Liputan6.com, Jakarta - Cabai rawit sering menjadi salah satu bahan masakan yang biasa dibeli dalam jumlah banyak karena hampir selalu dibutuhkan di dapur. Namun, masalah muncul setelah pulang dari pasar. Cabai yang direncanakan untuk stok dalam beberapa hari justru cepat menjadi keriput, lembek, bahkan mengeluarkan air setelah beberapa hari disimpan di kulkas.
Kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan kualitas cabai sebelum disimpan, kelembapan yang berlebihan, serta cara pengemasan yang kurang tepat. Karena itu, menyimpan cabai rawit tidak cukup hanya dengan memasukkannya ke dalam kulkas. Ada beberapa langkah sederhana yang perlu diperhatikan agar cabai tetap dalam kondisi baik dan tidak cepat terbuang.
1. Pilih Cabai Rawit yang Masih Segar Sebelum Disimpan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389247/original/009890600_1793700943-96e8eed4-3580-4f44-a2bd-f2749ad92f1c.jpg)
Langkah pertama dimulai sejak Anda membeli cabai rawit. Pilih cabai dengan kulit yang masih kencang, warna cerah sesuai varietasnya, dan tekstur yang terasa padat ketika disentuh. Jangan ambil cabai yang sudah lembek, kulit yang mengerut, memiliki bercak hitam, atau menunjukkan tanda pembusukan.
Kualitas awal bahan makanan sangat berpengaruh terhadap daya simpannya. Cabai yang sudah mengalami kerusakan tidak akan kembali segar hanya karena dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Bahkan, satu cabai yang mulai membusuk sebaiknya segera dipisahkan agar tidak ikut memengaruhi cabai lain yang masih bagus.
Advertisement
2. Pisahkan Cabai yang Rusak dan Buang Tangkai yang Bermasalah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389248/original/053081900_1793700955-19014581-9d57-4b22-8e79-8fbc68f05d6b.jpg)
Setelah sampai di rumah, periksa kembali seluruh cabai sebelum dimasukkan ke dalam kulkas. Pisahkan cabai yang kulitnya pecah, terlalu lunak, berlendir, atau memiliki bagian yang mulai berjamur. Jangan campur dengan cabai yang masih segar karena kondisi setiap buah bisa berbeda.
Perhatikan juga tangkai cabai. Anda tidak harus mencabut seluruh tangkai, tetapi pastikan tidak ada tangkai yang basah, menghitam, atau membusuk. Bagian yang sudah rusak sebaiknya dibuang agar tidak menjadi sumber kelembapan maupun kotoran di dalam wadah penyimpanan.
3. Jangan Mencuci Cabai Sebelum Disimpan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389249/original/054781600_1793700966-92b5c9eb-6583-4ebd-82a5-0ec811eabc0b.jpg)
Salah satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari adalah mencuci seluruh cabai sebelum memasukkannya ke kulkas. Air yang tertinggal di sela-sela tangkai atau permukaan kulit dapat meningkatkan kelembapan di dalam wadah. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, cabai lebih mudah menjadi lembek dan mengalami pembusukan.
Jika cabai terlihat berdebu atau memiliki kotoran ringan, bersihkan secara perlahan menggunakan tisu atau kain bersih yang kering. Pencucian sebaiknya dilakukan ketika cabai akan digunakan untuk memasak.
Apabila Anda terlanjur mencucinya, jangan langsung memasukkan cabai ke dalam wadah. Tiriskan terlebih dahulu, kemudian keringkan setiap bagian dengan tisu dapur hingga tidak ada sisa air yang menempel.
Advertisement
4. Gunakan Wadah Bersih yang Tidak Menahan Embun Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389250/original/009878000_1793700975-ec917152-b16f-4e4c-966b-1aa4ff6f72a9.jpg)
Pemilihan wadah turut menentukan kondisi cabai selama berada di kulkas. Anda bisa menggunakan wadah plastik bertutup, kotak penyimpanan makanan, atau kantong khusus penyimpanan sayuran. Yang terpenting, pastikan wadah tersebut bersih dan benar-benar kering sebelum digunakan.
Namun, jangan sampai wadah membuat kelembapan terperangkap tanpa pengendalian. Jika bagian dalamnya terus dipenuhi embun, permukaan cabai bisa menjadi basah dan lebih cepat rusak. Anda dapat menggunakan wadah dengan ventilasi kecil atau tidak menutupnya terlalu rapat agar kondisi penyimpanan lebih terjaga.
