31 Oktober 2008: Satoshi Nakamoto Perkenalkan Bitcoin ke Dunia untuk Pertama Kali

Apa respons banyak pihak saat peluncuran Bitcoin pada 31 Oktober 2008?

Diterbitkan 31 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Penemu bitcoin yang misterius dan anonim bernama Satoshi Nakamoto merilis dokumen bitcoin, yang memperkenalkan mata uang kripto tersebut sekaligus cara penggunaannya kepada dunia pertama kali dalam sejarah pada 31 Oktober 2008. Sesuai dengan rancangannya, hanya 21 juta bitcoin yang akan pernah “ditambang,” atau dilepaskan ke pasar.

Dikutip dari History.com, Sabtu (31/10/2026), makalah tesis dengan tebal sembilan halaman berjudul "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System," ini menerapkan struktur dasar jaringan bitcoin.

Dokumen tersebut juga memaparkan ide tentang mata uang kripto terdesentralisasi, atau mata uang elektronik (seperti uang digital) yang memungkinkan transaksi dengan biaya rendah tanpa melibatkan lembaga keuangan ataupun pihak ketiga.

Saat dokumen tersebut rilis, gagasan inti dari mata uang kripto tersebut sebenarnya sudah ada. Namun, terobosan utama dari dokumen tersebut adalah berhasil meyakinkan para pengguna bitcoin untuk saling percaya satu sama lain dan jaringan bitcoin tanpa adanya pihak pengawas seperti bank terpusat atau pemerintah.

Menurut profesor ilmu komputer di Cornell University Emin Gun Sirer, "Satoshi telah membuka jalan untuk transformasi menyeluruh industri keuangan."

Bitcoin mencapai hal ini dengan menggunakan "blockchain," sebuah buku besar elektronik yang ditandatangani dan didistribusikan kepada semua orang di jaringan bitcoin. Hal ini membuat pengeluaran palsu atau manipulasi buku besar hampir mustahil untuk terjadi.

Selama bertahun-tahun, bitcoin berkembang dari sekedar ide kecil menjadi fenomena global, seiring dengan para investor mulai melihatnya sebagai sarana untuk menyimpan kekayaan atau sebagai lindung nilai terhadap inflasi, dan seiring lembaga-lembaga keuangan menemukan cara untuk menciptakan instrumen keuangan berbasis kripto.

Namun, pasar bitcoin telah mengalami volatilitas yang ekstrem. Sejak peluncurannya pada 2010 hingga awal 2024, harganya mengalami empat kali penurunan hingga setengahnya. Pada November 2021, harganya mencapai rekor tertinggi (saat itu) sebesar US$ 69 ribu (dengan kurs sekarang sekitar Rp 1,2 miliar).

Kemudian pada akhir 2022, harganya telah turun di bawah US$ 20 ribu (sekarang sekitar Rp 363,4 juta). Di bulan Maret 2024, harganya mencapai US$ 73 ribu (Rp 1,3 miliar) per koin. Pada akhir 2024, harga satu token bitcoin melonjak melebihi US$ 100 ribu (Rp 1,8 miliar) untuk pertama kalinya, seiring dengan harapan akan lingkungan regulasi yang menguntungkan di bawah pemerintahan Trump yang baru terpilih.

Untuk Nakamoto, ia tetap anonim, walaupun telah ada beberapa upaya atau klaim yang berkata telah mengungkap identitasnya, mulai dari para detektif internet dan ahli matematika hingga The New Yorker, Financial Times, Fast Company, dan HBO. Namun, belum pernah tercapai kesepakatan tentang hal ini, dan Nakamoto tetap menjadi misteri.