Detik-detik Jet Jatuh dan Meledak di Florida, Komunikasi Terakhir Awak Terungkap

Detik-detik terakhir jet jatuh di Florida terungkap, awak pesawat melaporkan es dan turbulensi sebelum menukik tajam dengan kecepatan 20.000 kaki per menit.

Diterbitkan 03 November 2026, 15:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) menyelidiki penyebab jatuhnya sebuah jet pribadi yang menukik tajam sebelum meledak di Florida. Investigasi akan mencakup kemungkinan adanya bagian pesawat yang terlepas sebelum kecelakaan terjadi, yang menewaskan seluruh sembilan orang di dalamnya.

Dikutip dari BBC, Selasa (3/11/2026), pesawat jenis Learjet 60 tersebut tengah melakukan penerbangan dari Austin, Texas, menuju Bahama pada Minggu. Namun, pesawat justru jatuh di sebuah jalan raya yang berjarak sekitar 14 kilometer dari resor Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump.

Di antara korban tewas terdapat seorang pengusaha teknologi bersama istri dan kedua anaknya, serta seorang kopilot berusia 20 tahun.

Dalam keterangan pada Senin, NTSB mengatakan pihaknya juga akan menyelidiki kemungkinan es dan turbulensi menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut.

NTSB mengonfirmasi bahwa setelah lepas landas dari Austin, awak pesawat sempat menghubungi pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk melaporkan adanya es dan turbulensi sedang yang mereka hadapi.

"Kami mendapati adanya presipitasi dan meminta izin untuk naik ke ketinggian 37.000 kaki jika memungkinkan," demikian bunyi komunikasi awak pesawat.

Anggota NTSB Tom Chapman mengatakan, kurang dari 30 detik setelah komunikasi tersebut, pesawat mulai kehilangan ketinggian. Awak pesawat kemudian mengirimkan panggilan darurat atau mayday.

Namun, komunikasi berikutnya tidak lagi dapat dipahami.

"Sayangnya, seluruh orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia," kata Chapman.

NTSB menyebut es dan turbulensi sebagai faktor yang turut diperhitungkan dalam kecelakaan tersebut. Meski demikian, penentuan penyebab pasti insiden diperkirakan membutuhkan proses investigasi yang panjang.

Badai petir juga dilaporkan terjadi di wilayah tersebut saat kecelakaan berlangsung.

Pesawat Menukik 20.000 Kaki per Menit

Selain menyelidiki kondisi cuaca, petugas berupaya memastikan apakah pesawat dilengkapi perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR) saat kecelakaan terjadi dan apakah perangkat tersebut masih dapat ditemukan.

Dalam penyelidikan ini, NTSB bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), perwakilan Learjet, ahli meteorologi, serta pakar pengatur lalu lintas udara.

Penyelidik keselamatan penerbangan NTSB, Timothy Monville, mengatakan proses evakuasi puing-puing pesawat dari kawah yang terbentuk di jalan raya akan menjadi tantangan besar.

"Memulihkan puing-puing dari kawah di jalan raya akan menjadi tantangan yang berat," ujarnya.

Analisis penerbangan menunjukkan jet tersebut mengalami penurunan ketinggian hingga ratusan kaki per detik sebelum akhirnya menghantam daratan.

Dalam rekaman komunikasi dengan pengatur lalu lintas udara, salah seorang awak terdengar menyatakan kondisi darurat sambil berteriak bahwa pesawat mengalami kecepatan berlebih dan menukik dengan laju 20.000 kaki per menit.

"Kami dalam kondisi kecepatan berlebih, menurun 20.000 kaki per menit," ujar awak pesawat tersebut.

Awak kemudian mengatakan bahwa pesawat akan menghantam tanah.

Sekitar 35 detik setelah panggilan mayday pertama disampaikan, komunikasi terakhir dari kokpit diduga berbunyi, "Waktu kami sudah habis."

 

Identitas Sembilan Korban Terungkap

Tujuh penumpang yang tewas dalam kecelakaan tersebut telah diidentifikasi melalui pernyataan bersama keluarga mereka.

Mereka adalah pengusaha teknologi Adam Robinson, istrinya Helen Sharp, serta kedua anak mereka, Emma dan Charlie. Tiga korban lainnya yakni Rachael Reed, Charmi Fehr, dan Anita Maria Cetina.

Sementara itu, pilot pesawat dilaporkan bernama Jeffery Gregory. Adapun kopilotnya adalah Nathalia Filgueiras, yang diketahui telah memperoleh lisensi pilot saat berusia 17 tahun.

Selain sembilan orang yang tewas di dalam pesawat, seorang pria yang berada di darat juga mengalami cedera pada bagian kaki ketika jet tersebut menukik dan menghantam jalan raya.

Â