Perusahaan Penambangan Bitcoin Luxor Kantongi Rp 290,84 Miliar Buat Bisnis AI

Perusahaan penambangan bitcoin Luxor akan memakai dana segar untuk mengembangkan ekspansi bisnis AI.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Luxor Technology, perusahaan infrastruktur penambangan bitcoin (BTC) mengumumkan putaran pendanaan US$ 16 juta atau Rp 290,84 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.180). Pendanaan ini akan mendukung ekspansi perusahaan infrastruktur penambangan bitcoin ini ke bisnis infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Mengutip the Block, Kamis, (29/10/2026), putaran pendanaan ini dipimpin oleh CMT Digital, dengan partisipasi dari Canaan, MicroBT, Halo, Steelhead, serta sejumlah investor perorangan (angel investor) yang tidak disebutkan namanya. Pendanaan ini mencakup modal primer dan sekunder.

“Modal primer berupa saham preferen, sedangkan modal sekunder merupakan kombinasi dari saham preferen dan saham biasa,” ujar COO Luxor, Ethan Vera.

Ia menambahkan, modal primer digunakan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan, sementara modal sekunder dipakai untuk membawa mitra strategis baru ke dalam putaran pendanaan ini. “Saya tidak dapat mengungkapkan rincian pastinya,” ujar Vera.

Vera menjelaskan, Luxor mulai menggalang modal baru ini pada Agustus dan merampungkan bagian tersebut pada Oktober. Ia tidak mengungkapkan valuasi perusahaan ataupun apakah ada investor yang mendapatkan kursi di dewan direksi, peran sebagai pengamat, atau posisi penasihat.

Putaran pendanaan ekuitas terakhir Luxor terjadi pada 2021. Vera menuturkan, sebelum kesepakatan ini, perusahaan telah mengumpulkan modal primer sebesar US$ 6,575 juta atau Rp 119,52 miliar melalui tiga putaran pendanaan.

Ia menambahkan, jumlah karyawan perusahaan telah meningkat dari 11 orang pada saat putaran pendanaan 2021 menjadi 106 orang saat ini, yang sebagian besar didanai oleh arus kas yang dihasilkan dari kegiatan bisnis perusahaan.

Pendanaan baru ini hadir sekitar lima tahun kemudian, menyusul peluncuran Luxor AI pada September. Melalui inisiatif ini, Luxor menerapkan perangkat keras, perangkat lunak, energi, data, dan layanan perdagangan yang sebelumnya dikembangkan untuk penambang bitcoin ke dalam sektor AI dan komputasi.

"Kami sengaja menunggu untuk menggalang modal sampai ada tujuan penggunaan dana yang jelas, yang kini terwujud melalui ekspansi pesat kami ke industri AI," kata Vera.

 

Ekspansi di Luar Penambangan Bitcoin

 

Bisnis bitcoin Luxor mencakup mining pool, perangkat lunak untuk menjalankan mesin penambangan, perdagangan perangkat keras, layanan energi, dan derivatif hashrate. Bisnis AI Luxor pun mencakup bidang yang serupa, yakni perangkat keras, komputasi awan, energi, dan kontrak keuangan.

"Pasar komputasi kini mulai menyatu: perangkat penambangan, lokasi penyediaan daya, dan modal yang sebelumnya digunakan untuk penambangan aset digital kini juga mendukung sektor AI," ujar Salah satu pendiri sekaligus CEO Luxor, Nick Hansen, dalam sebuah pernyataan.

Divisi perangkat keras Luxor telah mencatatkan nilai perdagangan lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 18,17 triliun untuk peralatan khusus penambangan bitcoin, yang dikenal sebagai ASIC. Menurut Vera, unit bisnis energinya melayani beban lebih dari 75 megawatt di pasar tenaga listrik Electric Reliability Council of Texas (ERCOT) dan Southwest Power Pool (SPP).

Vera menjelaskan, sebagian pendanaan tersebut akan mendukung bisnis perangkat keras Luxor, yang menyediakan GPU dan server AI bagi para pelanggan.

Luxor juga berencana untuk memperluas platform cloud-nya. Vera menyebutkan platform ini menyediakan lingkungan uji coba (sandbox) dan sistem eksekusi (runner) untuk agen AI, serta layanan peninjauan kode berbasis AI. Menurut perusahaan tersebut, hingga September tahun ini, platform ini telah menjalankan 1,8 juta beban kerja.

"Luxor Cloud berfokus untuk melayani kebutuhan pembuatan kode dengan bantuan AI yang tumbuh secara eksponensial," ujar Vera.

 

Perdagangan dan Pembiayaan Komputasi AI

Pendanaan ini juga akan dialokasikan untuk kegiatan perdagangan derivatif komputasi dan penyediaan likuiditas pasar (market making) yang dijalankan Luxor.

Luxor menyatakan unit perdagangan over-the-counter (OTC) miliknya menawarkan instrumen seperti opsi, kontrak berjangka (forwards), dan mekanisme perlindungan (backstops) yang didasarkan pada indeks penyewaan komputasi. Kontrak-kontrak ini diselesaikan secara tunai.

"Kami menawarkan kontrak keuangan bagi perusahaan AI untuk melakukan lindung nilai (hedging), mendapatkan pembiayaan, serta berspekulasi terkait komputasi AI," kata Vera.

Pada Agustus, Luxor juga meluncurkan Indeks Harga Perangkat Keras AI (AI Hardware Price Index) melalui platform data Hashrate Index miliknya untuk memantau harga node GPU.

Saat ditanya bagaimana Luxor akan bersaing dengan perusahaan rintisan AI yang berhasil menggalang pendanaan dalam jumlah jauh lebih besar, Vera mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut justru merupakan calon pelanggan potensial untuk layanan perangkat keras, energi, dan derivatif yang ditawarkan Luxor.

"Luxor telah membangun bisnis yang kini melayani lebih dari 3.000 klien; pencapaian ini bukan berkat pendanaan dalam jumlah besar, melainkan karena fokus yang sungguh-sungguh terhadap kebutuhan klien," ujarnya.

Vera menambahkan, Luxor berencana untuk merekrut sekitar 12 orang lagi di bidang teknik, produk, serta penjualan dan pemasaran sebelum akhir tahun ini.