Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap sisi lain kepribadian Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur. Dari pendalaman latar belakang serta kondisi psikologis, ia diketahui gemar menonton film menyeramkan dan bertema intelijen, serta menyukai hal-hal yang memicu kemampuan memecahkan teka-teki.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur menuturkan Dwi bukan sosok dengan pendidikan rendah. "Dari latar belakang orangnya kan dia orang berpendidikan ya. Berpendidikan, dia selalu kerja di tempat yang tertib, teratur, seperti itu latar belakangnya dia," kata Jumhur, Kamis (29/10) malam.
Jumhur juga menggambarkan karakter tersangka yang senang tantangan berpikir dan tema intelijen. "Dia dari sisi kecerdasan bagus, dari sisi kejiwaan memang dia senang berteka-teki, senang film yang serem dan intelijen," ungkapnya.
Advertisement
Kondisi Kejiwaan dan Latar Belakang
Meski memiliki ketertarikan pada tema-tema tersebut, penyidik belum menemukan indikasi gangguan jiwa pada tersangka. Selama pemeriksaan, kondisi psikologisnya dinilai stabil.
"Belum mengarah ke sana. Sampai saat ini kita lakukan pemeriksaan masih kondisinya stabil," jelasnya.
Dirreskrimum Polda Jawa Timur Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing menyampaikan pemeriksaan psikologis dilakukan untuk memetakan karakter dan kemampuan berpikir tersangka. "Berdasarkan hasil psikologi dan juga suka menonton film-film itu," kata Roy.
Hasil penilaian menunjukkan tingkat kecerdasan Dwi berada di atas rata-rata. Roy menambahkan, tersangka merupakan lulusan salah satu politeknik ternama di Bandung dan sebelum kasus ini bekerja sebagai tenaga ahli pengeboran minyak lepas pantai.
"Jadi memang yang bersangkutan ini kan saya sampaikan tadi sudah diperiksa psikologis. Memang dia mempunyai kelebihan ya, tingkat IQ di atas rata-rata. Kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang cukup tinggi," ujarnya.
Pemeriksaan psikologis juga menemukan kecenderungan sifat superior pada diri tersangka.
"Terhadap tersangka juga kita sudah lakukan pemeriksaan secara psikologis ya. Memang hasil tes psikologisnya sudah keluar dan sudah disampaikan kepada kami. Memang ada kecenderungan tersangka ini bersifat superior gitu ya," terang Roy.
Penyidik menduga kemampuan intelektual tersangka berperan saat menyusun rencana pelarian dan upaya menghilangkan barang bukti. Namun, kegemaran menonton film seram maupun cerita intelijen tidak otomatis disimpulkan sebagai pemicu tindakan pembunuhan.
Kasus ini bermula dari rencana perjalanan wisata ke Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, pada September 2026. Dini Hardyanti (30) bersama Dwi Bagus Martono, yang merupakan suami sirinya, telah membicarakan perayaan ulang tahun AGF sejak 13 September 2026.
Pada 18 September 2026, keduanya bertemu untuk makan malam bersama AGF (4) sekaligus membahas persiapan perjalanan. Rencana itu tidak pernah terlaksana.
Pada Minggu, 20 September 2026, Dini menjadi korban pembunuhan di sebuah hotel di Kota Madiun. Beberapa jam kemudian, tersangka juga menghabisi nyawa AGF.
Untuk menghilangkan jejak, jasad korban diduga dibawa ke area kebun belakang rumah tersangka. Di lokasi itu, jasad dibakar menggunakan tungku buatan, sisa pembakaran digiling dengan mesin, dibakar kembali, lalu dibuang ke sungai.
Perkara terungkap setelah keluarga melaporkan Dini dan anaknya hilang. Serangkaian penyelidikan mengarah pada penangkapan Dwi Bagus Martono pada Minggu, 25 Oktober 2026, di sebuah padepokan pengobatan alternatif di Kabupaten Jombang. Informasi persembunyian tersangka diperoleh dari pemeriksaan terhadap istri sahnya.
Atas perbuatannya, Dwi Bagus Martono dijerat Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385628/original/052784000_1793262302-Screenshot_2026-10-29_145400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385643/original/061071200_1793262745-cek_fakta_bpjs_kopdes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384193/original/059773100_1793159637-Screenshot_20261027-210652_WhatsApp-2389649007.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385167/original/000638900_1793244548-e33d97d0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637360/original/096830400_1699255001-pexels-timur-weber-9127731.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385947/original/079037500_1793283594-1000672333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386058/original/034774500_1793323280-512656.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386052/original/064250300_1793320669-1001218093.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386049/original/016115000_1793319546-Vid_harimau_rangkaian_3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378579/original/030811500_1792552688-bfc_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385931/original/091752700_1793282559-Screenshot_20261029_190859_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)