7 Desain Dekorasi Retro Ala Rumah Tahun 1980-an, Nyamannya Lintas Generasi

7 desain dekorasi retro ala rumah tahun 1980-an, dari wallpaper geometris hingga furnitur dan lampu hias kini.

Diterbitkan 03 November 2026, 15:40 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah dengan dekorasi retro ala tahun 1980-an memang digemari segelintir masyarakat. Daya tarik hunian seperti ini terletak pada desain eksterior dan interiornya, termasuk fasad jendela yang biasanya berukuran besar mirip kubah.

Kemudian, hunian ini juga memiliki perabotan kayu dengan ukiran motif daun maupun hewan yang ikonik. Bagi sebagian pemilik, mereka merasakan sisi nyaman yang kuat karena sirkulasi udaranya lancar.

Saat ini, model dekorasi retro ala rumah tahun 1980-an masih terus digemari lintas generasi, dengan warna cat kalemnya yang ikonik. Bagi yang saat ini sedang ingin melakukan dekorasi, berikut Liputan6 hadirkan 7 desainnya yang mungkin bisa diadaptasi, Selasa (3/11).

1. Wallpaper dengan Motif Geometris

Merujuk laman desain arsitekur internasional Int.Design dalam Curvilinear Revival Home, motif interior geometris menjadi salah satu elemen yang bisa digunakan untuk menghadirkan suasana rumah tahun 1980-an. Motif berupa garis, lengkung, segitiga, dan kotak bisa ditempatkan di satu bagian dinding melalui wallpaper.

Agar mudah diaplikasikan, pemilik bisa memilih satu sisi bidang dinding saja. Semisal, penerapannya hanya di bagian belakang sofa atau area meja televisi saja agar motif tidak memenuhi pandangan.

Lalu, pemilik juga bisa memadukan dengan furnitur lainnya yang memiliki desain serasi. Cara ini membantu menjaga keseimbangan ruangan sekaligus memberi ruang bagi motif dinding untuk tampil sebagai bagian dari dekorasi.

2. Sofa dengan Bentuk Lengkung

Sofa menjadi salah satu furnitur yang identik di masa itu. Kehadirannya bisa membangun suasana ruang keluarga ala tahun 1980-an melalui bentuk, warna termasuk model sandaran yang melengkung dan dudukan lebar.

Sofa berbentuk lengkung bisa ditempatkan menghadap meja ruang tamu. Pilihan warna seperti cokelat, merah, atau hijau dapat digunakan untuk mengikuti palet warna yang banyak ditemukan pada interior dekade tersebut.

Lengkapi area duduk dengan meja kecil dan bantal bermotif. Susunan ini bisa digunakan sebagai tempat berkumpul bersama keluarga maupun menerima tamu tanpa perlu memenuhi ruangan dengan banyak perabot.

3. Perpaduan Warna yang Berani

Kemudian, warna juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari desain dekorasi retro. Rumah pada dekade 1980-an pemilik biasanya berupaya memperlihatkan kombinasi primer yang dipadukan dengan beberapa warna lainnya.

Beberapa jenis yang direkomendasikan di antaranya merah, kuning, biru, atau hijau. Jika tidak ingin menggunakan banyak warna karena terlalu ramai, pemilik bisa memilih dua saja sebagai dasar dan tambahkan satu warna sebagai aksen.

Penerapan warna juga bisa dilakukan secara bertahap. Mulailah dari benda yang mudah dipindahkan, seperti vas, lampu meja, atau sarung bantal, sebelum mengganti warna dinding.

4. Karpet dengan Motif Kotak dan Garis

Karpet bermotif dapat menjadi bagian dari dekorasi ruang keluarga maupun kamar tidur. Pola kotak-kotak, garis, dan bentuk geometris bisa digunakan untuk mengingatkan pada tampilan interior era 1980-an.

Tempatkan karpet di bawah meja ruang tamu atau di depan sofa. Ukur area yang tersedia agar karpet tidak menghalangi jalur berjalan dan penempatan furnitur lainnya.

Motif karpet juga bisa dipadukan dengan tirai atau bantal sofa. Namun, sebaiknya gunakan satu motif sebagai elemen utama agar berbagai pola tidak saling berebut perhatian.

5. Lemari Pajangan dengan Koleksi Ornamen

Lemari pajangan menjadi salah satu bagian rumah yang dapat menggambarkan kebiasaan penghuni pada era 1980-an. Perabot ini digunakan untuk menyimpan sekaligus menampilkan koleksi gelas, piring, vas, dan benda kenangan.

Gunakan lemari dengan pintu kaca untuk menampilkan koleksi tersebut. Susun barang berdasarkan jenis atau kelompok agar setiap benda memiliki tempat dan mudah ditemukan ketika dibutuhkan.

Anda juga bisa memasukkan radio, pemutar kaset, atau benda koleksi keluarga sebagai bagian dari dekorasi. Kehadiran benda-benda tersebut membantu menghadirkan cerita mengenai kehidupan rumah tangga pada masa lalu.

6. Furnitur dengan Sentuhan Kaca dan Logam

Penggunaan kaca dan logam juga menjadi bagian dari perkembangan desain furnitur pada dekade 1980-an. Kedua bahan ini bisa ditemukan pada meja, kursi, rak, hingga aksesori rumah.

Meja dengan rangka logam dapat dipadukan dengan permukaan kaca untuk ruang tamu. Sementara itu, rak berbahan logam bisa digunakan untuk menyimpan buku, perangkat elektronik, atau koleksi penghuni.

Agar tidak memenuhi ruangan, tempatkan furnitur tersebut bersama perabot berbahan kayu. Perpaduan material ini bisa menghadirkan variasi tampilan sekaligus mempertahankan fungsi setiap benda.

7. Lampu Hias dengan Bentuk Geometris

Pencahayaan turut memengaruhi suasana sebuah ruangan. Lampu meja, lampu gantung, dan lampu berdiri bisa dipilih berdasarkan bentuk yang mengingatkan pada desain interior tahun 1980-an.

Pilih lampu dengan bentuk bola, tabung, atau susunan beberapa bidang geometris. Beberapa model juga menggunakan rangka logam yang dapat dipadukan dengan meja atau rak di sekitarnya.

Tempatkan lampu di sudut ruang keluarga, meja samping sofa, atau area membaca. Selain digunakan untuk penerangan, lampu tersebut bisa menjadi bagian dari dekorasi tanpa mengurangi fungsi ruangan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Dekorasi Retro

1. Apa yang dimaksud dengan dekorasi retro?

Dekorasi retro adalah gaya penataan interior yang mengambil inspirasi dari desain dan tren masa lalu, termasuk era 1950-an hingga 1980-an.

2. Apa ciri khas rumah bergaya retro tahun 1980-an?

Ciri yang sering ditemukan meliputi warna primer, motif geometris, furnitur berbentuk lengkung, karpet bermotif, serta ornamen dekorasi.

3. Warna apa yang cocok untuk dekorasi rumah retro?

Merah, kuning, biru, hijau, cokelat, dan beberapa warna pastel bisa digunakan untuk menghadirkan nuansa retro.

4. Bagaimana cara membuat rumah bergaya retro tanpa renovasi?

Gunakan wallpaper bermotif geometris, karpet bercorak, lampu meja, bantal sofa, serta aksesori yang mengambil inspirasi dari era 1980-an.

5. Apakah dekorasi retro cocok untuk rumah minimalis?

Ya. Terapkan beberapa elemen retro, seperti sofa lengkung, lampu geometris, atau karpet bermotif, tanpa memenuhi seluruh ruangan dengan ornamen.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6