Liputan6.com, Jakarta - Hubungan antara menantu dan mertua merupakan relasi unik dalam sebuah keluarga. Ikatan ini tidak terbentuk melalui hubungan darah, melainkan melalui akad pernikahan yang menyatukan dua keluarga besar.
Islam memandang mertua sebagai orang tua kedua yang memiliki hak untuk dihormati. Dalam perspektif Islam, hubungan menantu dan mertua harus dilandasi prinsip birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. Orang tua pasangan tetap memiliki hak untuk dihormati meskipun bukan orang tua kandung.
Mengutip jurnal Konsep Keluarga Harmonis dalam Islam karya Ahmad Sainul, keluarga harmonis adalah rumah tangga yang dihiasi dengan ketenangan, dan terciptanya hubungan baik antara suami, istri, serta keluarga besar merupakan salah satu ciri keluarga sakinah.
Advertisement
Namun, kenyataan menunjukkan bahwa konflik menantu dan mertua sering terjadi. Perbedaan generasi, pola komunikasi yang kurang efektif, hingga perbedaan cara pandang dalam mengasuh anak menjadi pemicu utama. Persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui dialog terkadang membesar karena masing-masing pihak belum menemukan titik temu.
Dalam kondisi seperti ini, doa menjadi senjata spiritual yang sangat penting. Sebab, hati manusia sepenuhnya berada dalam genggaman Allah SWT, dan hanya Dia yang mampu meluluhkan hati yang keras serta menumbuhkan rasa hormat dan kasih sayang.
Doa-doa agar Hubungan Menantu dan Mertua Dipenuhi Rasa Hormat
Berikut adalah kumpulan doa yang dapat diamalkan untuk memohon agar hubungan menantu dan mertua dipenuhi rasa hormat, kasih sayang, dan keharmonisan. Setiap doa dilengkapi dengan teks Arab, Latin, arti, serta dalil dan penjelasan.
1. Doa Meluluhkan Hati Mertua yang Keras Doa ini sangat dianjurkan bagi menantu yang menghadapi mertua dengan karakter keras atau sulit diajak berkomunikasi. Doa ini menggunakan analogi mukjizat Nabi Daud AS yang mampu melunakkan besi.
Arab: اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِي قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ
Latin: Allahumma layyin lii qalbahu kamaa layyantal hadiida li Daawuud.
Artinya: "Ya Allah, lembutkanlah hatinya (sebutkan nama mertua) sebagaimana Engkau melunakkan besi kepada Nabi Daud."
Doa ini diriwayatkan dalam berbagai sumber dan dianjurkan untuk diamalkan secara rutin, terutama setelah shalat fardhu. Menurut penjelasan dalam Ihya' Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menekankan bahwa akhlak yang mulia dan doa adalah instrumen paling efektif dalam menenangkan rumah tangga dan menumbuhkan sakinah.
Dengan membaca doa ini, menantu memohon agar Allah memberikan kelembutan yang luar biasa kepada mertua, sehingga hati mereka terbuka untuk menerima dan menyayangi menantu sebagaimana anak kandung sendiri.
2. Doa agar Hati Mertua Tergerak untuk Berbuat Baik
Doa ini bersumber dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dan sangat dianjurkan untuk dibaca ketika menantu merasa hubungan dengan mertua mulai merenggang.
Arab: اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Latin: Allaahumma musharrifal quluub, sharrif quluubanaa 'alaa thaa'atik.
Artinya: "Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan (beribadah kepada-Mu)."
Doa pendek ini memiliki makna yang sangat mendalam. Doa ini mengandung permohonan agar Allah memalingkan hati mertua dari sifat keras, curiga, atau prasangka buruk, menuju hati yang taat kepada Allah dan penuh kasih sayang.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa-doa yang berkaitan dengan hati memiliki keistimewaan karena hati adalah pusat kebaikan dan keburukan manusia.
3. Doa Menumbuhkan Cinta dan Kasih Sayang di Hati Mertua
Doa ini secara spesifik memohon agar Allah menanamkan rasa cinta dan kasih sayang di hati mertua terhadap menantu. Doa ini dianjurkan untuk diamalkan setiap selesai shalat.
