan normal.

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengungkapkan bahwa hantaman banjir lahar tidak sampai melumpuhkan roda sosial masyarakat setempat.

​"Aktivitas masyarakat lancar. Namun, pembangunan sabo dam di Curah Kobokan terpaksa terganggu akibat peningkatan debit air yang drastis," ujarnya Minggu (1/11/2026)

​Berdasarkan pengamatan pos pemantau selama 24 jam, aktivitas vulkanik Semeru terpantau sangat dinamis. Tercatat satu kali gempa getaran banjir beramplitudo 50 mm dengan durasi mencapai 13.524 detik (hampir 4 jam).

​Hujan lebat yang mengguyur kawasan puncak memicu luapan air di sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berhulu di Semeru. Selain getaran banjir, instrumen seismograf juga mencatat, 88 kali gempa letusan/erupsi, 2 kali  gempa harmonik, 8 kali gempa guguran, 4 kai gempa tektonik jauh, dan 10 kali gempa embusan.

​"Petugas kami terus siaga memantau dinamika Semeru. Setiap kali terekam getaran banjir lahar dengan intensitas hujan tinggi, informasi langsung kami teruskan kepada warga di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan," tegas Isnugroho.

​Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status siaga atau level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah larangan tegas demi keselamatan warga.

Di sektor tenggara atau Besuk Kobokan, steril dari segala aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak. Sedangkan di sempadan sungai Besuk Kobokan, warga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai hingga jarak 17 kilometer dari puncak, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar.

"Warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer  dari kawah/puncak Semeru karena ancaman lontaran batu pijar," tambahnya.

​BPBD Lumajang terus mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang lembah aliran sungai utama, meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai kecil di sekitarnya.Â