Celah PHP Dieksploitasi, Antarmuka Perusahaan Keamanan Jaringan Jadi Target

Palo Alto Networks memperingatkan eksploitasi aktif dua celah PHP yang menyasar antarmuka manajemen perangkat yang terbuka ke internet.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 09:18 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Palo Alto Networks memperingatkan adanya eksploitasi aktif terhadap dua celah keamanan PHP2Shell (PHP) yang menargetkan antarmuka manajemen perangkat yang terbuka ke internet.

Kerentanan ini berpotensi memungkinkan penyerang menjalankan kode dari jarak jauh tanpa autentikasi.

Dikutip dari The Hacker News, Jumat (30/10/2026), perusahaan keamanan jaringan itu mengonfirmasi bahwa penyerang menyasar antarmuka manajemen Palo Alto Networks yang bisa diakses publik melalui internet.

Informasi ini disampaikan dalam pembaruan advisori keamanan perusahaan.

Kedua celah keamanan itu memiliki kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya memperoleh skor CVSS 9,2, yang menempatkannya dalam kategori kritis.

Kerentanan ini memungkinkan penyerang melakukan remote code execution (RCE), yakni menjalankan kode dari jarak jauh pada sistem yang terdampak tanpa perlu melewati proses autentikasi.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi sistem yang antarmuka manajemennya terhubung langsung ke internet.

PHP Foundation telah merilis perbaikan untuk kedua celah pada 21 Oktober 2026. Pembaruan itu tersedia untuk PHP versi 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35.

Namun, ketersediaan perbaikan untuk versi PAN-OS yang terdampak perlu diperiksa secara terpisah.

Peringatan ini muncul beberapa hari setelah perusahaan keamanan siber, Dream, melaporkan dugaan pelaku ancaman yang berkaitan dengan China memanfaatkan PHP2Shell bersama celah eskalasi hak akses pada kernel Linux, yang dikenal sebagai Fragnesia (CVE-2026-46300).

 

Serangan ke Akses Root Server di Berbagai Negara

Menurut Dream, kombinasi celah itu digunakan untuk memperoleh akses root pada 25 server di Amerika Serikat (AS), Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Akses root memberikan hak istimewa tingkat tertinggi pada sistem Linux.

Tiga server yang terdampak berada dalam lingkungan yang berafiliasi dengan pemerintah AS. Dream juga melaporkan adanya serangan terhadap Active Directory, pencurian kredensial, dan pemetaan direktori jaringan.

Dream tidak mengungkap nama vendor perangkat firewall yang terdampak. Meski waktu kemunculan kedua laporan mengindikasikan kemungkinan keterkaitan, belum ada konfirmasi bahwa insiden tersebut melibatkan serangan yang sama.

 

Antarmuka Manajemen Terbuka Lebih Berisiko

Palo Alto Networks menjelaskan bahwa risiko eksploitasi meningkat ketika antarmuka manajemen PAN-OS bisa diakses melalui alamat IP eksternal. Komponen yang terdampak mencakup antarmuka web berbasis HTTPS dan layanan XML API.

Sejumlah versi PAN-OS dan Panorama masuk dalam daftar terdampak. Ketersediaan pembaruan berbeda-beda menurut versi perangkat lunak, sehingga administrator perlu memeriksa advisori resmi untuk menentukan perbaikan yang sesuai.

Untuk mengurangi risiko, Palo Alto Networks menyarankan administrator membatasi akses antarmuka manajemen hanya untuk alamat IP internal yang tepercaya.

 

CISA Tetapkan Tenggat Perbaikan 31 Oktober 2026

Jika pembaruan belum tersedia, administrator perlu menerapkan langkah mitigasi yang direkomendasikan perusahaan.

Sementara itu, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) memasukkan celah Fragnesia ke katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV).

Lembaga tersebut menetapkan 31 Oktober 2026 sebagai tenggat bagi lembaga federal untuk menerapkan perbaikan terkait kerentanan ini.

Â