7 Doa Ruqyah Rumah Mandiri Arab Latin Arti, Lengkap Tata Caranya

Ruqyah memiliki landasan dalam Al-Qur’an dan Sunnah

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 17:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah semestinya menjadi tempat paling nyaman bagi keluarga. Namun, sebagian orang merasa suasana hunian terganggu oleh berbagai hal. Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan adalah doa ruqyah rumah mandiri, yakni membaca ayat Al-Qur’an dan doa perlindungan untuk memohon penjagaan Allah dari gangguan jin, sihir, maupun keburukan lainnya.

Ruqyah memiliki landasan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Zad al-Ma’ad menjelaskan ruqyah sebagai salah satu bentuk pengobatan yang efektif apabila dilakukan dengan keyakinan dan sesuai tuntunan syariat.

Ustadz DR. Firanda Andirja dalam Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar’iyyah menjelaskan bahwa ruqyah harus menggunakan firman Allah atau nama dan sifat-Nya, memakai bahasa yang dipahami, serta diyakini hanya Allah yang memberikan kesembuhan.

Doa ruqyah rumah mandiri dapat diamalkan sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan dan ketenangan bagi keluarga. Merujuk literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah doa-doa ruqyah rumah yang bisa dilakukan secara mandiri.

Doa-Doa Ruqyah Rumah Mandiri

Berikut adalah doa dan bacaan yang dapat diamalkan untuk meruqyah rumah secara mandiri, lengkap dengan sumber dan penjelasannya.

1. Surat Al-Fatihah

Al-Fatihah adalah induk Al-Qur'an dan doa pembuka yang mustajab. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan bahwa Al-Fatihah adalah penawar yang sangat kuat. Bacalah surat ini dengan khusyuk di setiap sudut rumah atau pada air yang akan dipercikkan.

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."

Dalam Zad al-Ma'ad, Ibnu Qayyim menegaskan bahwa Al-Fatihah memiliki pengaruh luar biasa dalam penyembuhan. Beliau bahkan menceritakan pengalamannya sendiri ketika berada di Makkah dan tidak menemukan dokter, lalu membacakan Al-Fatihah untuk dirinya sendiri dengan hasil yang menakjubkan.

Ustadz DR. Firanda Andirja juga mencantumkan Al-Fatihah sebagai bacaan ruqyah pertama dari Al-Qur'an dalam Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar'iyyah.

2. Ayat Kursi (Al-Baqarah Ayat 255)

Ayat Kursi adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an dan merupakan benteng terkuat bagi seorang Muslim. Membacanya di dalam rumah akan menghadirkan perlindungan dan ketenangan.

Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm. Lā ta'khudhuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man dhal-ladhī yasyfa'u 'indahū illā bi-idhnih. Ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'. Wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā. Wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Baqarah: 255)

Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, disebutkan bahwa setan berkata kepada Abu Hurairah, "Jika engkau membaca Ayat Kursi hingga menyelesaikannya, maka tidak akan mendekatimu satu jin pun."

Ayat ini juga dianjurkan dibaca sebelum tidur sebagai perlindungan hingga pagi. Ustadz DR. Firanda Andirja mencantumkan Ayat Kursi sebagai bacaan ruqyah kedua setelah Al-Fatihah.

3. Al-Baqarah Ayat 102-103

Ayat ini secara khusus membahas tentang sihir dan kebatilannya, sehingga sangat relevan untuk meruqyah rumah dari gangguan sihir.

Arab: وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ. وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Latin: Wattaba'ū mā tatlusy-syayāṭīnu 'alā mulki sulaimān. Wa mā kafara sulaimānu wa lākinnasy-syayāṭīna kafarū yu'allimūnan-nāsas-siḥra wa mā unzila 'alal-malakaini bibābila hārūta wa mārūt. Wa mā yu'allimāni min aḥadin ḥattā yaqūlā innamā naḥnu fitnatun falā takfur. Fa yata'allamūna minhumā mā yufarriqūna bihī bainal-mar'i wa zaujih. Wa mā hum biḍārrīna bihī min aḥadin illā bi-idhnillāh. Wa yata'allamūna mā yaḍurruhum wa lā yanfa'uhum. Wa laqad 'alimū lamanisytarāhu mā lahū fil-ākhirati min khalāq. Wa labi'sa mā syarau bihī anfusahum. Lau kānū ya'lamūn. Wa lau annahum āmanū wattaqau lamaṡūbatun min 'indillāhi khair. Lau kānū ya'lamūn.