Arab: اللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ بِهَيْبَةِ عَظَمَتِكَ وَبِسَطْوَةِ جَلَالِكَ اَنْ تَجْعَلَ مَحَبَِّتِى فِى قَلْبِ (فلانة بنت فلان) وَاَنْ تُلْقِى المَوَدَّةَ وَالمَحَبَّةَ فِى قَلْبِهَا وَعَطْفِهَا عَلَيَّ بِفَضْلِكَ يَاكَرِيْم
Latin: Allahumma inni as aluka, bi haibati adhamatika, wabi sathwati jalaalika an taj'ala mahabbatii fii qalbii (sebutkan nama mertua), wa alqil mahabbata wal mawaddata fii qalbihi wa aththifhu, alayya bi fadhlika Yaa Kariim.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu, berkah wibawa keagungan-Mu dan amukan keluhuran-Mu, agar Engkau jadikan kecintaan di dalam hati (sebutkan nama mertua). Dan resapkanlah kecintaan dan kasih sayang terhadapku di dalam hatinya. Dan cenderungkan ia padaku lewat anugerah-Mu, wahai Dzat yang Maha Mulia."
Doa ini mengandung permohonan agar Allah menanamkan mawaddah (kasih sayang) dan rahmah (belas kasih) dalam hati mertua, sebagaimana Allah menanamkan kasih sayang antara suami dan istri dalam Q.S. Ar-Rum ayat 21.
Menurut Jurnal Membangun Rumah Tangga Sakinah karya Meli Irianti dkk., mawaddah dan rahmah adalah dua pilar yang membuat ikatan pernikahan tetap kokoh, dan nilai-nilai ini seharusnya juga tercermin dalam hubungan dengan keluarga besar.
4. Doa Memohon Keharmonisan Keluarga Besar Doa ini bersumber dari hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi. Doa ini mencakup permohonan agar Allah menyatukan hati seluruh anggota keluarga, termasuk mertua dan menantu.
Arab: اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin: Allahumma allif baina quluubinaa, wa ashlih dzaata baininaa, wahdinaa subulas salaam, wa najjinaa minadz dzulumaati ilannuur. Wa jannibnaal fawaahisya maa dzahara minha wa maa bathon. Wa baarik lanaa fii asmaa'inaa wa abshoorinaa wa quluubinaa wa azwaajinaa wa dzurriyatinaa. Wa tub 'alainaa innaka antat tawwabur rahiim.
Artinya: "Ya Allah, satukanlah hati kami. Perbaikilah keadaan kami. Tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya. Jauhkanlah kami dari perbuatan keji yang nampak maupun tersembunyi. Berkahilah pendengaran, penglihatan, hati, istri, dan keturunan kami. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Doa ini sangat komprehensif karena mencakup permohonan persatuan hati, perbaikan hubungan, dan perlindungan dari perbuatan tercela. Dalam konteks hubungan menantu dan mertua, doa ini memohon agar Allah menyatukan hati seluruh anggota keluarga besar dan menghilangkan segala prasangka buruk yang dapat merusak keharmonisan.
5. Doa Perlindungan dari Pertengkaran dan Permusuhan
Doa ini memohon perlindungan Allah dari segala bentuk fitnah dan keburukan yang dapat merusak hubungan dengan keluarga besar, termasuk mertua.
Arab: اللهم إني أعوذ بك من الفتن ما ظهر منها وما بطن، ومن كل شر بيني وبين أهلي وأقاربي
Latin: Allahumma inni a'udhu bika min al-fitani ma zahara minha wa ma batana, wa min kulli sharrin bayni wa bayna ahli wa aqāribī.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah yang tampak dan yang tersembunyi, serta dari segala keburukan antara aku dan keluargaku serta kerabatku."
Doa ini membantu menjaga hubungan agar terhindar dari pertengkaran atau fitnah, serta meminta perlindungan agar hubungan dengan mertua dan keluarga besar tetap harmonis.
Dalam Jurnal Ahmad Sainul disebutkan bahwa menjaga hubungan baik dengan keluarga besar pihak suami dan istri sangat penting, sebab terkadang putusnya hubungan perkawinan bukan hanya dari pihak suami dan istri saja, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor keluarga yang tidak setuju.
Amalan agar Hubungan Menantu dan Mertua Dipenuhi Rasa Hormat
Doa hanyalah salah satu bagian dari ikhtiar. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan usaha. Berikut adalah amalan-amalan lahiriah yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan yang penuh rasa hormat antara menantu dan mertua.
