Liputan6.com, London - Para sejarawan telah membuat peta interaktif daring yang pertama di dunia, menggunakan data dari ratusan ribu halaman catatan pelabuhan yang berusia berabad-abad untuk memetakan perkembangan Britania Raya menjadi negara perdagangan global yang dominan.
Dikutip dari Phys.org, Jumat (23/10/2026), proyek Universitas Southampton menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah informasi dari "buku pelabuhan" yang ditulis tangan dan rapuh menjadi basis data raksasa tentang sejarah pelayaran dagang Inggris. Basis data ini memetakan pertumbuhan negara tersebut menjadi sebuah kerajaan dari akhir abad ke-16 hingga pertengahan abad ke-18, mulai dari masa pemerintahan Elizabeth I hingga George III.
Para peneliti telah mencatat ratusan ribu perjalanan laut, termasuk informasi tentang kapal, pelabuhan, rute laut, dan barang-barang. Proyek ini mengungkapkan bahwa Eropa menyumbang sebagian besar perdagangan luar negeri Inggris, lebih besar daripada kontribusi koloni-koloninya di seluruh dunia.
Advertisement
Mereka juga menemukan informasi tentang apa yang diperjual belikan, dengan batu bara sebagai komoditas utama, disusul oleh bir. Mainan anak-anak, usus domba, dan tali busur adalah barang-barang yang populer, bersama dengan obat serba guna yang diyakini ampuh, "Venice treacle."
Tim tersebut menggunakan AI untuk membantu mengambil data dari sejumlah besar perjalanan laut yang tercatat dalam buku pelabuhan tulisan tangan, dokumen bersejarah yang membentuk catatan terus menerus selama 200 tahun tentang perjalanan laut individu, pelabuhan, kapal, nahkoda, dan muatan sejak tahun 1565.
Mereka memindai sekitar 100 ribu halaman dari buku-buku perkamen berbalut kulit yang rapuh di Arsip Nasional di Kew. Proses yang sangat teliti ini menggunakan perangkat lunak khusus untuk mengenali teks, mempelajari, dan mengompilasi informasi tentang siapa yang berdagang apa, dengan siapa, kapan, dan di mana.Â
Â
Informasi yang Terdapat dalam Catatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378142/original/019640700_1792490705-camera-obscura-rvVhr2LngP4-unsplash.jpg)
"Ini adalah tugas yang besar, yang diselesaikan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tutur sejarawan dan peneliti utama Craig Lambert sekaligus profesor di Universitas Southampton. "Tanpa bantuan AI dalam mengekstrak dan mengorganisir data, proses ini akan memakan waktu bertahun-tahun. Walaupun masih memerlukan pemeriksaan manual, hal ini sangat mempercepat prosesnya."
"Kami mengajarkan AI untuk mengenali tulisan tangan unik milik berbagai pejabat pelabuhan dan perubahan ejaan kata-kata sepanjang beberapa dekade," tambahnya.
Para sejarawan bekerja sama dengan GeoData Institute di Southampton untuk mengolah sejumlah besar informasi dari buku-buku pelabuhan, beserta dokumen-dokumen sejarah lainnya, menjadi sebuah basis data yang menjadi landasan peta interaktif tersebut. Peta ini memungkinkan pengguna untuk menjelajahi perdagangan maritim sepanjang waktu serta dari berbagai titik minat dan sudut pandang.
"Kami ingin membuat informasi ini semudah mungkin diakses oleh masyarakat umum, para akademisi, dan sejarawan warga. Masyarakat dapat dengan mudah menjelajahi data tentang berbagai periode, pusat perdagangan, kapal, barang, rute, dan banyak lagi," tutur profesor di GeoData Jason Sadler.
