Liputan6.com, Jakarta - Doa bersama setelah pengajian merupakan tradisi yang mengakar kuat dalam khazanah Islam. Praktik ini merupakan wujud kesadaran kolektif akan pentingnya menyucikan hati dan memohon ampunan setelah menimba ilmu, sekaligus permohonan agar ilmu bermanfaat.
Dalam Ebook Kafarat Majelis & Beberapa Faedah karya Abul Wafa’ ‘Ali bin ‘Aqil al-Hanbaliy, dijelaskan bahwa doa penutup majelis merupakan bentuk pengakuan akan keterbatasan diri di hadapan Allah dan pengingat agar setiap pertemuan ilmu diakhiri dengan permohonan ampun dan taubat. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa duduk dalam suatu majelis lalu banyak terjadi laghwu (perkataan sia-sia), kemudian sebelum bangkit ia membaca doa kafaratul majelis, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang terjadi dalam majelis tersebut.
Doa bersama setelah pengajian memiliki dimensi sosial-spiritual yang khas. Syaikh Ibnu Taimiyah, sebagaimana dinukil dalam Majmu’ al-Fatawa, menyatakan bahwa berkumpul untuk berzikir dan berdoa bersama adalah amalan yang baik dan memiliki landasan dalam sunnah, selama tidak diyakini sebagai kewajiban yang mutlak.
Advertisement
Sebab itu, umat Islam perlu memahami lafal, dalil, serta keutamaan doa bersama setelah pengajian. Berikut ini ulasannya.
Lafal Doa Bersama Setelah Pengajian Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
1. Doa Kafaratul Majelis
Doa yang paling masyhur dan dianjurkan untuk dibaca bersama-sama setelah pengajian adalah Doa Kafaratul Majelis (doa penebus dosa majelis). Berikut teks lengkapnya sebagaimana disebutkan dalam kitab Lubbul-Lubāb dan berbagai riwayat hadis sahih :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Latin: Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika, asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilaika.
Artinya: Mahasuci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi (no. 3433) dan dinilai hasan sahih . Dalam riwayat Abu Barzah al-Aslami, Rasulullah SAW biasa membaca doa ini di akhir majelis ketika hendak berdiri, dan ketika ditanya mengapa beliau mengucapkan kalimat yang belum pernah didengar sebelumnya, beliau menjawab, “Ini adalah kafarah (penebus) atas apa yang terjadi di majelis”.
Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menegaskan bahwa barang siapa membacanya sebelum berdiri dari tempat duduknya, maka seluruh kesalahan selama dalam majelis tersebut terampuni . Al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa hadis ini tsabit (kuat) melalui riwayat Abu Barzah, riwayat ‘Aisyah, dan sejumlah sahabat lainnya.
2. Doa Abu Waqid Al-Laits
Selain doa kafaratul majelis, terdapat doa lain yang dapat dibaca bersama setelah pengajian, yaitu doa yang sering dibaca oleh Abu Waqid Al-Laitsi ketika hendak bangun meninggalkan majelisnya, sebagaimana disebutkan dalam kitab Jami’ul Ushul fi Ahaditsir Rasul :
يَا ذَا الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ وَالْعِزَّةِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ وَالسُّلْطَانِ وَالْقُدْرَةِ، أَصْلِحْ لِيْ قَلْبِيْ وَعَمَلِيْ وَنِيَّتِيْ وَسِرِّيْ وَعَلَانِيَّتِيْ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا رَزَقْتَنِيْ، وَمُنَّ عَلَيَّ بِالْعَافِيَةِ مِنْ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Latin: Yā dzal malakūti wal jabarūti wal ‘izzati wal kibriyā-i was sulthāni wal qudroti, ashlih lī qolbī wa ‘amalī wa niyyatī wa sirrī wa ‘alāniyyatī, wa bārik lī fīmā razaqtanī, wa munna ‘alayya bil ‘āfiyati min balā-id dunyā wal ākhirati.