1. Menanamkan Prinsip Birrul Walidain
Menantu perlu menyadari bahwa mertua adalah orang tua kedua yang memiliki hak untuk dihormati. Dewi Eko Wati menegaskan bahwa hubungan menantu dan mertua harus dilandasi prinsip birrul walidain atau berbakti kepada orang tua.
Orang tua pasangan tetap memiliki hak untuk dihormati meskipun bukan orang tua kandung. Dalam Jurnal Ahmad Sainul, disebutkan bahwa membina hubungan baik dengan keluarga besar pihak suami dan istri merupakan salah satu ciri keluarga sakinah. Menjaga dan memelihara hubungan baik dengan orang tua dan keluarga besar termasuk cara mempertahankan perkawinan.
2. Berkomunikasi dengan Santun dan Penuh Hormat
Dalam menghadapi perbedaan pendapat, menantu dianjurkan untuk menyampaikan pandangan dengan bahasa yang santun dan humanis. Disarankan menantu meminta izin terlebih dahulu, menyampaikan penghormatan kepada mertua, kemudian menjelaskan pola atau keputusan yang diambil dengan tetap membuka ruang komunikasi.
Dalam Jurnal Konsep Keluarga Harmonis dalam Islam, Ahmad Sainul menekankan pentingnya mu'asyarah bil ma'ruf (pergaulan yang baik) sebagai kunci stabilitas keluarga.
3. Membantu Mertua ketika Dibutuhkan
Menunjukkan rasa hormat tidak cukup dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata. Membantu mertua dalam pekerjaan rumah, menjaga mereka ketika sakit, atau menyediakan waktu untuk berbicara dan mendengarkan keluh kesah mereka merupakan bentuk bakti yang sangat bernilai.
Dalam kajian fiqih disebutkan bahwa membantu mertua—baik secara finansial maupun pelayanan fisik—termasuk bagian dari birru yang dianjurkan, meskipun tidak selalu berstatus wajib.
4. Bersabar dan Bijaksana dalam Menghadapi Konflik
Dalam setiap hubungan keluarga, pasti ada perbedaan pendapat atau ketidaksepakatan. Kesabaran dan sikap bijaksana sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Menantu dianjurkan untuk bersikap tenang saat terjadi konflik, menghindari menyalahkan satu pihak, dan berusaha menjadi penengah yang adil.
Dalam buku Kunci Rumah Tangga Harmonis dalam Islam, Muhammad Fachri menekankan bahwa sabar dan syukur adalah dua sifat yang harus selalu ada dalam diri suami istri, dan hal ini juga berlaku dalam hubungan dengan mertua.
5. Berhusnuzan dan Saling Memaafkan
Penting mengedepankan islah (upaya mendamaikan) apabila terjadi perselisihan, serta berhusnuzan karena pada dasarnya setiap orang tua menginginkan kehidupan terbaik bagi anak dan menantunya.
Menantu perlu belajar memaafkan kesalahan mertua dan tidak menyimpan dendam, sebagaimana Islam mengajarkan untuk saling memaafkan dan menjaga silaturahmi.
6. Mendoakan Mertua dalam Setiap Kesempatan
Mendoakan mertua, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah meninggal, adalah bentuk bakti yang sangat dianjurkan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa doa seorang anak, termasuk menantu yang dianggap sebagai anak, dapat sampai kepada orang tua.
Mendoakan mertua agar diberikan kesehatan, keberkahan, dan hidayah merupakan amalan yang dapat mempererat hubungan batin.
Hikmah Hubungan Harmonis Mertua dan Menantu
1. Menurunkan Risiko Perceraian
Hubungan yang harmonis antara menantu dan mertua memiliki dampak langsung pada stabilitas pernikahan. Menurut sebuah kajian, memperbaiki hubungan antara menantu dan mertua akan menurunkan risiko terjadinya perceraian sebanyak 20 persen. Konflik dengan mertua yang tidak terkelola dengan baik dapat menjadi salah satu faktor yang memicu keretakan rumah tangga.
2. Terwujudnya Keluarga Sakinah secara Menyeluruh
Keluarga sakinah tidak hanya mencakup hubungan suami-istri, tetapi juga hubungan dengan seluruh anggota keluarga besar. Ketika menantu dan mertua saling menghormati, suasana rumah menjadi lebih damai dan kondusif untuk tumbuhnya kasih sayang.
