22 Oktober 1972: Presiden Vietnam Selatan Tolak Usulan Perdamaian

Apa alasan Presiden Vietnam Selatan menolak usulan perdamaian pada 22 Oktober 1972?

Diterbitkan 22 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Hanoi - Salah satu peristiwa dalam sejarah perang Vietnam adalah ketika Presiden Vietnam Selatan menolak setuju untuk usulan perdamaian yang diajukan Amerika Serikat (AS) pada 22 Oktober 1972.

Dikutip dari History.com, Kamis (22/10/2026), di Saigon, Henry Kissinger bertemu dengan Presiden Vietnam Selatan Thieu untuk mendapatkan persetujuannya atas usulan gencatan senjata yang sudah dirumuskan dalam perundingan damai rahasia dengan Vietnam Utara di Paris.

Usulan tersebut mengasumsikan peran Viet Cong pasca-perang, dan Thieu menolak poin-poin perjanjian yang diusulkan. Pihaknya juga menuduh AS bersekongkol dengan China dan Uni Soviet untuk melemahkan rezimnya.

Kissinger, yang sebelumnya secara tentatif sudah setuju untuk memberikan tanda tangan awal pada draf tersebut di Hanoi pada akhir bulan itu, mengirim telegram kepada Presiden Nixon bahwa syarat-syarat yang diajukan Thieu "hampir gila" dan kemudian ia terbang pulang ke AS.

Sementara itu, di pedesaan di tengah pembahasan gencatan senjata yang akan datang, kedua belah pihak yang bertikai memerintahkan pasukan mereka untuk merebut wilayah seluas mungkin, dan pertempuran terus berlanjut.

Pasukan Komunis menyerang pangkalan udara Bien Hoa dengan roket, dan para komandan Vietnam Selatan di lapangan melaporkan bahwa perundingan damai tersebut tidak berpengaruh terhadap aksi militer.

Untuk mendukung pasukan Vietnam Selatan, pesawat pembom B-52 AS terus menyerang posisi-posisi Komunis di sepanjang busur wilayah sebelah utara Saigon, sementara pesawat-pesawat AS lainnya melaksanakan 220 misi penerbangan di atas Vietnam Utara.

Â