Liputan6.com, Damaskus - Suriah kembali membuka pintu perbatasan utamanya dengan Yordania pada Rabu (28/10/2026), di tengah upaya kedua negara memperbaiki hubungan yang sempat memburuk akibat serangan balasan militer Yordania yang menewaskan sejumlah orang pada Senin (26/10).
Serangan tersebut dilancarkan Yordania sebagai balasan atas penembakan di sebuah gereja. Insiden ini memicu krisis terburuk dalam hubungan kedua negara sejak tumbangnya pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Suriah pada Desember 2024.
Mengutip laporan CNA, Yordania berupaya meredakan ketegangan dengan menegaskan penghormatannya terhadap Suriah sebagai negara tetangga dan menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban sipil pada Selasa (27/10).
Advertisement
Pintu perbatasan utama Nassib, yang dikenal sebagai Jaber di sisi Yordania, sebelumnya ditutup menyusul serangan tersebut.
Namun, pejabat senior bea cukai Suriah, Mazen Alloush, mengatakan kepada kantor berita pemerintah SANA bahwa perlintasan penumpang dan kegiatan perdagangan kembali berjalan normal mulai Rabu pagi.
Ketegangan kedua negara bermula pekan lalu ketika sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan saat upacara pemakaman berlangsung di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Provinsi Karak, Yordania selatan.
Penembakan yang menewaskan sembilan orang dan melukai 25 lainnya itu mendorong pemerintah Yordania melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah sebagai balasan.
Yordania bersikeras bahwa serangan udaranya telah dikoordinasikan dengan Suriah. Namun, pemerintah Suriah membantah klaim tersebut.
Badan pertahanan sipil Suriah menyatakan serangan udara Yordania menewaskan tujuh orang, termasuk tiga anak-anak.
Pada Selasa, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi berbicara dengan mitranya dari Suriah dan menegaskan bahwa Yordania "sepenuhnya menghormati kedaulatan dan keamanan Suriah".
Menurut pernyataan bersama kedua negara, Safadi juga menyampaikan "kesedihan dan duka cita atas meninggalnya warga sipil yang tidak bersalah".
Kedua menteri turut membahas serangan terhadap lokasi-lokasi yang dalam pernyataan bersama tersebut disebut sebagai basis Daesh, sebutan lain untuk kelompok ISIS atau Negara Islam (IS).
Sebelumnya, juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani mengatakan bahwa hasil awal operasi militer menunjukkan kerugian besar di pihak ISIS, dengan perkiraan lebih dari 20 anggota kelompok tersebut menjadi korban.
Dia menyatakan pula bahwa sebuah gudang senjata besar milik kelompok itu telah dihancurkan.
Suriah Kecam Pelanggaran Kedaulatan
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Suriah menyampaikan kecaman dan penolakan terhadap serangan Yordania, yang disebut sebagai "pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap wilayah udara Suriah tanpa koordinasi sebelumnya".
Kementerian itu juga menyebut serangan tersebut sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip hubungan bertetangga yang baik dan kedaulatan nasional Suriah".
Seorang sumber pemerintah mengatakan kepada SANA bahwa komite keamanan gabungan Suriah-Yordania akan menggelar pertemuan dalam beberapa hari mendatang untuk membahas operasi terhadap ISIS.
Suriah melaporkan lima orang, termasuk seorang perempuan dan tiga anak-anak, tewas di Desa Al-Taf, Provinsi Daraa, yang berbatasan dengan Yordania.
Dua orang lainnya dilaporkan tewas di lokasi berbeda di wilayah selatan Suriah.
"Kami sedang tidur ketika rudal menghantam rumah kami. Ibu saya, kakak laki-laki saya, dan ketiga anaknya, dua laki-laki dan seorang perempuan, tewas," kata Nassouh al-Salim di Al-Taf sambil menatap sebuah kantong jenazah berwarna abu-abu.
Seorang wartawan AFP melihat lubang besar bekas ledakan di rumah keluarga tersebut yang telah hancur. Buku-buku sekolah, pakaian, dan sisa-sisa perabotan berserakan di antara puing-puing bangunan.
Menteri Keadaan Darurat dan Penanggulangan Bencana Suriah Raed al-Saleh mengatakan pada Selasa bahwa kedua negara tengah menangani perselisihan tersebut melalui jalur diplomatik dan hukum untuk memperjuangkan keadilan bagi para korban.
Advertisement
Yordania Bertekad Menindak Kelompok Ekstrem
Pada Senin, pemerintah Yordania mengumumkan penangkapan tiga warga negaranya yang dituduh melakukan penembakan di gereja.
Dua tersangka merupakan saudara kandung, sedangkan tersangka ketiga memiliki hubungan keluarga dengan mereka melalui pernikahan.
Menurut pihak berwenang, ketiga tersangka menjalani perawatan di rumah sakit setelah terluka dalam baku tembak dengan aparat keamanan.
Karak merupakan salah satu wilayah di Yordania yang memiliki komunitas Kristen cukup besar. Di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut, umat Kristen mencakup sekitar dua hingga tiga persen dari total populasi.
"Kami telah berjanji bahwa para teroris tidak akan lolos dari hukuman, dan siapa pun yang mendukung ideologi gelap yang memecah belah masyarakat Yordania tidak akan ditoleransi," tegas Raja Abdullah II.
ISIS kehilangan kekuasaan atas wilayah yang dikuasainya di Suriah pada 2019. Sebelumnya, kelompok tersebut sempat menguasai wilayah yang luas selama perang saudara di Suriah yang berlangsung lebih dari 13 tahun.
Meski demikian, sisa-sisa kelompok ISIS masih berada di Suriah dan sesekali mengklaim bertanggung jawab atas serangan, terutama yang menargetkan pasukan keamanan Suriah.
Kelompok tersebut juga pernah beroperasi di sejumlah wilayah Provinsi Daraa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345419/original/052076300_1789031170-Gudang_amunisi_Suriah_meledak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411551/original/064186300_1479703598-Suriah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)