MJ Tuangkan Pengalaman Pribadi dalam Single Be Myself, Angkat Kisah tentang Kemandirian

MJ menceritakan bahwa lagu Be Myself berawal dari kebiasaan mencatat curahan hati di ponsel.

Diterbitkan 29 Oktober 2026, 15:32 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - MJ mewarnai di industri musik Tanah Air dengan single yang bertajuk "Be Myself". Ia mengungkap bahwa lagu tersebut berawal dari kebiasaannya mencurahkan isi hati melalui catatan di ponsel.

MJ mengaku membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan untuk menyelesaikan penulisan lirik "Be Myself". Sementara itu, proses produksi lagu tersebut berlangsung lebih singkat, yakni sekitar sembilan hari.

"Jadi aku emang dari dulu itu suka banget yang namanya kayak curhat tapi nggak ke orang, tapi nulis di buku, di HP, atau di notes gitu, kan. Akhirnya aku memutuskan kayak, kayaknya tulisanku juga oke deh kalau dibikin lagu," ujar MJ di Kawasan Kemang,

"Kalau untuk diproduserinya itu sekitar sembilan hari, tapi proses untuk nulisnya mungkin tiga-empat bulan," MJ menyambung.

MJ mengaku sengaja meluangkan waktu lebih lama untuk merangkai lirik agar pesan yang disampaikan terasa kuat dan dekat dengan pengalaman pendengar. Menurut MJ, sebuah karya musik membutuhkan proses yang matang sebelum akhirnya dirilis ke publik.

"Aku memikirkan lirik yang benar-benar kuat, dalam, dan juga harus relate gitu, kan. Karena yang namanya sebuah karya apalagi lagu, kita enggak bisa yang namanya asal rilis gitu, kan. Jadi menurut aku proses yang lama itu sangat worth it kan," tuturnya.

Melalui lagu "Be Myself", MJ mengangkat kisah seseorang yang berusaha menemukan kekuatan menjalani hidup secara mandiri. Lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang semula merasa kebingungan menghadapi kehidupan tanpa bergantung pada orang lain, hingga akhirnya mampu berdiri di atas kaki sendiri.

"Lagu ini menceritakan tentang bagaimana seseorang itu kebingungan kayak gimana sih bisa hidup tanpa orang lain, dan akhirnya mendapatkan jalannya untuk bisa berdiri di kaki sendiri," jelas MJ.

Berangkat dari Pengalaman Pribadi

MJ mengatakan, cerita dalam lagunya juga berangkat dari pengalaman pribadi yang pernah ia alami. Ia berharap kisah tersebut dapat mewakili perasaan pendengar yang pernah menghadapi pergulatan batin serupa.

"Iya, itu pribadi aku dan juga seperti yang aku bilang itu mungkin kebanyakan orang bakal merasakan hal yang sama mungkin, pernah," ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam proses penulisannya, MJ mengumpulkan sejumlah catatan pribadi yang tersimpan di ponsel, lalu mengolahnya kembali menjadi lirik lagu bersama produser. Mereka juga mendiskusikan penggunaan dua bahasa agar pesan dalam lagu dapat tersampaikan dengan baik. "Iya, dan aku kayak ngambil dari beberapa part gitu, ada yang di HP, dan akhirnya aku coba tulis ulang. Dan aku juga sama produserku, kita ubah dari bahasa Inggris menjadi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia," jelas MJ.

Halaman
Show All
m.altaf.jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan