5 Keutamaan Sholat Taubat Menurut Ulama Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Minimal Lakukan Sekali Seumur Hidup

Dalil utama anjuran sholat taubat bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun Islam memberikan jalan kembali kepada Allah SWT melalui taubat. Sholat taubat menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayah al-Zain menjelaskan bahwa sholat taubat adalah sholat dua rakaat sebelum bertaubat dengan niat sholat sunnah taubat. Dalil utama anjuran sholat taubat bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq, di mana Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, kemudian ia bersuci dengan baik, lalu ia berdiri untuk sholat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya" (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah).

Setelah menyampaikan hadits tersebut, Rasulullah SAW membacakan QS. Ali 'Imran ayat 135 yang menjelaskan tentang orang-orang yang segera mengingat Allah dan memohon ampunan setelah melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri.

Para ulama dari empat mazhab sepakat bahwa sholat taubat hukumnya sunnah, sebagaimana disebutkan oleh Dr. Zulkifli Al-Bakri yang merujuk pada dalil hadits Abu Bakar dan Abu Darda'. Meskipun sunnah para ulama menganjurkan sholat taubat setidaknya dilakukan sekali seumur hidup.

Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin juga menegaskan bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan dosa, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang segera bertaubat. Dengan memahami keutamaan sholat taubat dan melaksanakannya minimal sekali seumur hidup, seorang Muslim dapat meraih ampunan Allah SWT dan kembali kepada fitrahnya sebagai hamba yang taat.

Keutamaan Sholat Taubat

Sholat taubat memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Berikut adalah keutamaan-keutamaan sholat taubat yang disebutkan dalam berbagai sumber kredibel:

1. Mendapatkan Ampunan Langsung Allah

Keutamaan utama sholat taubat adalah menjadi sarana memohon ampun atas dosa yang telah dilakukan. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidaklah seorang hamba melakukan dosa, lalu bersuci dengan baik, kemudian sholat dua rakaat, lalu memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.

Syekh Nawawi Banten dalam Nihayah al-Zain menyatakan bahwa bila taubat yang dilakukan seseorang itu benar, maka secara pasti ia akan melebur dosa yang telah dilakukan meskipun itu dosa besar seperti kufur dan lainnya.

2. Termasuk Amalan yang Dicintai Allah Swt

Allah SWT menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 222. Sholat taubat merupakan wujud nyata dari taubat yang dicintai Allah, karena di dalamnya terkandung penyesalan, permohonan ampun, dan tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa.

3. Menumbuhkan Ketenangan Hati

Sholat taubat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan yang muncul akibat beban dosa. Dengan kembali kepada Allah melalui sholat taubat, hati menjadi lebih tenang dan jiwa menjadi lebih lapang.

4. Membuka Pintu Rezeki dan Keberkahan Hidup

Taubat yang sungguh-sungguh dapat membuka pintu rezeki dan keberkahan hidup, karena Allah SWT menjanjikan ampunan dan keberkahan bagi hamba-Nya yang bertaubat dengan taubatan nasuha.

5. Merupakan Bukti Kesungguhan dalam Meninggalkan Dosa

Sholat taubat bukan sekadar ritual, tetapi bentuk kesungguhan hati untuk kembali kepada Allah SWT. Dalam Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa taubat nasuha berarti taubat yang dilakukan dengan penuh penyesalan, meninggalkan dosa, serta bertekad tidak mengulanginya kembali.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ensiklopedia Taubat menjelaskan bahwa taubat harus memenuhi tiga rukun utama, yakni menyesal atas perbuatan dosa, berhenti total dari pelanggaran serupa, dan bertekad tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Sholat taubat menjadi sarana lahiriah yang menyertai ketiga rukun batiniah tersebut.

Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Taubat

Sholat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Niat sholat taubat dibaca sebelum memulai sholat, dan cukup dihadirkan dalam hati, meskipun boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.

Bacaan Niat Sholat Taubat:

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat shalat sunnah Taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Taubat:

• Berniat dalam hati melaksanakan sholat sunnah taubat dua rakaat.

• Takbiratul ihram dengan membaca "Allahu Akbar".

• Membaca Al-Fatihah pada setiap rakaat.

• Membaca surat pendek setelah Al-Fatihah, seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas.

• Melakukan gerakan sholat seperti biasa (rukuk, sujud, duduk antara dua sujud) hingga dua rakaat.

• Salam untuk mengakhiri sholat.

• Membaca istighfar sebanyak-banyaknya setelah salam.

