Bacaan Doa Setelah Sholat Wajib Agar Urusan Sehari-hari Dimudahkan, Waktu Mustajab yang Sayang Dilewatkan

Salat fardhu merupakan kewajiban utama setiap Muslim sekaligus salah satu tiang agama

Diterbitkan 03 November 2026, 15:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salat fardhu merupakan kewajiban utama setiap Muslim sekaligus salah satu tiang agama. Setelah sholat fardhu adalah waktu mustajab untuk bermunajat, termasuk berdoa agar urusan sehari-hari dimudahkan.

Rasulullah SAW menyebut doa pada sepertiga malam terakhir dan setelah shalat wajib sebagai bagian dari waktu yang memiliki keutamaan untuk berdoa (HR. At-Tirmidzi). Karena itu, momen setelah sholat dapat diisi dengan amalan yang memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah.

Sayangnya, sebagian orang terburu-buru meninggalkan tempat sholat setelah salam sehingga melewatkan kesempatan untuk berzikir dan berdoa. Padahal, meluangkan waktu sejenak untuk memanjatkan doa dapat menjadi bekal spiritual sebelum kembali menjalani aktivitas, baik dalam urusan pekerjaan, rezeki, keluarga, maupun persoalan lainnya.

Merujuk buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, Dzikir Pagi & Petang karya Syaikh Sa‘id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dan buku Kumpulan Doa Sehari-hari, berikut ini adalah bacaan doa setelah sholat wajib agar urusan sehari-hari dimudahkan, keutamaannya, serta tuntunan pengamalannya.

Doa Setelah Sholat Wajib Agar Urusan Sehari-Hari Dimudahkan

1. Doa agar Urusan Sehari-hari Dimudahkan

Doa ini masyhur dan dianjurkan untuk dibaca setelah sholat fardhu, khususnya untuk memohon agar segala urusan dimudahkan. Doa ini bersumber dari hadis riwayat Ibnu As-Sunni dan juga disebutkan dalam Hisnul Muslim karya Syaikh Sa‘id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani.

Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Latin: Yā Ḥayyu yā Qayyūm, bi-raḥmatika astaghīth, wa aṣliḥ lī sya’nī kullahu, wa lā takilnī ilā nafsī ṭarfata ‘aynin abadan

Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah segala urusanku, dan janganlah Engkau serahkan kepadaku walau sekejap mata pun tanpa mendapat pertolongan dari-Mu, selamanya.”

Doa ini memiliki kedudukan yang sangat agung karena menggabungkan tiga hal: wasilah (perantara) melalui dua nama Allah yang paling mulia (al-Ḥayyu al-Qayyūm), permohonan perbaikan seluruh keadaan, dan ta‘awwudz (perlindungan) dari kebergantungan pada diri sendiri tanpa pertolongan Allah.

Dalam Fatḥ al-Bārī, Ibnu Ḥajar menyebutkan bahwa nama al-Ḥayyu al-Qayyūm adalah nama yang paling sering digunakan dalam doa-doa Nabi, karena mengandung kesempurnaan sifat kehidupan dan penjagaan Allah terhadap makhluk-Nya.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bāz raḥimahullāh dalam Tuhfatul Akhyār juga menegaskan bahwa doa ini termasuk doa yang diajarkan Nabi dan sangat dianjurkan untuk dibaca setelah shalat fardhu sebagai permohonan agar Allah memperbaiki urusan agama dan dunia.

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wa Lailah (no. 46). Al-Ḥāfiẓ Ibnu Ḥajar dalam Natā’ij al-Afkār menilai sanadnya sebagai hasan, sehingga dapat dijadikan hujah dalam beramal.

Syaikh Sa‘id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim mencantumkan doa ini sebagai bagian dari zikir pagi dan petang serta doa setelah shalat. Dalam Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Shalat Fardhu, beliau menempatkan doa ini di antara bacaan yang dianjurkan untuk memohon pertolongan Allah dalam segala keadaan, terutama setelah menunaikan kewajiban shalat.

2. Doa Agar Segala Urusan Dimudahkan

Selain doa di atas, terdapat doa lain yang juga sangat dianjurkan dan disebutkan dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI.

Arab: اَللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Latin: Allāhumma lā sahla illā mā ja‘altahu sahlā, wa anta taj‘alul-ḥazna idzā syi’ta sahlā

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan yang sulit bisa Engkau permudah bila Engkau kehendaki mudah.” (HR. Ibnu Ḥibbān)

Doa ini sangat relevan untuk memohon kemudahan dalam urusan sehari-hari, karena menegaskan bahwa segala kesulitan hanya dapat diurai oleh Allah.

Keutamaan Doa Setelah Sholat Wajib agar Urusan Dimudahkan

1. Meraih ijabah dan kedekatan dengan Allah

Waktu setelah shalat fardhu adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda, “Doa yang paling banyak didengar adalah shalat tengah malam dan doa akhir setelah selesai shalat wajib” (HR. At-Tirmidzi).

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyatakan bahwa para ulama sepakat tentang anjuran berzikir dan berdoa setelah shalat fardhu. Dengan membaca doa ini, seorang hamba sedang menempatkan dirinya dalam posisi yang paling dekat dengan rahmat Allah, sehingga urusannya lebih mudah untuk diijabah.