5. Lapisi Dasar Wadah dengan Tisu Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389251/original/060392600_1793700984-f9e6785f-78b9-49fc-aca3-f53b3379a270.jpg)
Tisu dapur bisa menjadi perlengkapan sederhana untuk membantu menjaga cabai rawit tetap kering. Caranya, letakkan satu atau dua lembar tisu dapur pada bagian dasar wadah sebelum memasukkan cabai. Tisu tersebut berfungsi menyerap kelembapan berlebih yang mungkin muncul selama penyimpanan.
Jika cabai disimpan dalam jumlah cukup banyak, susun secara bertahap dan hindari menumpuknya terlalu padat. Tekanan dari cabai yang berada di bagian atas dapat membuat cabai di bawahnya mudah memar, terutama jika kondisinya sudah tidak terlalu segar.
Periksa tisu secara berkala. Apabila sudah terasa lembap atau terlihat basah, segera ganti dengan yang baru. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah air menggenang di dasar wadah dan mengenai cabai lainnya.
Advertisement
6. Simpan di Laci Khusus Sayuran dalam Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389252/original/069195500_1793700994-1dcc0c6a-9263-4dbf-a98b-d2748484f80c.jpg)
Setelah semua cabai siap, letakkan wadah di laci khusus sayuran atau crisper drawer. Bagian ini memang dirancang untuk membantu mempertahankan kondisi penyimpanan sayuran dan buah agar kualitasnya lebih terjaga.
Menurut situs Clemson Cooperative Extension tentang penyimpanan paprika dan cabai, cabai sebaiknya disimpan di laci sayuran kulkas dalam kondisi kering, dengan bantuan kantong kertas atau tisu dapur untuk menyerap kelembapan.
Jangan meletakkan wadah cabai di dekat makanan yang masih panas atau di area pintu kulkas yang suhunya lebih sering berubah akibat aktivitas buka-tutup. Usahakan pula tidak menaruh benda berat di atas wadah agar cabai tidak tertekan.
7. Periksa Kondisi Cabai Secara Berkala
Menyimpan cabai dengan benar bukan berarti hanya membiarkannya begitu saja selama berminggu-minggu. Luangkan waktu untuk memeriksa kondisi cabai setiap dua atau tiga hari, terutama jika Anda membeli dalam jumlah banyak untuk persediaan memasak.
Perhatikan apakah ada cabai yang mulai mengerut, berubah warna, lembek, atau mengeluarkan cairan. Segera pisahkan cabai yang mengalami pembusukan agar tidak tercampur dengan bahan yang masih bagus. Periksa pula bagian dasar wadah dan kondisi tisu penyerapnya.
Jangan tunggu sampai seluruh cabai terlihat rusak untuk melakukan pemeriksaan. Semakin cepat Anda mengetahui adanya perubahan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan cabai lain yang masih layak digunakan.
Advertisement
8. Bekukan Cabai Jika Ingin Menyimpannya Lebih Lama
Jika Anda membeli cabai rawit dalam jumlah besar dan tidak berencana menggunakannya dalam waktu dekat, freezer bisa menjadi pilihan penyimpanan alternatif. Cara ini cocok untuk persediaan cabai yang nantinya akan digunakan sebagai bumbu tumisan, sambal, atau masakan berkuah.
Sebelum dibekukan, pilih cabai yang masih bagus, bersihkan jika diperlukan, lalu pastikan permukaannya benar-benar kering. Masukkan ke dalam kantong khusus freezer atau wadah kedap udara, kemudian keluarkan udara berlebih sebelum menutupnya. Anda juga bisa membagi cabai menjadi beberapa porsi kecil agar lebih praktis ketika akan digunakan.
Dilansir dari Utah State University tentang pengawetan cabai, cabai segar dapat disimpan dalam freezer hingga sekitar satu tahun apabila dikemas dengan benar dan dipertahankan pada suhu 0°F atau sekitar -18°C. Perlu diingat, cabai yang sudah dibekukan biasanya menjadi lebih lunak setelah dicairkan sehingga lebih cocok untuk masakan matang daripada lalapan segar.
Berapa Lama Cabai Rawit Bisa Bertahan di Kulkas?
Lama penyimpanan cabai rawit bergantung pada kesegaran awal, suhu kulkas, kelembapan, dan cara pengemasannya. Cabai yang masih segar dan disimpan dengan benar tentu memiliki peluang bertahan lebih lama dibandingkan cabai yang sudah mengalami kerusakan sebelum dibeli.
