Kumpulan Bacaan Doa saat Melihat Kecelakaan Teks Arab, Latin, Arti dan Faedahnya

Doa-doa yang diajarkan Nabi SAW bukan hanya untuk orang yang tertimpa musibah

Diterbitkan 03 November 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan merupakan peristiwa yang terjadi tanpa terduga. Semestinya musibah menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang menyaksikannya. Seorang muslim diajarkan menghadirkan hati yang berzikir dan berdoa.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin (Terj: Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah) menegaskan bahwa setiap musibah, termasuk kecelakaan, adalah ketetapan Allah yang mengandung hikmah. Doa-doa yang diajarkan Nabi SAW bukan hanya untuk orang yang tertimpa musibah, tetapi juga bagi mereka yang menyaksikannya, agar hati tetap terhubung dengan Allah dan tidak larut dalam kelalaian.

Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Shalat Fardhu, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menghimpun berbagai zikir dan doa yang dapat memperkuat iman, termasuk permohonan perlindungan dari segala bencana.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan doa saat melihat kecelakaan teks Arab, Latin, arti dan faedah bagi yang mengamalkannya.

Doa-Doa saat Melihat Kecelakaan

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan ketika melihat kecelakaan atau musibah yang menimpa orang lain, lengkap dengan teks Arab, latin, arti, serta dalil dan penjelasan ulama.

1. Doa Melihat Orang Tertimpa Musibah (Doa Syukur dan Perlindungan)

Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا

Latin: Alhamdulillaahil ladzii 'aafaanii mimmaab talaaka bihi wa faddhalanii 'alaa katsiirin mimman khalaqa tafdhiilaa

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku di atas kebanyakan makhluk yang Dia ciptakan dengan keutamaan yang besar."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa melihat orang yang tertimpa musibah lalu mengucapkan doa ini, maka ia tidak akan tertimpa musibah tersebut" (HR. Tirmidzi no. 3431).

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr membahas doa ini sebagai bagian dari zikir ketika melihat orang terkena musibah. Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini hendaknya dibaca dengan suara pelan agar orang yang tertimpa musibah tidak mendengarnya dan merasa tersinggung, kecuali jika musibah itu berupa perbuatan maksiat.

2. Doa Istirja' (Doa Ketika Melihat atau Mengalami Musibah)

Arab: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Latin: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, allaahumma'jurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa

Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah aku pengganti yang lebih baik darinya."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha. Meskipun doa ini biasanya diucapkan oleh orang yang tertimpa musibah, para ulama menganjurkan untuk membacanya juga ketika melihat atau mendengar musibah yang menimpa orang lain, sebagai bentuk empati dan permohonan agar Allah memberikan ketabahan kepada korban serta perlindungan bagi yang menyaksikan.

Syaikh al-Badr dalam At-Tabyiin menjelaskan bahwa kalimat istirja' mengandung pengakuan bahwa segala sesuatu milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, sehingga hati menjadi tenang dan tidak berputus asa.

3. Doa Nabi Yunus (Doa Memohon Perlindungan dari Musibah)

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzaalimiin

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Doa ini diambil dari kisah Nabi Yunus 'alaihissalam yang ditelan ikan besar, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an (QS. Al-Anbiya': 87).

Dalam Shahih Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini dalam suatu perkara melainkan Allah akan mengabulkannya. Doa ini dapat diamalkan ketika melihat kecelakaan sebagai permohonan perlindungan dari musibah serupa dan pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Allah.

4. Doa Memohon Perlindungan dari Bencana Berat

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Latin: Allaahumma innii a'uudzu bika min jahdil balaa', wa darakisy syaqaa', wa suu'il qadhaa', wa syamaatatil a'daa'

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang berat, kesengsaraan yang menyusul, keputusan yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibahku."

Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Abu Hurairah. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari berbagai bentuk bencana, termasuk kecelakaan, serta permohonan agar tidak menjadi bahan celaan orang lain.

Membaca doa ini saat melihat kecelakaan dapat menjadi sarana introspeksi dan permohonan perlindungan agar tidak mengalami hal serupa.