Artinya: "Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.' Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu. Dan jika mereka beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, sekiranya mereka tahu." (QS. Al-Baqarah: 102-103)

Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah dalam Ruqyah Sihir & Terapinya mencantumkan Al-Baqarah ayat 102-103 sebagai bagian dari ayat-ayat ruqyah untuk menghilangkan sihir.

Ayat ini menegaskan bahwa sihir tidak dapat mencelakakan siapa pun kecuali dengan izin Allah, sehingga membacanya di rumah akan menumbuhkan keyakinan bahwa perlindungan Allah lebih kuat dari segala bentuk sihir.

4. Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)

Tiga surat pendek ini merupakan benteng perlindungan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Aisyah radhiallahu 'anha meriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW sakit, beliau membaca Al-Mu'awwidzat lalu meniupkannya ke tubuhnya.

ntuk ruqyah rumah, bacaan ini dapat dibaca lalu ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan ke dinding atau dipercikkan ke air.

Surat Al-Ikhlas: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

"Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Surat Al-Falaq:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latin: Qul a'ūdzu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin-naffātsāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad.

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki." (QS. Al-Falaq: 1-5)

Surat An-Nas:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin: Qul a'ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia." (QS. An-Nas: 1-6)

Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah menyebutkan bahwa ayat-ayat yang dapat dibaca untuk meruqyah rumah yang angker adalah Al-Fatihah, Surat Al-Baqarah, Surat Muawidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), dan Al-Ikhlas.

Dalam Panduan Tata Cara dan Bacaan Ruqyah Syar'iyyah, Ustadz DR. Firanda Andirja menjelaskan bahwa Al-Mu'awwidzat mengandung permintaan perlindungan kepada Allah dari keburukan-keburukan yang disebutkan di dalamnya.

5. Al-Baqarah Ayat 284-286

Dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah memiliki keutamaan khusus. Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka keduanya akan mencukupinya.

Arab: لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin: Lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Wa in tubdū mā fī anfusikum au tukhfūhu yuḥāsibkum bihillāh. Fa yagfiru limay yasyā'u wa yu'adzdzibu may yasyā'. Wallāhu 'alā kulli syai'in qadīr. Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu'minūn. Kullun āmana billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulih. Lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih. Wa qālū sami'nā wa aṭa'nā. Ghufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr. Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā. Lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat. Rabbanā lā tu'ākhidznā in nasīnā au akhṭa'nā. Rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣran kamā ḥamaltahū 'alalladzīna min qablinā. Rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih. Wa'fu 'annā. Wagfir lanā. Warḥamnā. Anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn.

Artinya: "Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.' Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.'" (QS. Al-Baqarah: 284-286)

Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah dalam Ruqyah Sihir & Terapinya mencantumkan Al-Baqarah ayat 284-286 sebagai bagian dari ayat-ayat ruqyah. Ayat-ayat ini mengandung doa permohonan ampunan dan pertolongan Allah, yang sangat sesuai dibaca ketika membersihkan rumah dari gangguan.

6. Doa Perlindungan Rumah dengan Nama Allah yang Tidak Ada Sesuatu pun Dapat Mencelakai

Doa ini adalah benteng perlindungan yang diajarkan Rasulullah SAW untuk dibaca pagi dan petang, dan sangat baik diamalkan untuk melindungi rumah dan keluarga.

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin: Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma'asmihī syai'un fil-arḍi wa lā fis-samā'i wa huwas-samī'ul-'alīm.

Artinya: "Dengan nama Allah Yang tidak ada sesuatu apa pun yang dapat mencelakai di langit dan di bumi bersama nama-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa'i. Barangsiapa membacanya tiga kali di pagi dan petang hari, maka tidak akan ada sesuatu yang membahayakannya. Untuk ruqyah rumah, doa ini dapat dibaca di setiap sudut rumah atau di depan pintu masuk.