2. Memperbaiki seluruh keadaan (aṣlaḥa sya’nahu kullah)

Doa ini secara eksplisit memohon agar Allah memperbaiki seluruh urusan hamba-Nya, bukan hanya satu aspek. Ini mencakup urusan agama, dunia, keluarga, rezeki, pekerjaan, dan hubungan sosial.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bāz dalam Tuhfatul Akhyār menegaskan bahwa doa ini mencakup kebaikan dunia dan akhirat secara menyeluruh, sehingga sangat tepat dibaca setelah shalat wajib sebagai fondasi harian seorang muslim.

3. Terhindar dari kebergantungan pada diri sendiri (lā takilnī ilā nafsī)

Salah satu sumber kesulitan hidup adalah ketika seseorang merasa mampu mengandalkan kekuatannya sendiri. Doa ini memohon agar Allah tidak menyerahkan urusan kepada diri sendiri walau sekejap mata.

Ibnu al-Qayyim dalam Zād al-Ma‘ād menegaskan bahwa tawakal yang benar adalah menyerahkan urusan kepada Allah disertai usaha, dan doa ini adalah bentuk tawakal yang paling tinggi karena menyadari kelemahan diri di hadapan Allah.

4. Mendapatkan pertolongan melalui nama al-Ḥayyu al-Qayyūm

Dua nama Allah dalam doa ini, al-Ḥayyu (Yang Maha Hidup) dan al-Qayyūm (Yang Maha Berdiri Sendiri serta mengurus makhluk-Nya), adalah nama yang paling agung.

Dalam Fatḥ al-Bārī, Ibnu Ḥajar menjelaskan bahwa Nabi sering berdoa dengan nama ini karena mengandung kesempurnaan sifat kehidupan dan penjagaan Allah. Dengan berwasilah melalui nama-nama ini, doa menjadi lebih kuat dan lebih dekat untuk dikabulkan.

5. Menghadirkan ketenangan hati dan menghilangkan kesulitan

Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa doa Allāhumma lā sahla illā mā ja‘altahu sahlā memiliki keutamaan untuk menghilangkan kesulitan dan menjadikan segala urusan menjadi mudah.

Membacanya setelah sholat fardhu akan menanamkan keyakinan bahwa tidak ada kesulitan yang abadi selama Allah berkehendak memudahkannya. Ketenangan hati ini pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas dan kualitas pengambilan keputusan dalam urusan sehari-hari.

6. Menjadi penyempurna ibadah shalat dan penjaga keberkahan

Shalat fardhu yang dikerjakan kadang memiliki kekurangan. Doa dan zikir setelah shalat berfungsi sebagai penambal kekurangan tersebut.

Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa ibadah sunnah, termasuk doa setelah shalat, dapat menambal kekurangan pada ibadah wajib. Dengan merutinkan doa ini, keberkahan shalat akan meresap ke dalam seluruh aktivitas harian, sehingga urusan dunia pun menjadi lebih lancar dan penuh berkah.

 

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Sholat

1. Kapan waktu terbaik membaca doa setelah sholat wajib agar urusan dimudahkan?

Waktu terbaiknya adalah tepat setelah salam dari shalat fardhu, sebelum beranjak atau berbicara hal lain. Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidak langsung pergi setelah shalat, melainkan membaca istighfar, zikir, dan doa terlebih dahulu. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa waktu setelah shalat fardhu adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa.

2. Apakah doa ini boleh dibaca setelah semua shalat wajib atau hanya shalat tertentu?

Doa ini boleh dan dianjurkan dibaca setelah semua shalat wajib (Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya). Syaikh Sa‘id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim mencantumkannya sebagai bagian dari zikir setelah shalat tanpa mengkhususkan pada shalat tertentu. Bahkan, Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kemenag RI juga mencantumkan doa permohonan kemudahan sebagai bagian dari doa seputar ibadah shalat.

3. Apakah harus membaca doa Arab lengkap, atau boleh dengan bahasa Indonesia?

Yang paling utama adalah membaca teks Arab sesuai yang diajarkan Nabi, kemudian memahami artinya. Namun, jika belum hafal, boleh membaca terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebagai doa, lalu berusaha menghafal teks Arabnya secara bertahap. Para ulama menegaskan bahwa doa dengan bahasa selain Arab tetap sah dan mustajab, selama dipahami maknanya.

4. Apakah doa ini harus dibaca dengan suara keras atau pelan?

Dianjurkan dengan suara yang lembut (sirr), tidak terlalu keras hingga mengganggu orang lain, dan tidak pula terlalu pelan hingga tidak terdengar oleh diri sendiri. Allah berfirman, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut” (QS. Al-A‘rāf: 55). Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga menganjurkan agar zikir setelah shalat dibaca dengan suara sedang, tidak berlebihan.

5. Apakah ada doa lain yang lebih singkat untuk memohon kemudahan urusan?

Ada. Doa singkat yang bisa dibaca adalah “Allāhumma lā sahla illā mā ja‘altahu sahlā” (Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah). Doa ini bersumber dari hadis riwayat Ibnu Ḥibbān dan disebutkan dalam Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kemenag RI. Doa ini sangat praktis dan dapat dibaca kapan saja, termasuk setelah shalat fardhu, untuk memohon kemudahan dalam urusan yang sedang dihadapi.