5 Doa Perlindungan Keluarga dari Iri Dengki dan Kebencian Orang Lain, Simak Waktu Terbaik dan Hikmahnya

Keluarga menjadi tempat pertama seorang Muslim membangun rasa aman dan ketenangan.

Diterbitkan 02 November 2026, 17:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga menjadi tempat pertama seorang Muslim membangun rasa aman dan ketenangan. Karena itu, menjaga keluarga bukan hanya dilakukan melalui ikhtiar lahiriah, tetapi juga dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya adalah dengan doa perlindungan keluarga dari iri dengki dan kebencian orang lain, sebagai bentuk ikhtiar memohon penjagaan dari berbagai keburukan.

Al-Qur’an mengingatkan tentang bahaya hasad dalam firman Allah, “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki” (QS. Al-Falaq: 5).

Dalam Kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menjelaskan sejumlah doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan, termasuk bagi anak-anak dari gangguan setan, binatang berbisa, dan mata jahat.

Dengan membiasakan doa dan dzikir yang bersumber dari tuntunan syariat, seorang Muslim berikhtiar memohon perlindungan bagi dirinya dan keluarganya dari berbagai keburukan. Artikel ini membahas bacaan doa, dalil, penjelasan ulama, serta waktu yang dapat digunakan untuk mengamalkannya.

Kumpulan Doa Perlindungan Keluarga dari Iri Dengki dan Kebencian

Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim menghimpun berbagai doa perlindungan dari hadis-hadis yang menjadi amalan pagi dan petang.

1. Doa Perlindungan Nabi untuk Keluarga (Hasan dan Husain)

Arab: أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Latin: U‘īdzukumā bikalimātillāhit-tāmmati min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘ainin lāmmah

Artinya: "Aku melindungi kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang jahat."

Hadis ini diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu. Rasulullah SAW membacakan doa ini untuk Hasan dan Husain, dan menyebut bahwa Nabi Ibrahim juga memohon perlindungan untuk Ishaq dan Isma'il dengan kalimat serupa.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menempatkan doa ini pada bab perlindungan anak dan keluarga. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim mencantumkannya sebagai doa perlindungan keluarga yang utama.

2. Surah Al-Falaq

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝١ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝٢ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝٣ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝٤ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۝٥

Latin: Qul a‘ūdzu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin-naffātsāti fil-‘uqad. Wa min syarri hāsidin idzā hasad

Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan para tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang dengki apabila ia dengki.'" (QS. Al-Falaq: 1–5)

Surah ini secara khusus menyebut hasidin idzā hasad, yakni orang dengki ketika dengki. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa Al-Falaq dan An-Nas adalah benteng terkuat dari hasad dan sihir.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa mu‘awwidzatain melindungi hamba dari keburukan yang tampak maupun tersembunyi.

3. Surah An-Nas

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝١ مَلِكِ النَّاسِ ۝٢ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝٣ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝٤ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۝٦

Latin: Qul a‘ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Alladzī yuwaswisu fī shudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās

Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.'" (QS. An-Nas: 1–6)

Rasulullah SAW menganjurkan membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada pagi dan petang. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa ketiganya mencukupi sebagai perlindungan dari segala keburukan. Syaikh Sa'id dalam Hisnul Muslim menegaskan bahwa membacanya tiga kali pada pagi dan petang adalah benteng keluarga.

4. Doa Membersihkan Hati dari Kebencian (QS. Al-Hasyr: 10)

Arab: رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Latin: Rabbanaghfir lanā wa li-ikhwāninalladzīna sabaqūnā bil-īmān wa lā taj‘al fī qulūbinā ghillan lilladzīna āmanū rabbanā innaka ra’ūfur rahīm

Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam iman, dan janganlah Engkau biarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10)

Doa ini membersihkan hati dari ghill (kebencian) dan memohon agar keluarga tidak menyimpan dendam. Dalam Buku Kumpulan Doa Sehari-hari Kemenag RI, doa ini dianjurkan untuk menjaga ukhuwah. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menegaskan bahwa hasad dan ghill adalah penyakit hati yang harus diobati dengan doa dan kesadaran diri.

5. Doa Hasbunallah wa Ni‘mal Wakil

Arab: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Latin: Hasbunallāhu wa ni‘mal wakīl

Artinya: "Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung."

Doa ini berasal dari QS. Ali Imran: 173 dan diucapkan Nabi Ibrahim serta Rasulullah SAW saat menghadapi ancaman. Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, doa ini disebut sebagai penyerahan total kepada Allah ketika keluarga menghadapi kebencian dan tekanan orang lain.

Waktu Terbaik Mengamalkan Doa Perlindungan Keluarga

1. Pagi dan Petang

Waktu pagi setelah Subuh dan petang setelah Ashar adalah waktu utama membaca Al-Falaq, An-Nas, dan doa perlindungan. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir pagi-petang menjaga hamba hingga waktu berikutnya.

2. Setelah Shalat Fardhu

Doa setelah shalat fardhu mustajab. Membaca Ayat Kursi dan mu‘awwidzatain setelah shalat menjadi benteng keluarga sepanjang hari.

3. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu turunnya rahmat dan dikabulkannya doa. Doa orang tua untuk keluarga pada waktu ini sangat dianjurkan.

4. Sebelum Tidur

Rasulullah membaca mu‘awwidzatain dan meniupkan ke telapak tangan lalu mengusap tubuh. Amalan ini melindungi keluarga saat tidur.

5. Ketika Melihat Tanda Iri atau ‘Ain

Saat anak tiba-tiba sakit, rezeki tersendat, atau ada kejanggalan setelah dipuji orang, dianjurkan segera membaca doa perlindungan dan Allahumma barik.

6. Hari Jumat dan Saat Hujan

Waktu mustajab untuk memohon perlindungan keluarga dari hasad dan kebencian.

7. Saat Masuk dan Keluar Rumah

Membaca doa masuk rumah dan salam menghadirkan malaikat serta menjauhkan setan dari keluarga.

 

Pertanyaan Seputar Doa Melindungi Keluarga

1. Apa doa utama melindungi keluarga dari iri dengki?

Doa Nabi untuk Hasan dan Husain: U‘īdzukumā bikalimātillāhit-tāmmati min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘ainin lāmmah, dilengkapi Al-Falaq dan An-Nas.

2. Kapan waktu terbaik membacanya?

Pagi, petang, setelah shalat fardhu, sebelum tidur, sepertiga malam terakhir, dan saat melihat tanda ‘ain.

3. Apakah doa ini bisa dibaca untuk seluruh keluarga?

Bisa. Orang tua dapat membacakannya untuk anak, pasangan, dan anggota keluarga lain, bahkan meniupkan ringan ke tubuh mereka.

4. Apa bedanya hasad dan ‘ain?

Hasad adalah rasa dengki terhadap nikmat orang lain; ‘ain adalah pengaruh buruk melalui pandangan yang disertai kekaguman atau dengki. Keduanya ditangkal dengan doa dan dzikir.

5. Apakah cukup membaca Al-Falaq dan An-Nas?

Keduanya sangat utama, tetapi dianjurkan melengkapinya dengan doa Nabi, Ayat Kursi, dan doa QS. Al-Hasyr: 10 agar perlindungan dan kebersihan hati keluarga lebih sempurna.