Faedah Berdoa saat Melihat Kecelakaan

Berdoa ketika melihat kecelakaan memiliki faedah yang sangat besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Berikut poin-poin dan penjelasannya.

Pertama, menumbuhkan rasa syukur atas nikmat keselamatan. Melihat penderitaan orang lain mengingatkan kita betapa besar karunia kesehatan dan keselamatan yang Allah berikan. Doa syukur yang diajarkan Nabi SAW (doa Alhamdulillahilladzi 'aafani...) melatih hati untuk tidak sombong dan senantiasa menyadari bahwa keselamatan adalah pemberian Allah, bukan semata usaha manusia.

Kedua, meningkatkan empati dan kepedulian sosial. Doa istirja' dan doa untuk korban mengandung makna empati yang mendalam. Islam mengajarkan bahwa orang beriman itu seperti satu tubuh; ketika satu anggota sakit, anggota lain ikut merasakannya. Berdoa untuk korban kecelakaan adalah bentuk nyata dari kepedulian tersebut.

Ketiga, memperkuat keteguhan iman dan ketenangan jiwa. Imam Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa zikir dan doa memiliki pengaruh luar biasa dalam menenangkan hati. Ketika menyaksikan peristiwa yang mengerikan, doa menjadi benteng yang menjaga hati dari rasa takut dan keputusasaan, serta mengingatkan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah.

Keempat, menjadi sarana perlindungan dari musibah serupa. Hadis tentang doa Alhamdulillahilladzi 'aafani... secara eksplisit menyebutkan bahwa siapa yang membacanya, ia tidak akan tertimpa musibah tersebut. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah yang memberikan jalan perlindungan melalui lisan hamba-Nya.

Kelima, mendidik adab dan kepekaan sosial. Imam Nawawi menekankan agar doa dibaca dengan suara pelan agar tidak menyakiti perasaan korban. Ini mengajarkan bahwa ibadah harus berjalan seiring dengan akhlak mulia dan rasa hormat kepada sesama.

 

Pertanyaan Seputar Doa yang Dibaca Saat Kecelakaan

1. Apa doa yang dibaca saat melihat kecelakaan?

Doa yang paling utama adalah Alhamdulillahilladzi 'aafani mimmab talaaka bihi wa faddhalani 'ala katsirin mimman khalaqa tafdhila, yang artinya "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu dan memuliakanku di atas kebanyakan makhluk-Nya." Doa ini diajarkan Nabi SAW agar orang yang melihat musibah tidak tertimpa musibah serupa.

2. Bolehkah membaca doa melihat kecelakaan dengan suara keras?

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menganjurkan agar doa dibaca dengan suara pelan (sirr) agar tidak didengar oleh orang yang tertimpa musibah, karena dikhawatirkan akan melukai perasaannya. Namun, jika musibah tersebut disebabkan oleh perbuatan maksiat, maka boleh memperdengarkannya dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan.

3. Apakah doa melihat kecelakaan bisa dibaca untuk diri sendiri yang mengalami kecelakaan?

Ya. Orang yang mengalami musibah dianjurkan membaca doa istirja' (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha) sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW kepada Ummu Salamah. Doa ini memohon pahala dan pengganti yang lebih baik dari musibah yang dialami.

4. Siapa ulama yang menjelaskan adab doa saat melihat musibah?

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan secara rinci tentang adab membaca doa saat melihat orang tertimpa musibah, termasuk anjuran membacanya dengan suara pelan. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr juga membahas doa ini dalam kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du'a dan At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin.

5. Apakah ada doa khusus untuk korban kecelakaan?

Tidak ada doa khusus yang spesifik untuk korban kecelakaan dalam hadis, tetapi doa-doa umum untuk orang sakit dan tertimpa musibah dapat diamalkan, seperti doa Allahumma rabban naas, adzhibil ba'sa, isyfi antasy syaafi (Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Menyembuhkan) sebagaimana diajarkan Nabi SAW dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.