4 Doa Agar Pasangan Selalu Mengutamakan Keluarga daripada Godaan Dunia, Ikhtiar Supaya Harmonis

Pasangan suami istri membutuhkan kekuatan spiritual agar tetap berpijak pada nilai-nilai keluarga yang diridhai Allah. Di sinilah pentingnya doa.

Diterbitkan 02 November 2026, 15:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Allah SWT menggambarkan secara gamblang bagaimana kehidupan dunia dihiasi dengan hal-hal yang memikat hati manusia. Perempuan, anak-anak, harta, emas dan perak, kendaraan, aset, sebagaimana ditegaskan dalam Q.S. Ali 'Imran ayat 14, hanyalah kesenangan hidup di dunia.

Ayat ini bukan berarti Islam menolak urusan dunia, melainkan mengingatkan agar kecintaan pada dunia tidak menggeser kecintaan kepada Allah dan tanggung jawab kepada keluarga. Ketika godaan dunia mulai mengaburkan prioritas, pasangan suami istri membutuhkan kekuatan spiritual agar tetap berpijak pada nilai-nilai keluarga yang diridhai Allah. Di sinilah pentingnya doa.

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan bahwa mawaddah dan rahmah dalam rumah tangga adalah perasaan yang menghubungkan suami dan istri. Ketika perasaan ini terancam oleh cinta dunia yang berlebihan, keharmonisan pun goyah.

Muhammad Fachri dalam buku Kunci Rumah Tangga Harmonis dalam Islam menekankan bahwa keseimbangan antara hak dan kewajiban suami istri adalah kunci stabilitas keluarga. Ketika salah satu pihak terlalu larut dalam urusan dunia, keseimbangan itu runtuh.

Doa agar pasangan selalu mengutamakan keluarga daripada godaan dunia menjadi ikhtiar batin untuk memohon agar Allah menjaga hati pasangan, menautkannya kepada keluarga, dan menjauhkannya dari segala hal yang dapat merusak keutuhan rumah tangga.

Doa-doa agar Pasangan Selalu Mengutamakan Keluarga daripada Godaan Dunia

Berikut adalah doa-doa yang dapat diamalkan, lengkap dengan teks Arab, Latin, arti, serta dalil dan penjelasan ulama.

1. Doa Memohon Keluarga Menjadi Penyejuk Hati (Q.S. Al-Furqan: 74)

Doa ini adalah salah satu doa paling fundamental untuk memohon agar pasangan dan keturunan menjadi sumber kebahagiaan, bukan sumber kesedihan atau pengabaian.

Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dhurriyyātinā qurrata a‘yunin waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (Q.S. Al-Furqan: 74)

Para mufasir menjelaskan bahwa qurrata a'yun (penyejuk hati) menggambarkan kebahagiaan yang menghadirkan ketenteraman batin. Doa ini memohon agar pasangan tidak menjadikan keluarga sebagai beban, melainkan sebagai prioritas yang menyenangkan hati.

Dalam Jurnal Meli Irianti dkk., disebutkan bahwa sakinah adalah ketenangan yang bersumber dari Allah, dan doa adalah sarana untuk meraihnya. Ketika keluarga sudah menjadi penyejuk hati, godaan dunia akan terasa lebih mudah ditepis karena hati telah terpaut pada sesuatu yang lebih mulia.

2. Doa Memohon Hati yang Tetap dalam Ketaatan (Q.S. Ali 'Imran: 8)

Godaan dunia seringkali membuat hati condong kepada kesesatan dan kelalaian. Doa ini memohon agar Allah menjaga hati pasangan tetap lurus dan tidak tergelincir setelah mendapatkan petunjuk.

Arab: رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Latin: Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba‘da idz hadaitanā wa hab lanā min ladunka raḥmatan innaka antal-wahhāb.

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (Q.S. Ali 'Imran: 8)

Doa ini mengajarkan bahwa petunjuk Allah adalah anugerah yang harus terus dijaga. Ketika pasangan mulai tergoda oleh gemerlap dunia—entah itu harta, jabatan, atau pergaulan yang melalaikan—doa ini menjadi permohonan agar hati mereka tidak menyimpang dari jalan yang telah Allah tunjukkan.