Keluarga adalah madrasah pertama yang menjadi tempat berlangsungnya ibadah yang kontinyu, dan keharmonisan dengan keluarga besar mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat.
3. Menjadi Teladan bagi Generasi Penerus
Anak-anak yang melihat orang tua mereka menghormati kakek-nenek dan mertua akan belajar nilai-nilai hormat dan bakti. Hubungan yang harmonis antara menantu dan mertua menjadi contoh nyata bagi anak-anak tentang bagaimana memperlakukan orang tua dan keluarga dengan penuh kasih sayang. Ini sejalan dengan fungsi rumah sebagai al-madrasah (pusat pendidikan) dalam perspektif Islam.
4. Memperkuat Silaturahmi dan Dukungan Sosial
Hubungan yang baik dengan mertua membuka pintu silaturahmi dengan keluarga besar lainnya. Dukungan sosial dari keluarga besar sangat berharga dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ketika menantu dan mertua rukun, keluarga besar akan lebih mudah bersatu dalam suka maupun duka.
5. Meraih Keberkahan dan Keridhaan Allah
Berbakti kepada mertua adalah bagian dari birrul walidain yang membawa keberkahan. Dalam Jurnal Ahmad Sainul disebutkan bahwa keluarga yang selalu merasa diawasi oleh Allah akan berupaya berbuat adil dalam segala hal. Menghormati mertua dengan tulus, meskipun bukan orang tua kandung, adalah bentuk ketaatan kepada Allah yang akan mendatangkan keridhaan-Nya.
Pertanyaan Seputar Doa untuk Mertua
1. Apakah ada doa khusus agar mertua menyayangi menantu?
Ya, terdapat beberapa doa yang dapat diamalkan, di antaranya doa menumbuhkan cinta dan kasih sayang di hati mertua (Allahumma inni as aluka bi haibati adhamatika...) dan doa meluluhkan hati mertua (Allahumma layyin lii qalbahu...). Doa-doa ini sebaiknya dibaca dengan penuh keyakinan dan diiringi dengan akhlak yang baik terhadap mertua.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa agar hubungan dengan mertua harmonis?
Waktu terbaik adalah setelah shalat lima waktu, terutama pada sujud terakhir, serta pada sepertiga malam terakhir. Doa juga dapat dibaca setiap kali bertemu atau berkomunikasi dengan mertua, sebagai sarana memohon keberkahan dalam hubungan.
3. Apakah menantu wajib berbakti kepada mertua?
Dalam kajian fiqih, menantu tidak berkewajiban menanggung nafkah mertua secara mutlak, tetapi berbakti kepada mertua—baik melalui ucapan, perbuatan, maupun bantuan finansial ketika dibutuhkan—termasuk bagian dari birru yang sangat dianjurkan. Dalam perspektif birrul walidain, mertua adalah orang tua kedua yang harus dihormati.
4. Bagaimana cara mengatasi mertua yang keras kepala menurut Islam?
Islam mengajarkan untuk bersabar, berkomunikasi dengan santun, dan memperbanyak doa. Doa meluluhkan hati mertua (Allahumma layyin lii qalbahu kamaa layyantal hadiida li Daawuud) sangat dianjurkan. Selain itu, menantu perlu berhusnuzan, tidak membalas dengan kata-kata kasar, dan berusaha memahami latar belakang mertua.
5. Apakah doa saja cukup untuk memperbaiki hubungan dengan mertua?
Tidak. Doa harus diiringi dengan ikhtiar nyata: berbakti, berkomunikasi dengan baik, membantu ketika dibutuhkan, dan bersabar dalam menghadapi perbedaan. Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan usaha. Doa adalah sumber kekuatan spiritual, sedangkan akhlak mulia adalah wujud nyata dari doa yang diikhtiarkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385628/original/052784000_1793262302-Screenshot_2026-10-29_145400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385832/original/052292900_1793271387-Bimas_Hindu_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385643/original/061071200_1793262745-cek_fakta_bpjs_kopdes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386049/original/016115000_1793319546-Vid_harimau_rangkaian_3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378579/original/030811500_1792552688-bfc_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385931/original/091752700_1793282559-Screenshot_20261029_190859_Gallery.jpg)