29 Oktober 1969: Sejarah Internet, Pesan Pertama ARPANET Berisi Dua Huruf

Apa pesan yang ditulis dalam penggunaan internet pertama dalam sejarah pada 29 Oktober 1969?

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Para peneliti di Universitas California, Los Angeles berhasil mengirimkan pesan elektronik pertama dalam sejarah kepada Stanford Research Institute melalui ARPANET, cikal bakal internet modern pada 29 Oktober 1969.

Dikutip dari History.com, Kamis (29/10/2026), pada saat itu, apa yang sekarang orang kenal sebagai internet berawal sebagai jaringan komputer eksperimental yang masih sederhana, yang diinisiasi dan didanai oleh Advanced Research Projects Agency (ARPA) di bawah Kementerian Pertahanan Amerika Serikat.

Setelah Rusia meluncurkan satelit ruang angkasa Sputnik, Presiden Dwight D. Eisenhower mendirikan ARPA pada tahun 1958 untuk mempercepat penelitian ilmiah dan mendukung pengembangan teknologi yang berpotensi diterapkan dalam bidang pertahanan nasional.

Sekitar masa berdirinya ARPANET, profesor Ilmu Komputer di UCLA Leonard Kleinrock sedang mengembangkan teknologi transfer informasi yang disebut "packet switching," yang memecahkan informasi menjadi paket-paket kecil yang lebih mudah dikirim dan bisa disusun kembali oleh penerima. Hal ini kemudian menjadi landasan untuk bekerjanya internet.

Dalam wawancara di tahun 1999 dengan Daily Bruin dari UCLA, Kleinrock mengatakan bahwa penelitiannya yang menjadi awal mula dari semuanya. "Saya adalah penemu teknologi internet."

ARPANET diluncurkan pada musim gugur 1969. UCLA menjadi "node (titik)" pertamanya di awal September, ketika universitas tersebut menerima dan memasang perangkat keras jaringan yang diperlukan untuk meneruskan informasi ke node kedua jaringan tersebut, yaitu Stanford Research Institute.

Menurut Kleinrock, pesan pertama bersejarah tersebut seharusnya adalah kata "login." Namun, sistem rusak setelah dua huruf pertama. Hasilnya, pesan tersebut akhirnya hanya terdiri dari dua huruf, L dan O.

Pada awal Desember, ARPANET telah menambahkan dua node baru, yaitu Universitas California di Santa Barbara dan Universitas Utah. Secara perlahan, jaringan tersebut diperluas ke lingkup yang lebih besar, pertama di universitas-universitas lain seperti Harvard dan University College London, lalu ke dunia korporat.

Di tahun 1993, teknologi yang awalnya hanya bisa diakses oleh para ilmuwan kini tersedia untuk masyarakat umum, dan internetpun lahir.

Â