7. Doa Ruqyah Rumah dengan Media Air

Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah dalam Ruqyah Sihir & Terapinya menjelaskan bahwa salah satu metode meruqyah rumah adalah dengan membacakan ayat-ayat ruqyah pada air, kemudian air tersebut dipercikkan atau disiramkan ke sekitar bagian luar dan dalam rumah.

Tata caranya:

• Siapkan air dalam wadah yang bersih.

• Bacakan Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Baqarah ayat 102-103, Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), dan doa-doa perlindungan di atas.

• Tiupkan ke air setelah selesai membaca.

• Percikkan atau siramkan air tersebut ke dinding, lantai, pintu masuk, dan sudut-sudut rumah.

Metode ruqyah dengan air ini memiliki landasan dari hadis tentang ruqyah dengan air dan garam yang dilakukan Nabi SAW ketika disengat kalajengking. Ruqyah dengan membaca lalu meniupkan ke air, kemudian airnya diminum atau diusapkan, adalah metode yang dibolehkan oleh para ulama.

Tata Cara Ruqyah Rumah Secara Mandiri

Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan untuk meruqyah rumah secara mandiri, sesuai tuntunan sunnah.

Pertama, persiapan spiritual. Hendaknya memulai dengan niat yang ikhlas karena Allah, bertaubat dari dosa, serta mensucikan diri dengan berwudhu. Kesiapan spiritual menjadi kunci utama keberhasilan ruqyah.

Kedua, shalat sunnah dua rakaat. Sebelum memulai, dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebagai pembuka dan memohon pertolongan Allah.

Ketiga, membaca pembuka. Membaca ta'awudz, basmalah, istighfar, dan shalawat sebagai pembuka majelis ruqyah.

Keempat, membaca ayat-ayat ruqyah. Membaca Surah Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Al-Mu'awwidzat. Bacaan dapat diulang sesuai kebutuhan. Untuk ruqyah rumah, Ayat Kursi memiliki keutamaan khusus dalam mengusir setan dari hunian.

Kelima, meniupkan atau memercikkan air. Setelah membaca ayat-ayat ruqyah, tiupkan ke telapak tangan lalu usapkan ke wajah dan tubuh, atau bacakan pada air lalu percikkan ke sudut-sudut ruangan. Dalam buku Ar-Ruqyah Asy-Syar'iyyah karya Ustadz Arif Rahman, dijelaskan bahwa air yang telah dibacakan ruqyah dapat digunakan untuk memercikkan ruangan agar bersih dari gangguan.

Keenam, membaca Surah Al-Baqarah. Jika memungkinkan, bacalah Surah Al-Baqarah di dalam rumah. Rasulullah SAW bersabda bahwa setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah.

Ketujuh, menjaga kebersihan dan kesucian rumah. Menghilangkan gambar-gambar bernyawa, musik yang melalaikan, dan benda-benda yang mengandung kesyirikan. Rumah yang bersih secara fisik dan spiritual akan lebih mudah menerima keberkahan.

Manfaat Doa Ruqyah Rumah Mandiri

1. Membersihkan Hunian dari Gangguan Jin dan Sihir

Manfaat utama ruqyah rumah adalah membersihkan hunian dari kehadiran jin fasik dan sisa-sisa sihir yang mungkin tertanam di sekitar rumah. Dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, khususnya Al-Baqarah dan ayat-ayat tentang kebatilan sihir, rumah akan kembali menjadi tempat yang bersih dan nyaman bagi penghuninya.

2. Menghadirkan Ketenangan dan Kedamaian bagi Keluarga

Rumah yang diruqyah akan terasa lebih tenang dan damai. Penghuni akan merasakan suasana yang lebih nyaman, tidur lebih nyenyak, dan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis. Ini sejalan dengan makna Al-Qur'an sebagai syifa dan rahmat bagi orang-orang beriman.

