Liputan6.com, Jakarta - Karena itu, teks ceramah Jumat tentang bahaya iri hati dan dengki dapat menjadi materi dakwah yang relevan untuk mengingatkan umat agar tidak terjebak dalam hasad. Terlebih, di era digital marak pamer atau flexing yang bisa memicu rasa dengki.
Dalam Islam, dengki bukan sekadar rasa tidak senang melihat keberhasilan orang lain. Lebih dari itu, dengki adalah penyakit hati yang dapat merusak hubungan sesama manusia sekaligus mengganggu kualitas amal seseorang.
Rasulullah SAW memberikan peringatan keras tentang bahaya hasad. “Jauhilah sifat hasad, karena hasad memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR. Abu Dawud). Kedengkian tidak hanya berdampak pada hubungan sosial, tetapi juga dapat menggerogoti kebaikan yang telah dilakukan seorang Muslim.
Advertisement
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa hasad berkaitan dengan ketidaksenangan seseorang terhadap nikmat yang diperoleh orang lain, bahkan disertai keinginan agar nikmat tersebut hilang. Jika dibiarkan, penyakit hati ini dapat berkembang menjadi permusuhan, prasangka buruk, dan keretakan hubungan di tengah masyarakat.
Karena itu, khutbah Jumat dapat menjadi momentum untuk mengajak jamaah melakukan introspeksi dan membersihkan hati dari iri serta dengki.
Materi khutbah juga perlu disusun dengan memperhatikan ketentuan syariat dan rukun khutbah Jumat. Ahmad Zarkasih, Lc., dalam Buku Rukun dan Syarat Sah Khutbah Jumat menjelaskan berbagai ketentuan yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan khutbah. Selain memenuhi unsur wajibnya, penyampaian materi hendaknya dibuat singkat, jelas, dan persuasif.
7 Teks Ceramah Jumat tentang Bahaya Iri Hati dan Dengki
1. Khutbah Jumat: Hasad Merusak Amal Kebaikan
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْقُلُوبَ مَحَلَّ الْإِيمَانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT dan meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.
Pada kesempatan kali ini, khatib mengajak kita semua merenungkan bahaya penyakit hati yang sangat merusak, yakni iri hati dan dengki (hasad).
Hasad adalah perasaan tidak senang ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, dan berharap nikmat tersebut hilang darinya.
Hal ini dilarang keras oleh Allah SWT dalam firman-Nya di Surat An-Nisa ayat 32.
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
Artinya: "Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain."
Ayat tersebut merupakan teguran agar kita menerima pembagian rezeki dari Allah dengan lapang dada.
Dengki tidak hanya membuat hati gelisah, tetapi juga menghanguskan pahala amal saleh yang kita kumpulkan dengan susah payah.
Rasulullah SAW telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam hadits riwayat Abu Daud.
إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
Artinya: "Jauhilah olehmu sifat hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."
Hadits ini menyadarkan kita bahwa ibadah bertahun-tahun bisa lenyap begitu saja jika hati kita dipenuhi kedengkian.
Oleh karena itu, bersihkanlah hati kita dari sifat tercela ini agar amal kebaikan kita selamat hingga hari kiamat kelak.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
2. Khutbah Jumat: Iri Hati Penyakit Umat Terdahulu
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِسْلَامِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang berbahagia, mari kita pelihara ketakwaan kita di manapun kita berada.
Iri hati dan dengki bukanlah penyakit baru, melainkan akar kejahatan pertama yang terjadi baik di langit maupun di bumi.
Iblis diusir dari surga karena dengki kepada Nabi Adam, dan Qabil membunuh Habil juga karena dibakar api cemburu dan hasad.
Allah SWT memperingatkan kita untuk berlindung dari kejahatan pendengki dalam Surat Al-Falaq ayat 5.
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Artinya: "Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."
Ayat ini menunjukkan bahwa kedengkian memiliki daya rusak yang luar biasa hingga kita diperintahkan memohon perlindungan Allah darinya.
Penyakit hasad merayap halus ke dalam kalbu, mengadu domba sesama saudara, dan meruntuhkan fondasi ukhuwah Islamiyah.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa hasad adalah penyakit umat-umat terdahulu yang membinasakan.
دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ: الْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ
Artinya: "Penyakit umat-umat sebelum kalian telah menyusup kepada kalian: yaitu hasad (dengki) dan kebencian." (HR. Tirmidzi).
Nabi menegaskan bahwa kebencian ini bukan mencukur rambut, melainkan mencukur habis agama seseorang.
Maka dari itu, obatilah hati kita dengan saling memaafkan, menyebarkan salam, dan mencintai saudara kita.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِينَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
3. Khutbah Jumat: Mengobati Dengki dengan Syukur
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَزَقَنَا وَكَفَانَا، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ وَالَاهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ.
