30 Oktober 1991: Konferensi Madrid, Kala Israel dan Negara Arab Duduk Satu Meja

Apa tujuan dari konferensi yang diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober 1991?

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Madrid - Presiden Amerika Serikat George Bush berhasil mendorong pihak negara-negara Arab dan Israel untuk "melupakan masa lalu" dalam pidato pembukaannya pada konferensi perdamaian Timur Tengah dalam sejarah di Spanyol pada 30 Oktober 1991.

Dikutip dari BBC, Jumat (30/10/2026), ini adalah pertama kali dalam 43 tahun Israel duduk bersama semua negara tetangga di kawasan Arab untuk membahas perdamaian.

"Kompromi teritorial sangat penting untuk perdamaian," tutur Presiden Bush. "Kami mengusahakan perdamaian, perdamaian yang sesungguhnya. Dan yang saya maksud dengan perdamaian yang sesungguhnya adalah perjanjian-perjanjian. Jika kita tidak bisa mengumpulkan keberanian untuk melupakan masa lalu demi diri kita sendiri, mari kita lakukan demi anak-anak."

Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev menambahkan, "Kita memiliki kesempatan yang unik, dan akan menjadi kesalahan yang tidak bisa dimaafkan jika kita melewatkan kesempatan ini. Kesuksesan ini demi kepentingan semua pihak."

Reaksi pada hari pertama tersebut positif dari semua pihak. Pihak Israel memuji Presiden Bush karena berjanji tidak akan memaksa mereka menandatangani perjanjian apapun, sementara perwakilan Palestina yakin bahwa ia menunjukkan dukungan terhadap harapan mereka untuk suatu bentuk pemerintahan sendiri.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet, dan sudah melalui persiapan yang matang selama berbulan-bulan.

Perwakilan dari semua negara tetangga Arab Israel hadir di Istana Kerajaan Madrid dan Pangeran Saudi Bandar Bin Sultan hadir secara tak terduga, yang mulanya dikira tidak hadir.

Hari pertama konferensi akan dilanjutkan dengan sesi pertemuan bilateral antara Israel dan masing-masing negara tetangganya, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang lebih luas dengan harapan bisa menemukan solusi untuk mengakhiri masalah yang sedang terjadi.

Tujuan dari konferensi ini adalah agar semua pihak bisa menyelesaikan sengketa klaim wilayah teritorial mereka. Wilayah-wilayah seperti Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem adalah titik-titik perselisihan utama.

Â