Niat Cari Madu di Hutan, Warga Malah Temukan Tengkorak Manusia

Kerangka manusia tidak utuh itu ditemukan di kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Lampung.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 15:44 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga menemukan kerangka manusia dalam kondisi tidak utuh di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, Register 19, Dusun Umbul Solo Sinar Baru, Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (28/10/2026). Kerangka tersebut ditemukan di bawah batu tebing di kawasan pegunungan.

Penemuan itu bermula ketika dua warga, M. Ihsani (52) dan Didi Hapana (42), tengah mencari madu hutan. Keduanya awalnya mengira tulang belulang yang terlihat di antara dedaunan kering merupakan sisa-sisa tubuh hewan.

 

 

Kecurigaan muncul setelah mereka menemukan tengkorak manusia. Saat memeriksa area di sekitarnya, keduanya juga menemukan kaus lengan panjang berwarna hijau tua dengan lambang tunas kelapa yang menyerupai logo Gerakan Pramuka.

Kapolres Pesawaran AKBP Alvie membenarkan penemuan tersebut. Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan warga.

"Iya benar, kemarin kami mendapatkan laporan dari masyarakat atas penemuan kerangka manusia yang tak utuh," kata Alvie, Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, kerangka ditemukan dalam posisi terbaring di bawah batu tebing, di kawasan hutan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.150 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kondisi Kerangka

Kondisi kerangka yang sudah berupa tulang belulang dan tidak lengkap membuat identitas korban, termasuk jenis kelaminnya, belum dapat dipastikan. Polisi juga belum mengungkap identitas pemilik pakaian yang ditemukan di lokasi.

"Ciri-ciri mengenakan kaos warna hijau berlambang tunas kelapa, lambang Pramuka," sebut Alvie.

Setelah menerima laporan, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan aparat desa dan Polisi Kehutanan (Polhut).

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan Tim Inafis Polres Pesawaran, personel Unit Intelkam Polsek Gedong Tataan, petugas Polhut dari Resort Kedondong UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman, serta masyarakat setempat.

"Tim evakuasi tiba di titik kumpul sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah berhasil dievakuasi dari kawasan hutan, kerangka manusia tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan forensik dan autopsi," terang dia.

Pemeriksaan forensik dan autopsi diharapkan dapat membantu mengidentifikasi korban sekaligus mengungkap penyebab serta perkiraan waktu kematiannya.