Sidang Jumat yang dirahmati Allah, ketakwaan adalah modal utama kita untuk menyeberangi lautan dunia menuju kebahagiaan akhirat.
Salah satu cara iblis menjauhkan manusia dari rasa syukur adalah dengan menanamkan iri hati ketika melihat pencapaian orang lain.
Ketika hati sibuk menghitung nikmat tetangga, mata kita akan buta dari melihat jutaan nikmat yang Allah berikan kepada kita.
Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7 tentang kunci kebahagiaan sejati.
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Jika kita sibuk bersyukur, tidak akan ada ruang tersisa di hati untuk mendengki rezeki saudara kita.
Kedengkian muncul akibat hilangnya sifat qana'ah (merasa cukup) atas ketetapan pembagian rezeki dari Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW mengenai kekayaan hakiki.
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Artinya: "Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan jiwa." (HR. Bukhari & Muslim).
Hati yang kaya akan selalu rida dengan apa yang dimiliki dan turut berbahagia atas kesuksesan saudaranya sesama muslim.
Mari kita obati hasad dengan memperbanyak kalimat hamdalah dan melihat ke bawah dalam urusan dunia.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
4. Khutbah Jumat: Hasad di Era Sosial Media
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ طَاعَةً لَهُ وَامْتِثَالًا لِأَوَامِرِهِ.
Jamaah Jumat yang berbahagia, memelihara ketakwaan adalah tugas seumur hidup yang tak boleh kendor sedetikpun.
Hari ini, tantangan menjaga kebersihan hati semakin berat seiring dengan pesatnya penggunaan media sosial di mana orang saling memamerkan nikmat.
Tontonan kekayaan dan gaya hidup mewah seringkali memicu tumbuhnya benih-benih iri hati di kalbu orang yang melihatnya.
Allah SWT memperingatkan kita tentang pandangan yang penuh hasrat kepada harta duniawi.
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Artinya: "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia..." (QS. Thaha: 131).
Batasi pandangan kita dari kemegahan dunia maya yang seringkali palsu dan hanya menimbulkan penyakit hasad.
Gunakanlah waktu berharga kita untuk amalan nyata daripada meratapi nasib karena membandingkan diri dengan postingan orang lain.
Rasulullah SAW telah memberikan kiat agar hati kita tidak ditelan kedengkian akibat melihat pencapaian duniawi.
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ
Artinya: "Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian, dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian." (HR. Muslim).
Itulah cara agar kita tidak meremehkan nikmat Allah dan menghindarkan jiwa dari jurang dengki.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ.
أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
5. Khutbah Jumat: Mengubah Hasad Menjadi Ghibthah
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِيَدِهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah, tingkatkanlah takwa sebagai perisai dari azab neraka.
Iri hati pada dasarnya diharamkan, namun Islam memberikan satu pengecualian untuk sifat iri yang dibenarkan, yang disebut dengan Ghibthah.
Ghibthah adalah menginginkan kenikmatan seperti yang dimiliki orang lain tanpa berharap nikmat tersebut hilang dari orang itu, khususnya dalam kebaikan.
Allah SWT memerintahkan kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 148.
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
Artinya: "Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan."
Iri untuk menjadi lebih baik dalam ketaatan adalah motivasi positif yang dianjurkan dalam syariat.
Rasulullah SAW secara spesifik menyebutkan dua kondisi di mana kita boleh merasa "iri" atau ghibthah.
لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا
Artinya: "Tidak boleh hasad kecuali pada dua hal: Seseorang yang diberi harta oleh Allah lalu ia habiskan di jalan kebenaran, dan seseorang yang diberi ilmu lalu ia amalkan dan ajarkan." (HR. Bukhari).
Mari kita arahkan perasaan iri kita untuk mengejar pahala amal jariyah para dermawan dan para ulama, bukan mengejar pamer duniawi.
Dengan demikian, hati kita akan terjaga dari dengki dan terus berpacu dalam ridha Allah.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَامٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُهُ الْمُصْطَفَى.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
6. Khutbah Jumat: Bahaya Dengki Terhadap Rezeki Orang Lain
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَسَمَ الْأَرْزَاقَ بِعَدْلِهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِفَضْلِهِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ وَامْتَثِلُوا لِأَوَامِرِهِ وَاجْتَنِبُوا نَوَاهِيَهُ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, berbekallah dengan ketakwaan, karena takwa adalah pelindung dari kehinaan dunia dan akhirat.
Salah satu penyebab utama renggangnya persaudaraan adalah munculnya sifat iri hati terkait persaingan rezeki dan jabatan.
