Tren Olahraga 2026 Makin Beragam, Trail Running hingga Hot Pilates

Tren olahraga tahun ini menghadirkan beragam pilihan aktivitas menarik, mulai dari lari, Pilates, olahraga raket, hingga kompetisi multisport.

Diterbitkan 03 November 2026, 18:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren olahraga 2026 menghadirkan beragam pilihan bagi pencinta gaya hidup aktif. Tak hanya untuk menjaga kebugaran tubuh, sejumlah aktivitas fisik juga menawarkan pengalaman baru.

Mulai dari berlari bersama komunitas hingga mengikuti kompetisi yang memadukan lari dan latihan kekuatan, running, trail running, dan HYROX menjadi tren yang menarik untuk dicoba.

Melansir The Independent UK, Selasa (3/11/2026), sejumlah pakar kebugaran memang memprediksi trail running akan semakin populer pada 2026. Olahraga ini mengajak pelari menjelajahi jalur alam dengan permukaan dan elevasi yang beragam.

Berbeda dari lari di jalan raya, trail running menawarkan tantangan melalui lintasan tanah, bebatuan, dan tanjakan. Pelari perlu menyesuaikan langkah, kecepatan, dan keseimbangan sesuai kondisi medan. Pengalaman ini memberikan variasi latihan sekaligus kesempatan menikmati suasana alam.

Tren lari juga berkembang melalui komunitas lari. Aktivitas ini memungkinkan peserta berolahraga bersama, menjelajahi rute baru, dan membangun kebiasaan hidup aktif. Kehadiran komunitas turut membuat kegiatan lari terasa lebih menyenangkan dan interaktif.

Sementara itu, HYROX menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai tantangan intensitas tinggi. Kompetisi kebugaran ini menggabungkan delapan jenis latihan fungsional dengan sesi lari sejauh 1 kilometer di antara setiap stasiun.

Rangkaian latihannya meliputi SkiErg, sled push, sled pull, burpee broad jumps, rowing, farmers carry, sandbag lunges, dan wall balls. Format tersebut menguji daya tahan kardiovaskular sekaligus kekuatan otot melalui urutan latihan yang telah ditentukan penyelenggara.

Hot Yoga dan Pilates

Yoga dan pilates tetap menjadi tren olahraga populer pada 2026. Keduanya kini hadir dengan variasi kelas yang menawarkan pengalaman berbeda, termasuk latihan di ruangan bersuhu panas melalui hot yoga dan hot pilates.

Hot pilates menggabungkan gerakan pilates dengan suhu ruangan yang lebih tinggi dibandingkan kelas reguler. Kondisi ini dapat meningkatkan produksi keringat selama latihan. Peserta perlu menjaga asupan cairan dan menyesuaikan intensitas gerakan dengan kemampuan tubuh, terutama jika baru mencoba olahraga ini.

Selain itu, reformer pilates juga menarik perhatian pencinta kebugaran. Jenis pilates ini menggunakan alat khusus berupa mesin dengan platform bergerak, pegas, dan tali untuk memberikan resistansi selama latihan.

Berbeda dari pilates mat yang dilakukan di atas alas, reformer pilates menawarkan variasi gerakan dengan bantuan alat. Latihan ini membantu mengembangkan kekuatan otot, koordinasi, serta kontrol tubuh melalui gerakan yang terarah.

Tenis, Padel, dan Pickleball

Olahraga raket turut meramaikan tren kebugaran 2026. Tenis, padel, dan pickleball menjadi beberapa pilihan yang menarik perhatian pencinta olahraga. Meski sama-sama menggunakan raket atau paddle, ketiganya memiliki karakter permainan dan perlengkapan berbeda.

Tenis dimainkan di lapangan dengan net di tengah menggunakan raket bertali. Sementara itu, padel umumnya dimainkan secara berpasangan di lapangan yang lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca atau pagar. Raketnya memiliki permukaan padat berlubang tanpa senar.

Berbeda dari keduanya, pickleball menggunakan paddle dan bola plastik berlubang. Olahraga ini dimainkan di lapangan berukuran lebih kecil dengan aturan serta tempo permainan tersendiri.

Ketiga olahraga tersebut bisa menjadi pilihan aktivitas bersama teman, baik untuk mencoba permainan baru maupun menikmati suasana kompetitif yang menyenangkan.

Triathlon dan Aquathlon

Triathlon dan aquathlon menjadi pilihan olahraga bagi mereka yang menyukai tantangan fisik dengan format berbeda. Keduanya termasuk cabang olahraga multisport yang menggabungkan beberapa aktivitas dalam satu kompetisi.

Triathlon terdiri dari tiga disiplin, yakni berenang, bersepeda, dan berlari. Peserta harus menyelesaikan seluruh rangkaian tersebut secara berurutan, termasuk perpindahan dari satu cabang ke cabang berikutnya. Persiapannya membutuhkan latihan terencana untuk membangun daya tahan dan kemampuan fisik.

Sementara itu, aquathlon menggabungkan dua aktivitas, yaitu berenang dan berlari tanpa bersepeda. Formatnya lebih ringkas dibandingkan triathlon sehingga bisa menjadi alternatif bagi pencinta olahraga multisport.

Meski hanya melibatkan dua disiplin, peserta tetap membutuhkan stamina, teknik, dan persiapan fisik yang memadai untuk menuntaskan perlombaan.