3. Membentengi Rumah dari Gangguan yang Akan Datang

Dengan rutin mengamalkan doa ruqyah rumah, seorang Muslim sedang membangun benteng spiritual yang melindungi huniannya dari berbagai gangguan yang mungkin datang di kemudian hari. Doa perlindungan seperti Bismillāhilladzī lā yaḍurru menjadi perisai yang terus aktif selama diamalkan.

4. Menumbuhkan Kesadaran akan Kehadiran Allah dalam Kehidupan Sehari-hari

Ruqyah rumah mengajarkan bahwa setiap tempat dan setiap waktu selalu dalam pengawasan Allah. Dengan membiasakan membaca doa perlindungan di rumah, penghuni akan semakin sadar bahwa Allah selalu hadir dan melindungi hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

5. Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Kedekatan dengan Al-Qur'an

Mengamalkan ruqyah rumah secara mandiri mendorong penghuni untuk lebih sering membaca Al-Qur'an, khususnya surat Al-Baqarah, Al-Fatihah, dan Al-Mu'awwidzat. Kebiasaan ini akan meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat hubungan spiritual dengan kitab suci.

 

Pertanyaan Seputar Ruqyah Rumah Mandiri

1. Apakah boleh meruqyah rumah sendiri tanpa bantuan ustadz?

Sangat boleh dan bahkan dianjurkan. Ruqyah rumah mandiri dapat dilakukan oleh setiap Muslim yang mampu membaca Al-Qur'an.

Rasulullah SAW mengajarkan ruqyah untuk diri sendiri dan keluarganya, sebagaimana Aisyah yang meruqyah Nabi SAW dengan membaca Al-Mu'awwidzat. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas, keyakinan bahwa kesembuhan dan perlindungan datang dari Allah, serta mengikuti tata cara yang sesuai sunnah.

2. Surat apa yang paling utama dibaca untuk meruqyah rumah?

Surat yang paling utama adalah Al-Baqarah, sebagaimana hadis Nabi SAW yang menyebutkan bahwa setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surat Al-Baqarah.

Jika tidak mampu membaca satu surat penuh, dapat diganti dengan Al-Fatihah, Ayat Kursi, dua ayat terakhir Al-Baqarah, dan Al-Mu'awwidzat. Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah menyebutkan bahwa ayat-ayat yang dapat dibaca untuk meruqyah rumah yang angker adalah Al-Fatihah, Surat Al-Baqarah, Al-Mu'awwidzatain, dan Al-Ikhlas.

3. Berapa kali ruqyah rumah harus dilakukan?

Tidak ada batasan jumlah yang baku. Ruqyah rumah dapat dilakukan satu kali jika dirasa sudah cukup, atau diulang secara rutin, misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali, sebagai bentuk pemeliharaan spiritual. Yang lebih penting adalah konsistensi dan kekhusyukan dalam membacanya, bukan seberapa sering dilakukan.

4. Apakah ruqyah rumah harus menggunakan air?

Tidak harus. Ruqyah rumah dapat dilakukan dengan membaca ayat-ayat ruqyah secara langsung sambil berjalan mengelilingi rumah atau berdiri di setiap sudut ruangan.

Penggunaan air yang dibacakan ruqyah lalu dipercikkan hanyalah salah satu metode yang dianjurkan, sebagaimana disebutkan dalam Ruqyah Sihir & Terapinya karya Ustadz Muhammad Faizar Hidayatullah. Metode ini bersifat pilihan, bukan kewajiban.

5. Apa yang harus dilakukan jika setelah ruqyah rumah masih terasa gangguan?

Jika setelah ruqyah rumah masih terasa gangguan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan: (1) ulangi ruqyah dengan lebih khusyuk dan yakin, (2) periksa kembali apakah ada benda-benda di rumah yang mengandung unsur sihir atau jimat, (3) tingkatkan amalan seperti membaca Al-Baqarah secara rutin, (4) jaga wudhu dan shalat berjamaah di rumah, serta (5) jika gangguan terus berlanjut, konsultasikan kepada peruqyah syar'iyyah yang terpercaya untuk mendapatkan bimbingan lebih lanjut.