2 November 1917: Deklarasi Balfour Rilis, Inggris Dukung Pemindahan Warga Yahudi ke Palestina

Apa alasan rilisnya Deklarasi Balfour oleh Inggris pada 2 November 1917?

Diterbitkan 02 November 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Menteri Luar Negeri Arthur James Balfour menulis surat penting dalam sejarah dunia kepada warga Yahudi terkemuka di Inggris bernama Baron Lionel Walter Rothschild, yang menyatakan dukungan pemerintah Inggris terhadap berdirinya tanah air untuk bangsa Yahudi di Palestina pada 2 November 1917. Surat ini kemudian dikenal sebagai Deklarasi Balfour.

Dikutip dari History.com, Senin (2/11/2026), dukungan Inggris terhadap gerakan Zionis datang dari kekhawatirannya tentang arah Perang Dunia I. Selain keyakinan tulus akan kebenaran Zionisme, yang dianut oleh Lloyd George dan tokoh-tokoh lainnya, para pemimpin Inggris berharap bahwa pernyataan yang mendukung Zionisme akan membantu memperoleh dukungan dari kaum Yahudi bagi Sekutu.

Pada 2 November, Balfour mengirim surat tersebut kepada tokoh Zionis terkemuka Lord Rothschild sekaligus teman dari Chaim Weizmann, yang bertuliskan, "Pemerintah Yang Mulia memandang baik pendirian sebuah tanah air nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina."

Pengaruh Deklarasi Balfour terhadap perjalanan peristiwa pascaperang langsung terasa. Berdasarkan sistem "mandat" yang ditetapkan oleh Perjanjian Versailles tahun 1919, Inggris dipercayakan untuk mengelola Palestina, dengan pemahaman bahwa Inggris akan bertindak atas nama penduduk Yahudi dan Arab di sana.

Â