Kata Igor Tolic usai Persib Bandung Tumbangkan Melbourne Victory

Persib Bandung menang 2-1 di markas Melbourne Victory.

Diterbitkan 04 November 2026, 22:16 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persib Bandung mencatat kemenangan 2-1 atas Melbourne Victory FC pada laga Grup E Liga Champions Asia (ACL) 2 2026 di Australia, Rabu (4/11/2026). Pelatih Igor Tolic menilai kerja keras dan karakter tim menjadi penentu kebangkitan di markas lawan. Ia menegaskan kemenangan setelah tertinggal bukan kebetulan, melainkan buah kekuatan skuad dan mental yang terbangun.

Tertinggal 0-1 lebih dulu akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71, Maung Bandung membalikkan keadaan melalui sontekan Luka Menalo pada menit ke-85 dan penyelesaian Balsa Sekulic di menit ke-90.

Tolic juga mengapresiasi intensitas permainan tuan rumah yang memaksa laga berjalan ketat sejak awal.

"Saya suka dengan cara Melbourne bermain. Mereka selalu bermain dengan sangat intens, melakukan pressing yang tinggi, dan merupakan tim yang sangat sulit untuk dilawan," kata Igor Tolic selepas pertandingan.

Permainan Sempat Tersendat

Tolic mengakui anak asuhnya sempat kesulitan mengembangkan permainan dan kehilangan ketenangan, terutama pada babak pertama. Menurutnya, fase-fase tersebut membuat kontrol Persib tidak selalu stabil.

"Kami sempat mengontrol beberapa bagian dari permainan, tetapi di beberapa bagian lain kami sempat panik. Jalannya pertandingan sebenarnya imbang 50:50, lalu kami kebobolan," kata Tolic.

Perubahan terjadi setelah Persib melakukan rotasi. Beberapa nama dimasukkan, antara lain Mariano Peralta, Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, dan Marc Klok. Masuknya tenaga segar itu mengubah arah pertandingan.

"Ya, kami memasukkan pemain-pemain yang masih segar. Lini belakang mereka menjadi terekspos dan kami memanfaatkan hal itu untuk menyerang serta mencetak gol-gol yang menurut saya sangat indah," imbuh Tolic.

Tak Suka Kalah

Lebih jauh, pelatih asal Kroasia tersebut menilai kemampuan tim membalikkan keadaan bertumpu pada kualitas seluruh personel, baik starter maupun pemain yang menunggu kesempatan dari bangku cadangan.

"Saya memiliki 11 pemain yang siap di lapangan dan skuad yang luar biasa di bangku cadangan, sehingga kami bisa melakukan rotasi," tutur Tolic.

Ia menekankan hasil ini merupakan kerja bersama antara pemain dan staf pelatih. Peran pelatih adalah membantu serta mengarahkan, sementara para pemain menerjemahkan instruksi menjadi aksi di lapangan.

"Jadi, ini bukan sekedar remontada. Hal seperti ini sudah terlalu sering terjadi hingga bukan lagi sebuah kebetulan. Ini sudah terjadi selama tiga tahun belakangan ini," kata Tolic.

"Mereka tidak suka kalah. Mereka bereaksi, mereka masuk dan mencoba mencetak gol serta mencoba menang. Jadi saya pikir ini bagus," pungkas Tolic.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Jadwal MotoGP Qatar 2026: Peluang Emas Marc Marquez Jadi Juara Dunia

Erwin Snaz, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Copy Link
Batalkan