Peringati Hari Republik ke-103, Turki Tekankan Penguatan Kemitraan Strategis dengan RI

Turki dan Indonesia membuka peluang pengembangan kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertahanan, teknologi, perdagangan, dan pendidikan.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 07:01 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Republik Turki ke-103 menjadi momentum untuk menegaskan komitmen penguatan kemitraan strategis antara Turki dan Indonesia, khususnya dalam bidang pertahanan, pengembangan teknologi, dan industri pertahanan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam resepsi peringatan Hari Republik Turki di Jakarta, Kamis (29/10/2026), melalui sambutan Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan dan Wakil Menteri Pertahanan RI Yusuf Jauhari.

Dalam sambutannya, Talip mengatakan hubungan bilateral kedua negara terus mengalami kemajuan signifikan dari tahun ke tahun, didukung oleh peningkatan kerja sama di berbagai sektor serta intensitas pertemuan tingkat tinggi.

"Kami mengalami kemajuan yang signifikan dalam hubungan bilateral setiap tahun," ujar Talip.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia dan Turki telah memperingati 75 tahun hubungan diplomatik pada 2025. Kemitraan tersebut semakin diperkuat melalui kunjungan pejabat tinggi, pertemuan perdana Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi (High-Level Strategic Cooperation Council), serta pertemuan pertama menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara dalam format 2+2.

Talip menyebut berbagai pertemuan tersebut telah semakin memperdalam kemitraan Indonesia dan Turki. Ia menggarisbawahi bahwa pertemuan serupa akan kembali diselenggarakan pada tahun mendatang.

"Kerja sama industri pertahanan dan keamanan memainkan peran penting dalam hubungan persaudaraan kita," kata Talip.

Ia turut menyinggung penandatanganan Badr Accord baru-baru ini yang dinilainya akan membuka jalan bagi kemitraan baru antara Turki dan Indonesia.

Selain pertahanan, Talip menyoroti kerja sama kedua negara dalam berbagai organisasi dan forum multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), G20, dan MIKTA.

Ia menyampaikan pula apresiasi atas dukungan Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya terhadap kemitraan dialog Turki dengan ASEAN.

Menurut Talip, masih terdapat ruang yang luas untuk mengembangkan hubungan kedua negara, terutama di bidang ekonomi, kebudayaan, pendidikan, perdagangan, dan pertahanan.

Dalam sektor pendidikan, ia mengungkapkan bahwa saat ini hampir 6.000 mahasiswa asal Indonesia menempuh pendidikan di berbagai universitas di Turki.

Hubungan antarmasyarakat juga didukung oleh fasilitas perjalanan bebas visa bagi warga kedua negara serta penerbangan langsung harian Turkish Airlines yang menghubungkan Indonesia dan Turki.

Indonesia Dorong Transfer Teknologi dan Produksi Bersama

Sementara itu, Yusuf menegaskan pentingnya kemitraan pertahanan dengan Turki dalam memperkuat kemampuan dan kemandirian pertahanan nasional Indonesia.

Menurut Yusuf, hubungan kedua negara dibangun atas dasar saling menghormati, kepercayaan, dan komitmen bersama untuk mengembangkan kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua bangsa.

"Kemitraan pertahanan antara Indonesia dan Turki terus berkembang di berbagai bidang, termasuk industri pertahanan, pengembangan teknologi, pengadaan peralatan pertahanan, serta pendidikan dan pelatihan militer," tutur Yusuf.

Ia mengatakan perkembangan kemitraan tersebut turut tercermin dalam penyelenggaraan pertemuan perdana Indonesia-Turki dalam format 2+2 yang berlangsung di Ankara pada Januari 2026.

Pertemuan itu dinilainya menjadi tonggak penting dalam memperkuat dialog strategis sekaligus memperluas peluang kerja sama antara kedua negara.

Di tengah perkembangan lingkungan strategis dan tantangan keamanan yang semakin kompleks, Yusuf menilai kerja sama pertahanan dengan Turki memiliki arti penting bagi Indonesia.

Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun kemampuan pertahanan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesiapan kedua negara menghadapi tantangan keamanan pada masa mendatang.

Dalam konteks itu, Indonesia menaruh perhatian khusus pada kerja sama yang mampu menghasilkan manfaat nyata dan berjangka panjang.

Yusuf menekankan pentingnya transfer teknologi, produksi bersama, serta penguatan industri pertahanan dalam pengembangan kemitraan kedua negara.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi bagian dari kerja sama yang diharapkan dapat mendorong kemandirian pertahanan serta menciptakan nilai tambah yang seimbang bagi Indonesia dan Turki.

Ke depan, Indonesia berharap kemitraan pertahanan dengan Turki terus diperkuat melalui berbagai inisiatif konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

"Kami meyakini bahwa kemitraan ini tidak hanya harus memajukan kepentingan pertahanan kedua negara, tetapi juga memperkuat kontribusi bersama terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan maupun dunia," ujar Yusuf.

Ia optimistis hubungan Indonesia dan Turki akan terus berkembang menjadi kemitraan yang semakin erat, berlandaskan persahabatan, rasa saling percaya, dan komitmen bersama.

Momentum Peringatan 103 Tahun Republik Turki

Resepsi tersebut digelar untuk memperingati 103 tahun berdirinya Republik Turki modern yang diproklamasikan pada 29 Oktober 1923 di bawah kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk.

Dalam sambutannya, Talip mengenang perjalanan sejarah berdirinya Republik Turki setelah berakhirnya era Kesultanan Utsmaniyah yang berlangsung selama enam abad.

Menurutnya, visi Ataturk sebagai pendiri sekaligus presiden pertama Republik Turki untuk membangun negara yang makmur terus menjadi pedoman dan inspirasi hingga saat ini.

Talip juga menggambarkan Turki sebagai negara dengan perekonomian yang dinamis dan tangguh, populasi muda, serta sistem demokrasi yang menurutnya menjadi salah satu penopang stabilitas di kawasan dan dunia.

Peringatan Hari Republik Turki tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara kedua negara, dengan kehadiran perwakilan pemerintah, kalangan diplomatik, komunitas Turki di Indonesia, serta pelaku usaha.

Talip menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan dan kerja sama yang terus terjalin. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada komunitas Turki dan perusahaan-perusahaan yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Sementara itu, Yusuf, mewakili pemerintah Indonesia dan Kementerian Pertahanan RI, menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan rakyat Turki atas peringatan Hari Republik ke-103.

Ia berharap Turki terus mencapai kemajuan dan kemakmuran serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan stabilitas dunia.

"Semoga persahabatan, persaudaraan, dan kerja sama antara Indonesia dan Turki terus berkembang serta membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi kedua bangsa," tutup Yusuf.