24 Oktober 1951: PBB Luncurkan Prangko Pertama di Ulang Tahun ke-6

Publik sangat antusias dengan prangko yang diterbitkan oleh PBB pada 24 Oktober 1951.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan prangko pertamanya dalam sejarah pada 24 Oktober 1951.

Dikutip dari Mystic Stamp, Sabtu (24/10/2026), PBB yang lahir pada tanggal 24 Oktober 1945 untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa yang tidak efektif, menggunakan prangko Amerika Serikat untuk menempelkan prangko pada surat-suratnya selama beberapa tahun pertama beroperasi.

Ide untuk menerbitkan prangko khusus untuk PBB pertama kali diajukan di tahun 1947 oleh Jose Arce. Arce adalah duta besar Argentina, presiden Majelis Umum, dan seorang kolektor prangko yang antusias.

Di tahun 1949, Sekretaris Jenderal Trygve Lie mendukung ide Arce dan menghubungi Amerika Serikat (AS) untuk bertanya apakah usulan ini bisa direalisasikan. Sebuah kesepakatan akhirnya tercapai dan mensyaratkan agar prangko PBB terbit dalam denominasi mata uang AS dan hanya digunakan di Markas Besar PBB di Kota New York.

Administrasi Pos Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNPA) berdiri pada tahun 1951, tidak lama setelah PBB pindah ke markas barunya di Kota New York. UNPA kemudian menerbitkan prangko pertamanya di akhir tahun itu, tepatnya di tanggal 24 Oktober 1951, yang bertepatan dengan ulang tahun keenam berdirinya PBB.

PBB adalah satu-satunya organisasi yang bukan negara atau wilayah yang memiliki hak istimewa untuk menerbitkan prangko. Surat yang menggunakan prangko PBB hanya bisa dikirim dari kantor-kantornya. Para penggemar prangko datang ke markas PBB untuk memulai koleksi baru mereka. Menjelang tahun 1957, prangko peringatan PBB selalu habis terjual.

Kantor cabang UNPA di Jenewa dibuka di Palais des Nations pada tanggal 4 Oktober 1969. Kantor pusat di Jenewa ini menerbitkan prangko dengan nilai mata uang franc Swiss. Sepuluh tahun kemudian, kantor pusat di Wina mulai menerbitkan prangko PBB dengan nilai mata uang schilling Austria (saat ini menggunakan euro).

 

Antusias dari Para Kolektor Prangko

Perjanjian antara badan tersebut dan ketiga negara tersebut menjamin bahwa klasifikasi dan tarif pos Kantor Pos PBB sama dengan yang berlaku di kantor pos manapun di AS, Swiss, atau Austria. Badan pos masing-masing negara juga memperoleh pendapatan dari penjualan prangko PBB untuk menutupi biaya pemrosesan surat.

Organisasi tersebut mendapatkan keuntungan secara langsung ketika para kolektor membeli prangko untuk tujuan filateli. Sejak awal, permintaan terhadap prangko PBB sudah sangat tinggi.

Di tahun 1976, UNPA menerbitkan prangko dari kantornya di New York dan Jenewa untuk merayakan ulang tahun ke-25. Tiga dari empat nominal prangko ini habis terjual di hari pertama, sementara satu jenis lainnya habis dalam waktu dua setengah bulan.

Surat kabar New York Times memuat sebuah artikel di halaman depan pada tahun 1979 yang menampilkan prangko Tahun Anak Nasional, yang juga langsung habis terjual pada hari penerbitannya.

Selama bertahun-tahun, UNPA meluncurkan prangko untuk mengingatkan kesadaran akan isu-isu global yang penting, seperti perdamaian, hak asasi manusia, dan pelestarian lingkungan.

Prangko PBB dijuluki "Utusan Perdamaian" karena alasan yang tepat. Setiap prangko menjadi simbol harapan dan impian kita akan dunia yang lebih baik. Tema-tema yang bermakna dan desain yang bagus juga menjadikan prangko PBB sangat diminati para kolektor.

Â