• Dilanjutkan dengan doa taubat dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Setelah sholat, dianjurkan membaca doa taubat yang diajarkan Rasulullah SAW, di antaranya: "Astaghfirullaahal'adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih" (Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri).

Kapan Seseorang Dianjurkan Sholat Taubat

Sholat taubat dianjurkan untuk dilakukan pada waktu-waktu berikut:

• Segera setelah melakukan dosa. Dalam kitab Nihayah al-Zain, Syekh Nawawi al-Bantani menegaskan pentingnya segera bertaubat setiap kali seseorang melakukan dosa, meskipun dosa tersebut tergolong kecil. Menunda taubat justru dipandang sebagai perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan.

• Ketika menyadari telah berbuat dosa. Sholat taubat dianjurkan untuk segera dilakukan ketika seseorang menyadari dosa yang telah diperbuat. Menunda taubat justru tidak dianjurkan dalam Islam.

• Pada malam hari atau sepertiga malam terakhir. Waktu yang paling utama untuk mengerjakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir, setelah shalat Maghrib atau setelah shalat Isya.

• Kapan saja di luar waktu yang dilarang. Sholat taubat boleh dikerjakan kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari, selama tidak bertepatan dengan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah.

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat taubat dapat dikerjakan kapan saja, baik siang maupun malam, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah. Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa sholat taubat termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun pada waktu yang terlarang untuk shalat.

Waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat taubat adalah setelah shalat Subuh hingga matahari terbit; saat matahari sedang terbit hingga naik sepenggalah; ketika matahari tepat berada di atas (zawal); setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam; dan menjelang matahari terbenam.

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir, setelah shalat Maghrib, atau setelah shalat Isya. Malam Nisfu Syaban juga dipandang sebagai salah satu malam yang memiliki keutamaan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Hikmah Memahami Sholat Taubat

Pertama, memperoleh ampunan dosa dari Allah SWT. Sholat taubat menjadi sarana utama untuk memohon ampun atas segala dosa, baik dosa kecil maupun besar. Rasulullah SAW menjanjikan bahwa siapa pun yang melaksanakan sholat taubat dengan sungguh-sungguh akan diampuni dosa-dosanya.

Kedua, menumbuhkan rasa rendah hati dan tidak sombong. Dengan menyadari dosa dan kembali kepada Allah melalui sholat taubat, seorang hamba dilatih untuk merendahkan diri di hadapan-Nya. Kesadaran akan dosa dan keterbatasan diri menghilangkan sifat sombong dan angkuh.

Ketiga, membiasakan diri untuk segera kembali kepada Allah saat berbuat salah. Sholat taubat melatih disiplin spiritual untuk tidak menunda taubat. Kebiasaan ini membentuk karakter seorang Muslim yang responsif terhadap kesalahan dan segera memperbaiki diri.

Keempat, menguatkan iman karena merasa selalu diawasi Allah. Kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi hamba-Nya mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam berperilaku. Sholat taubat menjadi pengingat akan pengawasan Allah yang senantiasa hadir.

Kelima, membuka pintu rezeki dan keberkahan hidup. Taubat yang sungguh-sungguh dan diiringi dengan sholat taubat dapat membuka pintu rezeki serta mendatangkan keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

 

Pertanyaan Seputar Sholat Taubat

1. Apakah sholat taubat wajib dilakukan minimal sekali seumur hidup?

Sholat taubat hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun, sangat dianjurkan untuk melaksanakannya minimal sekali seumur hidup sebagai bentuk taubat nasuha dan permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang telah diperbuat.

2. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat taubat?

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat taubat adalah pada sepertiga malam terakhir, setelah shalat Maghrib, atau setelah shalat Isya. Namun, sholat taubat juga boleh dikerjakan kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang untuk shalat sunnah.

3. Apakah sholat taubat harus didahului dengan mandi taubat?

Mandi taubat dianjurkan sebagai bentuk penyucian diri lahir dan batin sebelum melaksanakan sholat taubat. Namun, mandi taubat hukumnya sunnah, bukan syarat sahnya sholat taubat. Yang terpenting adalah bersuci dengan wudhu sebelum sholat.

4. Berapa rakaat sholat taubat dan bagaimana niatnya?

Sholat taubat dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu kali salam. Niatnya adalah "Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa" yang artinya "Saya niat shalat sunnah Taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala".

5. Apakah sholat taubat bisa menghapus dosa besar?

Ya, sholat taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan memenuhi syarat taubat dapat menghapus dosa, termasuk dosa besar, sebagaimana dinyatakan oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitab Nihayah al-Zain bahwa taubat yang benar akan melebur dosa yang telah dilakukan meskipun itu dosa besar.