Imam Al-Qurthubi menegaskan bahwa hati manusia berada di antara dua jari Allah; hanya Dia yang mampu memalingkannya kepada kebaikan atau keburukan.

3. Doa agar Hati Pasangan Terpaut kepada Keluarga, Bukan kepada Godaan Dunia

Doa ini secara spesifik memohon agar hati pasangan hanya terpaut kepada keluarga dan dijauhkan dari segala fitnah yang dapat merusak rumah tangga, termasuk fitnah harta dan lawan jenis.

Arab: اللَّهُمَّ اجْعَلْ قَلْبَ زَوْجِي مُتَعَلِّقًا بِي وَحْدِي، وَاحْفَظْهُ مِنْ فِتْنَةِ النِّسَاءِ، وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنَيْهِ أَجْمَلَ النِّسَاءِ، وَارْزُقْنَا مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

Latin: Allāhumma ij‘al qalba zawjī muta‘alliqan bī waḥdī, waḥfaẓhu min fitnatin nisā’, waj‘alnī fī ‘ainaihi ajmala nisā’, warzuqnā mawaddatan wa raḥmah.

Artinya: "Ya Allah, jadikan hati suamiku hanya terpaut kepadaku seorang, jagalah dia dari fitnah wanita, jadikan aku di matanya sebagai wanita paling indah, dan karuniakan kepada kami rasa kasih dan sayang."

Doa ini menyentuh dua dimensi godaan dunia yang paling sering mengancam rumah tangga: fitnah wanita (bagi suami) dan hilangnya daya tarik pasangan.

Dengan memohon agar hati pasangan terpaut kepada keluarga, doa ini menjadi benteng agar pasangan tidak mudah terlena oleh godaan eksternal. Mawaddah terejawantah dalam bentuk perhatian kecil sehari-hari; ketika hati sudah terpaut, perhatian itu akan mengalir secara alami.

4. Doa agar Terhindar dari Harta yang Haram dan Godaan Materi

Salah satu godaan dunia yang paling kuat adalah harta. Doa ini memohon agar pasangan dijauhkan dari rezeki yang haram dan diberikan kecukupan dari jalan yang halal.

Arab: اَللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ يَا فَعَّالُ لِمَا يُرِيدُ أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allāhumma yā Ghanī yā Ḥamīd yā Mubdi’u yā Mu‘īd yā Raḥīm yā Wadūd yā Fa‘‘ālu limā yurīd, aghninī biḥalālika ‘an ḥarāmika wa bifaḍlika ‘amman siwāk.

Artinya: "Ya Allah, Tuhanku Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji, Tuhan Yang Menakdirkan dan Yang Mengembalikan, Yang Maha Kasih dan Maha Kasih Sayang. Berilah aku kekayaan harta yang Engkau halalkan bukan yang Engkau haramkan, berilah aku kelebihan dari yang lain dengan berkah karunia-Mu."

Doa ini mengajarkan bahwa kecukupan bukanlah tentang jumlah harta yang melimpah, melainkan tentang keberkahan dan kehalalan. Ketika pasangan dijauhkan dari ambisi mengumpulkan harta dengan cara yang haram atau dari rasa tidak pernah cukup, ia akan lebih mudah mengutamakan keluarga daripada mengejar dunia yang melalaikan.

Faedah Doa agar Pasangan Selalu Mengutamakan Keluarga daripada Godaan Dunia

1. Menjaga Prioritas dan Keseimbangan Hidup

Doa ini membantu pasangan untuk senantiasa menimbang antara urusan dunia dan keluarga. Ketika hati sudah terpaut kepada keluarga, tawaran karier yang menyita waktu atau ajakan pergaulan yang melalaikan tidak lagi mudah menggoda. Keluarga adalah madrasah pertama; ketika prioritas benar, pendidikan spiritual seluruh anggota keluarga ikut terjaga.

2. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kecukupan

Doa agar terhindar dari harta haram dan diberikan kecukupan mengajarkan bahwa kebahagiaan bukanlah tentang memiliki banyak, melainkan tentang merasa cukup dengan apa yang halal.

Pasangan yang memiliki rasa cukup tidak akan mudah tergoda oleh gemerlap dunia yang menuntut pengorbanan keluarga. Sabar dan syukur adalah dua sifat yang harus selalu ada dalam diri suami istri; keduanya adalah buah dari doa yang diistiqamahkan.

3. Memperkuat Ikatan Spiritual Suami Istri

Ketika suami istri berdoa bersama untuk kebaikan keluarga, ikatan di antara mereka semakin kuat. Mereka tidak lagi berjuang sendiri-sendiri, melainkan menjadi tim spiritual yang saling menguatkan. Doa yang konsisten menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, menenangkan hati, dan memperkuat ikatan suami-istri.

4. Mencegah Perselingkuhan dan Pengabaian Keluarga

Doa agar hati pasangan terpaut kepada keluarga adalah benteng terhadap godaan eksternal. Ketika hati sudah terpaut, pasangan tidak akan mudah mencari pelarian di luar rumah. Keluarga sakinah adalah keluarga yang terpenuhinya kebutuhan lahir dan batin; doa ini memohon agar kebutuhan tersebut dipenuhi dalam keluarga, bukan di luar.

5. Mendatangkan Keberkahan dan Keridhaan Allah

Doa yang dipanjatkan dengan tulus akan mendatangkan keberkahan bagi seluruh anggota keluarga. Ketika pasangan mengutamakan keluarga karena Allah, setiap pengorbanan dan perhatian mereka bernilai ibadah. Pernikahan bukan hanya penyatu dua insan, tetapi juga jalan menuju ridha Allah dan surga-Nya yang abadi.

 

Pertanyaan Seputar Doa Pasangan Suami Istri

1. Apa doa yang paling utama agar pasangan mengutamakan keluarga?

Doa Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dhurriyyātinā qurrata a‘yunin (Q.S. Al-Furqan: 74) adalah doa paling fundamental. Doa ini memohon agar pasangan dan keturunan menjadi penyejuk hati, sehingga hati pasangan terpaut kepada keluarga dan tidak mudah tergoda oleh hal-hal di luar rumah.

2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar pasangan tidak terlena godaan dunia?

Waktu terbaik adalah setelah shalat lima waktu, terutama pada sepertiga malam terakhir, serta ketika sujud terakhir. Doa juga dapat dibaca setiap kali hati terasa cemas atau ketika pasangan mulai menunjukkan tanda-tanda sibuk dengan urusan dunia yang berlebihan.

3. Apakah doa saja cukup untuk membuat pasangan mengutamakan keluarga?

Tidak. Doa harus diiringi dengan ikhtiar nyata: membangun komunikasi yang baik, menciptakan suasana rumah yang menyenangkan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan usaha; doa adalah ruh, sedangkan amal adalah tubuhnya.

4. Bolehkah membaca doa agar pasangan berubah tanpa sepengetahuan pasangan?

Boleh. Doa adalah hubungan pribadi antara hamba dan Allah, dan tidak ada kewajiban untuk memberitahukannya kepada pasangan. Doa yang diamalkan dengan ikhlas tanpa riya' memiliki nilai spiritual yang tinggi, asalkan niatnya untuk kebaikan dan memperbaiki hubungan, bukan untuk mendominasi.

5. Apa amalan lain yang dapat mendukung agar pasangan mengutamakan keluarga?

Amalan yang dapat dilakukan adalah memperbanyak istighfar, bersedekah, menunaikan shalat hajat, membaca Surah Al-Baqarah di rumah, dan menciptakan tradisi ibadah bersama. Dalam Jurnal Meli Irianti dkk., disebutkan bahwa komunikasi yang terbuka dan jujur, saling menghargai, dan penguatan nilai keimanan adalah kunci penting dalam menciptakan ketahanan keluarga yang mampu menghadapi perubahan zaman.