Mereka juga mengidentifikasi lebih dari 3.000 pelabuhan di dalam dan luar negeri. Jumlah ini mencakup lebih dari 1.000 pelabuhan Inggris dalam jaringan luas yang membentang di sepanjang jalur perairan pesisir dan pedalaman negara tersebut. Proyek ini juga menunjukkan bahwa perdagangan Inggris dengan Eropa sangat penting bagi perekonomiannya, bahkan saat Imperium Britania terus berkembang.
Jika megambil periode 1696-97 sebagai contoh, pasar-pasar Eropa menyumbang sekitar 80 persen dari perdagangan luar negeri Inggris yang tercatat. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan perdagangan dengan Eropa tetap sangat penting, walaupun hubungan kolonial dan global semakin berkembang.
Analisis awal juga menyoroti hubungan perdagangan yang erat dengan Eropa sebagai tema umum yang melintasi dua abad tersebut.
Â
Advertisement
Negara dengan Hubungan Perdagangan Maritim Tertinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378150/original/011073400_1792490928-chris-pagan-sfjS-FglvU4-unsplash.jpg)
Dari 15 negara teratas berdasarkan jumlah lokasi maritim tercatat yang terkait dengan perdagangan, 10 di antaranya berada di Eropa. Di peringkat tertinggi adalah Prancis dengan 157 situs maritim yang teridentifikasi, diikuti oleh Belanda dengan 68 situs, sementara India berada di peringkat ketiga dengan 59 situs.
Lektor kepala bidang sejarah Dr. John McAleer sekaligus salah satu pemimpin penelitian berkata, "Menarik untuk dicatat bahwa bahkan berabad-abad yang lalu, Eropa adalah kawasan perdagangan luar negeri utama Inggris, dan walaupun Inggris memiliki jaringan global yang penting, sebagian besar perdagangan intinya masih dilakukan di wilayah yang lebih dekat dengan wilayahnya sendiri."
Di Inggris, wilayah Barat Daya (South West) mendominasi aktivitas pelayaran perdagangan, dengan 426 lokasi maritim yang tercatat sepanjang berabad-abad. Wilayah Tenggara menyusul dengan 306 lokasi yang teridentifikasi, sedangkan Skotlandia mencatat 98 lokasi maritim. Wilayah maritim London dan Sungai Thames secara keseluruhan saja sudah mencakup 135 pelabuhan, dermaga, dan tempat pendaratan yang teridentifikasi.
Catatan-catatan tersebut mengungkap lanskap maritim yang terlupakan, yaitu pelabuhan-pelabuhan dan komunitas perdagangan yang dulu berjaya. Mulai dari kota Dunwich yang hilang dan pelabuhan Ravenspurn yang lenyap, hingga pelabuhan-pelabuhan di muara sungai di Kent dan Essex, pelabuhan-pelabuhan di Norfolk, Old Winchelsea, Brightlingsea, dan St. Osyth, tempat yang dulu sangat penting bagi perdagangan pesisir dan global Britania.
Batu bara adalah komoditas yang paling sering tercatat dalam data bea cukai, muncul dalam lebih dari 101 ribu entri kargo, kemudian malt (bir ale), gandum, besi, wol, dan anggur. Dalam catatan 1696-97 saja, para sejarawan mengidentifikasikan lebih dari 500 ribu kulit hewan impor, termasuk kulit beruang, macan kumbang, serigala, rakun, dan berang-berang, yang menyoroti jangkauan global yang luar biasa dari perdagangan maritim Britania. Catatan tersebut juga mengungkapkan keragaman barang dagangan yang luar biasa.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378146/original/068098900_1792490780-steve-a-johnson-_0iV9LmPDn0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411698/original/040353100_1479708120-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379355/original/069062700_1792592920-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3522657/original/065387600_1627377386-bendera.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378400/original/018277400_1792505880-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378037/original/061566700_1792488197-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3514489/original/043902200_1626666359-GURITA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305546/original/010853000_1784797139-Meet_the_New_BitMEX_App_1200x675_en.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4389480/original/004283100_1681122889-Thumbnail_Liputan6.com.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372931/original/093781400_1791925181-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)