Sebagai gambaran, Postharvest Research and Extension Center dari University of California, Davis menjelaskan bahwa cabai jenis chile dapat bertahan sekitar 3–5 minggu pada suhu penyimpanan optimal 7,5 derajat Celsius. Sementara itu, penyimpanan pada suhu 5 derajat Celsius dapat mempertahankan kualitasnya setidaknya selama dua minggu sebelum tanda kerusakan akibat suhu dingin berpotensi muncul.
Angka tersebut merupakan kondisi penyimpanan yang terkontrol, sehingga tidak bisa dijadikan jaminan untuk semua kulkas rumah tangga. Untuk kebutuhan sehari-hari, sebaiknya periksa kondisi cabai secara rutin dan gunakan persediaan yang lebih lama disimpan terlebih dahulu.
Advertisement
Kesalahan yang Membuat Cabai Rawit Cepat Busuk di Kulkas
Beberapa kebiasaan sederhana ternyata dapat membuat cabai lebih cepat rusak meskipun sudah disimpan dalam lemari pendingin. Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari:
- Menyimpan cabai dalam kondisi basah: Sisa air yang menempel dapat meningkatkan kelembapan di dalam wadah.
- Menggunakan wadah yang masih lembap: Embun dan air di bagian dalam wadah dapat membuat permukaan cabai terus basah.
- Mencampurkan cabai segar dengan yang busuk: Cabai yang sudah rusak sebaiknya segera dipisahkan agar tidak ikut tercampur.
- Menumpuk cabai terlalu padat: Tekanan antarcabai dapat menyebabkan memar dan kerusakan pada kulit.
- Jarang memeriksa persediaan: Cabai yang mulai membusuk bisa terlambat diketahui jika wadah dibiarkan tertutup terlalu lama.
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi dapat memengaruhi kualitas bahan makanan yang disimpan. Karena itu, menjaga kebersihan wadah, mengendalikan kelembapan, dan memeriksa kondisi cabai secara rutin menjadi bagian penting dari penyimpanan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Cabai Rawit
1. Apakah cabai rawit harus dicuci sebelum disimpan di kulkas?
Tidak harus. Cabai dapat disimpan dalam kondisi belum dicuci selama permukaannya bersih dan kering. Jika dicuci terlebih dahulu, pastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum dimasukkan ke wadah.
2. Apakah cabai rawit sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup?
Boleh, asalkan wadah bersih dan tidak menyebabkan penumpukan embun berlebihan. Anda juga dapat menggunakan wadah dengan ventilasi kecil atau kantong penyimpanan yang memungkinkan sirkulasi udara.
3. Mengapa cabai rawit menjadi berair setelah disimpan di kulkas?
Cabai bisa menjadi berair karena kelembapan berlebihan, kondensasi di dalam wadah, kerusakan jaringan, atau proses pembusukan. Kondisi cabai yang sudah memar juga dapat mempercepat munculnya cairan.
4. Apakah cabai rawit yang sudah lembek masih boleh dimakan?
Cabai yang hanya sedikit kehilangan kekencangan belum tentu membusuk. Namun, jika sudah berlendir, berjamur, mengeluarkan bau tidak sedap, atau mengalami pembusukan, sebaiknya dibuang dan tidak dikonsumsi.
5. Apakah cabai rawit bisa disimpan di freezer?
Bisa. Cabai rawit dapat dibekukan dalam kondisi utuh maupun dipotong setelah dibersihkan dan dikeringkan. Simpan dalam kemasan khusus freezer pada suhu sekitar -18 derajat Celsius agar kualitasnya lebih terjaga.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389243/original/095461000_1793700628-29508ebe-994d-4abe-ab92-d0749f33e690.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507427/original/093715700_1771492105-cropped-4e232874-49b6-4652-9732-a31e24fbb550.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350011/original/069209900_1789552114-HL_Pakan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331267/original/036380600_1787535237-3d153dc6-06ec-454c-8404-395e6634ab88.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3338304/original/022516500_1609484188-galangal-3270069_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327884/original/032231000_1787128242-ddf64cc9-d684-4dd5-9b9a-9d7f6d54ad4d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3275927/original/052757500_1603431735-garlic-545223_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309881/original/024138500_1785293977-532a5b61-ff3b-4702-a963-5ca67aa8a9ff.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4825893/original/015008800_1715161198-IMG_2397.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7091147/original/018819100_1779872476-Gemini_Generated_Image_48srve48srve48sr.jpg)