Samuel Maxson Ungkap Target usai Indonesia Open Aquatic Championships 2026

Usai pecahkan rekor KU 1 50m kupu-kupu di IOAC 2026, Samuel Maxson menargetkan World Cup Beijing dan tiket Olimpiade Los Angeles 2028.

Diterbitkan 04 November 2026, 06:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perenang muda Indonesia, Samuel Maxson Septionus, menata dua langkah besar setelah panggung Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2026: tampil di World Cup Beijing dan mengejar kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Dua target ini menjadi fokus utamanya dalam beberapa musim ke depan.

Kepercayaan dirinya terangkat usai memecahkan rekor nasional kelompok umur (KU) 1 putra nomor 50 meter gaya kupu-kupu pada IOAC 2026 di Aquatic Stadium GBK, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Samuel mencatat 24,65 detik, mempertajam rekor lamanya sendiri 24,74 detik.

Anggota JAQuatic Swimming Club Jakarta itu menyebut catatan waktu terbaru menjadi modal penting untuk menapaki persaingan internasional. Di sisi lain, ia menilai masih ada aspek teknik yang perlu dipoles agar konsisten menghadapi agenda berikutnya.

Fokus SCM: Pembalikan dan Underwater untuk Beijing

Usai rangkaian penampilan di IOAC 2026, Samuel akan turun di World Cup yang digelar di Beijing. Agenda ini menjadi etalase penting untuk menguji dirinya di level global.

Menyesuaikan format lomba, ia menyiapkan program dengan titik tekan pada short course meter (SCM) yang menuntut efisiensi lebih tinggi dibanding long course meter (LCM). Peralihan fokus tersebut membuat detail teknis menjadi krusial.

"Mungkin di World Cup nanti nomornya bukan long course meter (LCM), melainkan short course meter (SCM). Jadi, dari sisi persiapan, mungkin saya harus lebih melatih pembalikan dan underwater agar bisa lebih cepat dan bersaing dengan perenang-perenang luar negeri," ujar Samuel.

Ia menambahkan, porsi latihan akan disesuaikan: frekuensi sesi SCM ditingkatkan, sementara kekuatan ledak diperkuat melalui program di ruang kebugaran.

"Pastinya ada. Nanti mungkin kami akan lebih sering latihan SCM dan melakukan latihan eksplosif, terutama di ruang gym," tambahnya.

Samuel belum memasang target muluk untuk tahap awal di Beijing. Ia menekankan eksekusi terbaik di setiap nomor sebagai prioritas.

"Untuk sekarang, yang penting saya bisa melakukan yang terbaik terlebih dahulu. Kalau soal masuk semifinal, mudah-mudahan bisa saya usahakan," tutup Samuel.

4 Tahun di AS Demi Tiket Los Angeles 2028

Paralel dengan ajang Beijing, Samuel membidik jalur kualifikasi Olimpiade 2028. Ia berencana memaksimalkan kesempatan belajar dan berlatih di Amerika Serikat selama empat tahun ke depan untuk mengasah performanya.

"Semoga selama empat tahun di sana saya bisa mempersiapkan diri dengan baik dan lolos kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Saya ingin lolos kualifikasi, bukan melalui jalur wildcard," ujar Samuel.

Mengelola jadwal harian menjadi perhatian. Ia menilai keseimbangan antara akademik, latihan renang, dan pemulihan akan berpengaruh langsung pada konsistensi performa.

"Mungkin nanti selama di Amerika, saya harus lebih fokus mengatur jadwal antara belajar, latihan renang, dan istirahat," katanya.

Samuel juga menaruh keyakinan pada ekosistem latihan di kampus yang bakal ia jalani. Program yang terstruktur diharapkan mampu menjaga kualitas latihan dan progres catatan waktunya.

"Saya yakin program latihan dan semuanya akan terdata dengan baik oleh pihak kampus. Saya juga optimistis bisa lolos kualifikasi Olimpiade 2028," tutupnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jadwal Liga Champions 5 November 2026, Siaran Langsung SCTV dan Vidio

Juventus Filadelfia, Wiwig Prayugi, Harley IkhsanTim Redaksi
Copy Link
Batalkan