Artinya: Wahai Dzat Yang Memiliki kerajaan alam malakut dan jabarut, dan memiliki kemuliaan, keagungan, kerajaan dan kekuasaan, perbaikilah hatiku, amalku, keadaan rahasia dan terang-teranganku. Dan berkahilah padaku apa yang Engkau rizekikan padaku dan anugerahilah aku dengan keselamatan dari bahaya dunia dan akhirat.”
Makna Mendalam Berdoa Bersama Setelah Pengajian
Berdoa bersama setelah pengajian mengandung makna spiritual yang jauh melampaui sekadar melafalkan serangkaian kalimat. Berikut beberapa makna mendalam yang dapat dipahami:
1. Pengakuan Kolektif atas Kelemahan Diri di Hadapan Allah
Doa bersama merupakan wujud kesadaran bahwa ilmu yang diperoleh bukanlah hasil usaha manusia semata, melainkan karunia Allah yang harus disyukuri. Kalimat Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika mengajarkan bahwa segala kesucian dan pujian hanya milik Allah, sehingga seorang penuntut ilmu tidak layak menyombongkan diri atas pengetahuannya.
2. Sarana Muhasabah (Introspeksi) Kolektif
Dalam sebuah majelis, tidak jarang terjadi perbincangan yang melenceng dari tujuan awal, gurauan berlebihan, atau perkataan yang kurang berkenan. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa majelis, seberapa pun positifnya, tidak luput dari kesalahan seperti membual, berbohong, pamer, atau meremehkan orang lain. Doa penutup menjadi sarana untuk saling mengingatkan dan memohon ampun atas segala kekhilafan yang terjadi selama majelis berlangsung.
3. Memperkuat Ikatan Ukhuwah Islamiyah
Ketika satu orang memimpin doa dan yang lain mengaminkan, terjadi kesatuan hati yang tidak dapat dicapai melalui interaksi sosial biasa. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah berkumpul suatu kaum Muslimin, lalu sebagian mereka berdoa dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan doa mereka” (HR. al-Thabarani). Hadis ini menunjukkan bahwa doa bersama memiliki kekuatan kolektif yang lebih besar, karena melibatkan kesaksian dan dukungan dari sesama hamba Allah.
4. Wujud Ta’dib (Pendidikan Adab)
Doa bersama setelah pengajian mengajarkan bahwa ilmu harus bermuara pada amal dan tawakal. Setelah menimba ilmu, seorang Muslim tidak boleh berhenti pada pengetahuan semata, melainkan harus mengarahkan ilmunya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Doa penutup majelis mengingatkan bahwa tujuan akhir dari segala aktivitas keilmuan adalah keridhaan Allah dan keselamatan di akhirat.
5. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW dan Para Sahabat
Praktik doa bersama setelah majelis memiliki landasan kuat dalam sunnah. Dalam sebuah riwayat, Zaid bin Tsabit menceritakan bahwa ia dan Abu Hurairah serta seorang sahabat lainnya berdoa dan berzikir bersama di masjid, lalu Rasulullah SAW keluar dan bergabung dengan mereka, bahkan mengaminkan doa mereka . Ini menunjukkan bahwa doa bersama dengan dipimpin seorang imam dan diaminkan oleh jamaah adalah praktik yang memiliki dasar dalam sunnah Nabi SAW.
Keutamaan Doa Bersama Setelah Pengajian
1. Menghapus Dosa dan Kesalahan Lisan Selama Majelis
Rasulullah SAW menjamin bahwa barangsiapa membaca doa kafaratul majelis sebelum bangkit dari tempat duduknya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang terjadi selama ia berada dalam majelis tersebut . Hadis riwayat at-Tirmidzi ini menjadi dalil utama bahwa doa bersama setelah pengajian memiliki fungsi pembersihan spiritual yang langsung dijanjikan oleh Nabi SAW.
2. Menjadi Penambal Kekurangan dan Penyempurna Amal Majelis
Para ulama menyebut doa ini sebagai “penambal kesalahan” yang terjadi dalam sebuah majelis . Ketika pengajian berlangsung, bisa jadi ada perkataan yang kurang bermanfaat atau sikap yang tidak sempurna. Doa bersama setelah pengajian menutup celah-celah tersebut sehingga amal majelis menjadi lebih sempurna di hadapan Allah.