Seorang mukmin harus meyakini bahwa rezeki telah ditakar dan tidak akan pernah tertukar, karena menentang takaran rezeki sama dengan memprotes takdir Allah.
Allah menegaskan bahwa Dialah yang membagikan rezeki dalam Surat Az-Zukhruf ayat 32.
نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
Artinya: "Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia."
Mendengki rezeki orang lain berarti kita menuduh Allah tidak adil dalam membagikan karunia-Nya.
Sifat ini sangat tercela dan berpotensi menghancurkan tatanan muamalah yang harmonis dalam masyarakat Islam.
Nabi Muhammad SAW memberikan arahan yang tegas agar kita tidak saling menjatuhkan.
لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَقَاطَعُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Artinya: "Janganlah kalian saling mendengki, saling membenci, saling memutus silaturahmi, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari).
Mari kita ganti rasa dengki dengan mendoakan keberkahan bagi rezeki saudara kita, agar malaikat mengaminkan doa kebaikan yang sama untuk kita.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالتَّآلُفِ وَنَهَانَا عَنِ التَّفَرُّقِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
7. Khutbah Jumat: Membangun Qalbun Salim (Hati Bersih)
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي يُطَهِّرُ قُلُوبَ الْمُؤْمِنِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا الْمَبْعُوثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, senantiasa peliharalah takwa untuk bekal keselamatan di hari pembalasan kelak.
Keselamatan di akhirat sangat bergantung pada kebersihan hati yang kita bawa, hati yang selamat (qalbun salim) dari segala kemusyrikan dan penyakit dengki.
Banyak ibadah lahiriah yang gugur pahalanya karena hati yang menyimpan dendam, kebencian, dan iri hati yang mendarah daging.
Allah berfirman tentang hari kiamat dalam Surat Asy-Syu'ara ayat 88-89.
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ. إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: "(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Hati yang bersih adalah hati yang rela atas ketentuan Allah dan bahagia melihat kebaikan menimpa muslim lainnya.
Rasulullah SAW ditanya tentang manusia yang paling utama, dan beliau menjawab:
كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ، صَدُوقِ اللِّسَانِ... هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ، لَا إِثْمَ فِيهِ وَلَا بَغْيَ وَلَا غِلَّ وَلَا حَسَدَ
Artinya: "Setiap orang yang hatinya bersih dan lisannya jujur... Dia adalah orang yang bertakwa, suci, tidak ada dosa, kezaliman, kedengkian, dan hasad di dalamnya." (HR. Ibnu Majah).
Mari bersihkan jiwa kita dari ampas hasad yang menghalangi kita dari predikat hamba yang bertakwa.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat Soal Amanah
1. Apa definisi amanah dalam pandangan Islam?
Amanah secara syariat berarti segala sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang untuk dijaga, dipelihara, dan ditunaikan dengan benar, baik itu berupa titipan harta, jabatan, tugas, keluarga, hingga perintah agama.
2. Apa dalil Al-Qur'an tentang kewajiban menjaga amanah?
Salah satu dalil utamanya adalah firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa ayat 58: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya..."
3. Mengapa khianat terhadap amanah sangat dibenci?
Karena khianat amanah merupakan salah satu tanda-tanda kemunafikan yang sangat jelas, dapat merusak tatanan kepercayaan sosial, dan mendatangkan azab di akhirat.
4. Apakah rukun khutbah wajib dibaca dengan bahasa Arab?
Ya, dalam Madzhab Syafi'i, seluruh rukun khutbah (Hamdalah, Shalawat, Wasiat Takwa, membaca ayat, dan doa penutup) mutlak harus menggunakan bahasa Arab agar shalat Jumat dinyatakan sah.
5. Berapa lama durasi ideal untuk khutbah Jumat?
Menyampaikan pesan yang tegas dan ringkas sangat dianjurkan. Durasi yang paling ideal dan berkesan umumnya berkisar antara 10 hingga 15 menit agar jamaah tetap fokus dan tidak kelelahan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8928545/original/069471700_1782959067-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__09_23_09_AM.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389491/original/067967000_1793745126-cf13c227-a286-4c4f-9ebf-2e5c40ca5b0e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387953/original/058037300_1793592533-WhatsApp-Image-2026-11-02-at-07.51.21.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389502/original/078460400_1793747528-WhatsApp-Image-2026-11-03-at-15.17.56.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389499/original/074505800_1793747207-IMG_20261103_225735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389498/original/048637700_1793746519-517706.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389494/original/091846500_1793746185-IMG_20261103_153132.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359954/original/041758700_1790584885-113589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350599/original/081059100_1789623576-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389373/original/006367900_1793711400-IWN_5997.jpg.jpeg)