Liputan6.com, Jakarta - Warisan budaya Indonesia hadir dengan sentuhan modern melalui koleksi "Dari Hati ke Tangan" dari BINhouse yang diperkenalkan di Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Koleksi ini mengeksplorasi kebaya dan tekstil tradisional Nusantara dalam gaya busana kontemporer, tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat di dalamnya.
Mengusung tema tersebut, BINhouse menyoroti perjalanan di balik terciptanya sebuah busana. Ketekunan, ketelitian, dan keterampilan para perajin menjadi bagian penting dalam setiap proses, mulai dari pengolahan material hingga menghasilkan pakaian siap dikenakan.
Pendekatan ini menempatkan proses kreatif sebagai bagian tak terpisahkan dari nilai sebuah karya. Eksplorasi tersebut turut terlihat dalam penggunaan batik yang memiliki pakem, filosofi, dan tradisi turun-temurun.
Advertisement
Bagi jenama itu, melestarikan warisan tekstil Indonesia tidak harus terpaku pada bentuk konvensional. Nilai tradisional tetap dijaga, sementara pengaplikasiannya dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern.
"Koleksi terbaru kami konsisten dengan eksplorasi tentang bagaimana tekstil tradisional Indonesia dikenakan dan diekspresikan,"kata Presiden Direktur BINhouse, Elang Komara, di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Pemakai juga berperan dalam membawa tradisi ke ranah personal. Kebaya dan kain tradisional tidak hanya menjadi bagian dari penampilan, tapi juga medium untuk mengekspresikan identitas, karakter, serta preferensi gaya masing-masing.
Dengan demikian, warisan budaya dapat hadir dalam pilihan berbusana sehari-hari. Sementara itu, proses kreatif BINhouse dimulai sejak pemilihan benang, pemintalan, hingga penenunan kain.
Teknik Pengolahan Kain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389374/original/003702400_1793711409-55616987036_17abab8fa4_o.jpg)
Setelah itu, maestro batik dan ahli pewarnaan mengambil peran dalam mengolah tekstil melalui tahapan pengerjaan yang berbeda. Setiap kain merupakan hasil kolaborasi berbagai tenaga terampil.
Penenun membentuk struktur material, pembatik menggarap motif, sementara pencelup warna memberikan karakter melalui proses pewarnaan. Keterlibatan para ahli sejak awal produksi memungkinkan BINhouse memahami potensi kain sebelum dikembangkan menjadi busana.
Eksplorasi kemudian berlanjut melalui teknik kerancang, tie-dye, dan sulaman. Perpaduan metode tersebut menghadirkan variasi tekstur serta detail yang memperkaya tampilan pakaian.
Selain batik dan tenun, pengolahan dengan teknik berbeda juga membuka kemungkinan baru dalam menciptakan busana dengan karakter khas, sekaligus memperlihatkan bagaimana beragam keterampilan tradisional dapat diterapkan dalam rancangan yang mengikuti perkembangan mode.
Advertisement
Interpretasi Kebaya Nusantara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389379/original/052069700_1793711907-55620904924_07abed98a4_o.jpg)
Peragaan "Dari Hati ke Tangan" dari BINhouse menghadirkan 48 tampilan dalam tiga sekuen yang mengeksplorasi kebaya dan kain tradisional Nusantara. Ragam rancangan tersebut menawarkan pilihan gaya bagi perempuan dengan karakter dan kebutuhan berbusana yang berbeda.
Salah satu sorotan koleksi ini adalah reinterpretasi kebaya melalui permainan potongan, siluet, dan padu padan. Bentuk klasik diolah dengan pendekatan yang lebih segar, menghadirkan alternatif gaya tanpa menghilangkan identitas kebaya sebagai busana khas Indonesia.
Eksplorasi serupa terlihat pada penggunaan kain batik dan tenun. Kedua tekstil tradisional tersebut dihadirkan dalam beragam rancangan yang memperluas cara pemakaiannya. Perpaduan elemen tradisional dengan gaya kontemporer memberikan pilihan busana untuk berbagai kesempatan, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga acara formal.
Variasi tampilan ini juga memperlihatkan bagaimana kebaya dan tekstil Nusantara dapat menjadi bagian dari gaya personal perempuan masa kini.
Iringan Musik di Runway
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389368/original/045936800_1793711282-55619691782_002dd74e65_o.jpg)
Musik menjadi elemen penting dalam membangun atmosfer peragaan. Ketiga sekuen menghadirkan karakter berbeda, mulai dari suasana ceria yang dipenuhi interaksi, nuansa menggoda, hingga atmosfer tenang yang elegan.
Pada salah satu sekuen, dominasi warna putih dan krem berpadu dengan detail renda serta rok yang bergerak lembut mengikuti langkah model. Nuansa tersebut diperkuat lagu She’s the One dari Robbie Williams.
Sementara itu, Another One Bites the Dust dari Queen dan Valerie yang dipopulerkan Mark Ronson bersama Amy Winehouse turut mengiringi peragaan. Alih-alih sekadar melangkah di runway, para model menampilkan gerakan ekspresif mengikuti irama musik.
Gaya berjalan yang beragam, termasuk karakter maskulin dengan gestur percaya diri, menghadirkan dinamika tersendiri. Perpaduan musik, gerak, dan busana membuat setiap sekuen memiliki atmosfer yang berbeda.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388810/original/006254700_1793683157-Screenshot_2026-11-03_115910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389369/original/050993600_1793711322-55621112190_ae523a01b4_o.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382653/original/051225800_1793005136-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_2.39.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342184/original/009861400_1788756874-SnapInsta.to_798350579_18622947598036600_7565999608631451907_n.jpg)