PVMBG: Getaran Banjir Lahar Hujan Semeru Terjadi Selama 6 Jam

Banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang Dusun Pasir Rejo, Desa Purorejo, Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jatim, Senin pagi (2/11/2026).

Diterbitkan 02 November 2026, 09:45 WIB
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Banjir lahar hujan Gunung Semeru menerjang kawasan Kabupaten Lumajang, Jatim, Senin pagi (2/11/2026), tepatnya di Dusun Pasir Rejo, Desa Purorejo, Tempursari. Banjir bandang yang membawa material Gunung Semeru itu menjembol tanggul di dusun tersebut sehingga air banjir melimpas masuk ke permukiman warga.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Siti Sumilah Rita Susilawati saat dihubungi tim Regional Liputan6.com, Senin (2/11/2026) mengatakan, dari hasil pemantauan, hujan memang sudah terjadi di sekitar Gunung Semeru sejak tadi malam pukul 23.40 WIB, hingga pagi ini.

"Pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, alat pemantauan merekam getaran banjir selama 6 jam dengan amplitudo maksimum 65 mm. Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga)," ungkapnya.

Artinya, alat sensor mendeteksi dan mencatat adanya aktivitas aliran banjir bandang yang berlangsung terus-menerus selama 6 jam, dengan kekuatan atau getaran paling besar tercatat sebesar 65 milimeter.

Rita mengatakan, hujan ekstrem yang terjadi membawa potensi bahaya, karena hujan dapat mengangkut endapan material vulkanik menjadi aliran lahar melalui sungai-sungai yang berhulu di Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.

"Kondisi ini membahayakan penambang pasir, pengemudi angkutan material, dan masyarakat yang beraktivitas di alur maupun bantaran sungai," katanya.

Rita mengimbau warga di aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar hujan untuk segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari alur serta bantaran sungai menuju tempat aman.

"Masyarakat diminta mematuhi zona larangan aktivitas, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak," ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan warga bahwa area hingga 500 meter dari tepi sungai harus dikosongkan dari aktivitas karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km dari puncak.