3. Mendapatkan Pengabulan Doa Secara Kolektif
Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika suatu kaum berkumpul dan sebagian berdoa sementara yang lain mengaminkan, Allah pasti mengabulkan doa mereka. Dalam doa bersama setelah pengajian, setiap peserta saling mendukung dengan amin, sehingga doa yang dipanjatkan memiliki kekuatan kolektif yang lebih besar untuk dikabulkan oleh Allah.
4. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW Secara Langsung
Doa penutup majelis bukanlah hasil ijtihad ulama, melainkan langsung diajarkan dan dipraktikkan oleh Rasulullah SAW. Dalam riwayat Abu Barzah, ketika para sahabat bertanya mengapa beliau mengucapkan kalimat yang belum pernah mereka dengar, beliau menjawab bahwa itu adalah kafarat atas apa yang terjadi di majelis . Mengamalkan doa bersama setelah pengajian berarti menghidupkan sunnah yang terlupakan dan membuktikan kecintaan kepada Nabi SAW.
5. Memperoleh Ketenangan Jiwa dan Keberkahan Ilmu
Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah, membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya. Doa bersama setelah pengajian merupakan penutup yang mengundang turunnya sakinah (ketenangan) dan keberkahan bagi seluruh peserta majelis.
Pertanyaan Seputar Doa Setelah Pengajian
1. Apa itu doa bersama setelah pengajian?
Doa bersama setelah pengajian adalah doa yang dipanjatkan secara kolektif di akhir majelis ilmu, biasanya dipimpin oleh seorang ustaz atau peserta yang ditunjuk, dengan lafal utama doa kafaratul majelis yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
2. Apa hukum doa bersama setelah pengajian?
Hukumnya sunnah (dianjurkan) dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Para ulama seperti Imam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Bin Baz menegaskan bahwa doa bersama setelah majelis memiliki landasan, namun tidak boleh diyakini sebagai kewajiban atau dilakukan dengan tata cara yang tidak diajarkan .
3. Apakah doa bersama setelah pengajian bisa menghapus dosa besar?
Doa kafaratul majelis secara utama menghapus dosa-dosa kecil. Namun, jika disertai taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha), doa ini dapat menghapus dosa besar yang tidak berkaitan dengan hak manusia, karena di dalamnya terdapat kalimat istighfar dan taubat.
4. Mengapa doa bersama setelah pengajian dianjurkan untuk dipimpin oleh seorang ustaz?
Karena Rasulullah SAW dan para sahabat biasa berdoa bersama dengan dipimpin oleh seorang imam atau pemimpin majelis. Dalam sebuah riwayat, Zaid bin Tsabit dan para sahabat berdoa bersama, dan Rasulullah SAW mengaminkan doa mereka . Ini menunjukkan bahwa berdoa bersama dengan dipimpin seseorang adalah praktik yang memiliki dasar.
5. Apa perbedaan doa bersama setelah pengajian dengan doa kafaratul majelis?
Doa kafaratul majelis adalah lafal spesifik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menutup majelis, sedangkan doa bersama setelah pengajian adalah praktik berdoa secara kolektif yang dapat mencakup doa kafaratul majelis ditambah doa-doa lain yang relevan dengan kebutuhan peserta majelis, seperti doa memohon keteguhan hati dan keberkahan ilmu .
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388777/original/057186300_1793680026-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4375976/original/099547200_1680077181-muslims-reading-from-quran.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388813/original/082338600_1793683505-WhatsApp-Image-2026-11-02-at-10.48.07-AM-768x774.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388803/original/069381700_1793682766-IMG-20261103-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542548/original/023393800_1774946599-Depositphotos_209144112_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388694/original/018989400_1793675921-IMG-20261102-WA0060.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388588/original/031146100_1793630160-1000675250.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388680/original/099666600_1793674539-IMG-20261102-WA0140.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2855166/original/015911400_1563283649-Rachmat_Irianto-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4770582/original/005521900_1710298713-masjid-pogung-dalangan-quTgb4lMbKo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309810/original/078110300_1785286920-taveres_2.jpg)