Liputan6.com, Jakarta - Polisi membongkar lima kasus besar narkotika sepanjang Oktober 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti narkoba dalam jumlah fantastis, mulai dari 61,9 kilogram sabu, 33,1 kilogram ganja, hingga hampir 20 ribu butir ekstasi.
Tak tanggung-tanggung, nilai ekonomis seluruh barang bukti narkotika yang disita diperkirakan mencapai Rp 125,1 miliar. Sebanyak 10 orang tersangka turut diamankan dalam pengungkapan jaringan narkoba lintas provinsi tersebut.
"Jumlah kasus ada lima, dengan 10 tersangka. Barang bukti yang berhasil diamankan terdiri dari sabu sebanyak 61,9 kilogram, ganja 33,1 kilogram, ekstasi 19.696 butir, serta Erimin-5 sebanyak 2.143 butir," kata Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani, Rabu (4/11/2026).
Advertisement
Menurutnya, jumlah narkotika yang berhasil disita diperkirakan dapat menyelamatkan 429.683 orang dari potensi penyalahgunaan narkoba.
"Nilai ekonomis barang bukti narkoba yang disita mencapai Rp 125.123.200.000. Dengan jumlah barang bukti tersebut, Polda Lampung mampu menyelamatkan jiwa sebanyak 429.683 orang," ujarnya.
Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Lampung Kombes Pol Dodi Suryadin mengungkapkan, lima kasus tersebut memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika antardaerah.
Dari hasil pengembangan, polisi menelusuri jalur distribusi narkoba hingga ke sejumlah wilayah, di antaranya Aceh, Medan, Palembang, Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Salah satu pengungkapan mengarah pada jaringan ganja yang dikirim dari Medan menuju Jawa Barat. Polisi awalnya melakukan penindakan di wilayah Batur, kemudian membuntuti pergerakan paket narkotika hingga ke Bandung.
Paket tersebut diketahui dititipkan melalui bus antarkota antarprovinsi. Polisi kemudian menangkap penerima barang dan mengembangkan penyelidikan hingga menemukan lokasi penyimpanan narkotika.
"Dari interogasi tersangka pertama yang kita tangkap, dia masih menyimpan barang bukti di salah satu pos di daerah Bandung. Selanjutnya, kita melakukan penangkapan dan penggeledahan, ditemukan lagi 20 kilogram ganja," kata Dodi.
Pengembangan tidak berhenti di situ. Polisi kembali menelusuri jaringan tersebut hingga menemukan sosok yang diduga menjadi pengendali dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).
Menurut Dodi, penangkapan kurir saja tidak cukup untuk memutus peredaran narkoba karena jaringan berpotensi kembali beroperasi dengan mengirimkan kurir lain.
"Kalau kita tidak ungkap sampai ke atas dan hanya menangkap kurirnya, jaringan ini nanti akan bermain lagi. Karena itu, kita kembangkan sampai ke pengendali, penerima, kemudian tempat penyimpanannya," ungkapnya.
Dalam kasus lainnya, polisi mengungkap pengiriman narkotika dari Medan yang diduga akan diedarkan ke wilayah Pulau Madura, Jawa Timur.
Dodi menyebut, dalam pengungkapan tersebut polisi mengamankan hampir 19 ribu butir ekstasi serta 1.085 butir happy five.
Dia juga mengungkapkan adanya wilayah yang menjadi perhatian kepolisian karena diduga rawan peredaran narkoba, salah satunya kawasan Tanah Merah di Madura.
Selain itu, penyidik masih mendalami kemungkinan keterkaitan barang bukti yang diamankan dengan jaringan narkotika yang sebelumnya diungkap Bareskrim Polri di Aceh.
Dugaan tersebut muncul setelah penyidik menemukan kemasan narkotika dengan karakteristik tertentu. Namun, polisi belum memastikan keterkaitan kedua jaringan tersebut.
"Kalau dari kemasan, kemungkinan besar ada indikasi berasal dari jaringan yang sama. Tetapi, untuk memastikan apakah barang bukti ini sama dengan yang ditemukan Bareskrim di Aceh, nanti kita buktikan melalui hasil laboratorium," jelas Dodi.
Dalam sesi konferensi pers, Liputan6.com turut mempertanyakan sejauh mana pengungkapan jaringan narkotika tersebut, khususnya terkait keberadaan bandar besar yang berada di balik peredaran barang haram itu.
Dodi mengatakan, penyidik tidak akan berhenti pada kurir maupun pengendali. Pengejaran terhadap pemasok dan pihak yang berada di tingkat lebih tinggi terus dilakukan.
Dia mencontohkan pengungkapan kasus sebelumnya yang berkembang hingga ke Aceh. Dalam pengembangan tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga warga Aceh yang diduga terlibat dalam jaringan pengiriman narkotika.
"Kalau kita hanya menangkap kurir saja, itu tidak akan selesai. Minggu depan atau bulan depan mereka bisa mengirim lagi. Karena itu, atas perintah Kapolri dan Kapolda, kita harus bisa mengembangkan kasus ini dan jangan puas sampai kurir saja," tegas Dodi.
Tak hanya mengejar pelaku, Polda Lampung juga membidik aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan narkotika.
"Kalau mereka memiliki aset, baik rumah, kendaraan, maupun uang, itu pasti kita tindak lanjuti dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sudah pasti kita kejar sampai mana pun," tandasnya.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390112/original/030554700_1793783300-cek_fakta_-_petugas_haji_terbaru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389848/original/059413000_1793775328-WhatsApp_Image_2026-11-04_at_12.15.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390413/original/081287700_1793834174-1001821860.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390411/original/029995000_1793833269-site_1_image_870x_6aeaf12ab5fd2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383513/original/010075800_1793090347-1618567.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390395/original/000689600_1793830849-1001169272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390393/original/020611300_1793830841-ba3d116b-583d-4e81-ad10-071f1cbf10dd-768x432.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383731/original/039274500_1793096539-samir_hugo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389504/original/076916800_1793747783-verdonk_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390350/original/006261700_1793807119-1001822153.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390349/original/090707700_1793806754-1001822630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382258/original/076068000_1792986135-0L5A8155.jpg)