21 Oktober 1879: Eksperimen Thomas Edison Buktikan Bola Lampu Bisa Menyala 13,5 Jam

Bagaimana Edison menyempurnakan penemuannya pada tanggal 21 Oktober 1879 setelah mempelajari para penemu lain?

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Peristiwa sejarah penyempurnaan bola lampu listrik adalah pencapaian penting yang dikaitkan dengan Thomas Edison dan timnya, yang mencapai puncaknya lewat demonstrasi yang berhasil ketika bola lampu menyala selama 13,5 jam pada tanggal 21 Oktober 1879 di Menlo Park, New Jersey.

Dikutip dari EBSCO, Rabu (21/10/2026), inovasi ini menandai kemajuan signifikan dalam bidang penerangan listrik, yaitu peralihan dari upaya-upaya kurang efektif sebelumnya yang sudah dilakukan selama lebih dari lima puluh tahun oleh para ilmuwan di seluruh dunia.

Edison bukanlah orang pertama yang mencoba merancang bola lampu listrik. Selama setengah abad sebelum pencapaiannya, para ilmuwan di seluruh dunia sudah berupaya mengembangkan teknik praktis untuk penerangan listrik. Berbagai eksperimen di Britania Raya, Rusia, dan Amerika Serikat yang menghasilkan perangkat menggunakan konduktor platinum atau karbon yang terbungkus dalam bola atau tabung kaca.

Namun, hasilnya mengecewakan, karena bola lampu pijar awal ini hanya menyala beberapa saat saja.

Edison juga sempat mempelajari karya orang lain dengan cermat sebelum ia memulai eksperimennya. Ia melakukan perjalanan ke Ansonia, Connecticut pada September 1878 untuk melihat pameran lampu busur listrik.

Pameran tersebut mengesankan untuk penemu legendaris tersebut, tapi tidak meyakinkannya tentang kegunaan lampu busur listrik. Ia berkomentar kepada tuan rumah William Wallace, "Saya yakin bisa mengungguli Anda dalam membuat lampu listrik. Saya rasa Anda tidak bekerja ke arah yang benar."

Sebelum terobosan Edison, bola lampu pijar memiliki masa pakai dan kegunaan terbatas, terutama akibat masalah pada bahan dan desainnya. Pendekatan sistematis Edison tidak hanya mencakup pengembangan bola lampu yang andal, tapi juga penciptaan sistem penerangan listrik yang komprehensif, serupa dengan infrastruktur penerangan gas yang sudah ada.

Penelitiannya mencakup serangkaian eksperimen ekstensif dengan berbagai bahan untuk bisa menciptakan filamen dengan resistansi tinggi dan inovasi dalam teknologi vakum di dalam bola kaca. Setelah menguji lebih dari 1.500 bahan, Edison berhasil menggunakan filamen karbon, yang terbukti sangat penting dalam mewujudkan bentuk penerangan listrik yang kayak dan praktis.

Pengumuman keberhasilannya ini menuai perhatian dan kekaguman luas, memperkuat reputasinya sebagai tokoh kunci dalam sejarah teknologi listrik dan penerangan. Karya Edison menjadi landasan sistem penerangan listrik modern, mengubah cara orang menerangi rumah dan ruang publik mereka.

Â