Emiten CNMA Bakal Tebar Dividen Interim Rp 333 Miliar

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) memakai laporan keuangan hingga September 2026 untuk membagikan dividen interim 2026.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) akan membagikan dividen interim 2026 Rp 333,11 miliar. Dengan demikian pemegang saham Perseroan akan mendapatkan dividen interim 2026 sebesar Rp 4 per saham.

Perseroan membagikan dividen interim 2026 sesuai keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 27 Oktober 2026. Dividen interim 2026 yang dibagikan itu dengan memakai laporan keuangan per 30 September 2026.

Dari laporan keuangan itu menunjukkan laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 367,63 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunannya sebesar Rp 1,11 triliun dan total ekuitas Perseroan Rp 4,13 triliun. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (30/10/2026):

Berikut jadwal pembagian dividen interim tahun buku 2026 perseroan:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 6 November 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 9 November 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 10 November 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 11 November 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 19 November 2026, waktu: 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 19 November 2026

Mengutip data RTI, harga saham CNMA ditutup stagnan Rp 72 per saham. Saham CNMA dibuka naik satu poin menjadi Rp 73 per saham. Harga saham CNMA berada di level tertinggi Rp 75 dan terendah Rp 72 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.604 kali dengan volume perdagangan saham 745.839 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,5 miliar.

Kinerja Keuangan

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk membukukan pendapatan Rp 4,2 triliun dan laba bersih Rp 416,3 miliar hingga kuartal ketiga 2026.

Selain itu, Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp 1,2 triliun dan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 931,4 miliar hingga kuartal ketiga 2026. Kinerja ini ditopang oleh bisnis penjualan tiket bioskop, makanan dan minuman (Food & Beverages/F&B), serta pengembangan sumber pendapatan lain melalui bisnis periklanan dan platform digital.

Selama sembilan bulan pertama 2026, penjualan tiket bioskop menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 2,5 triliun atau sekitar 59,1% dari total pendapatan Perseroan. Sementara itu, bisnis F&B membukukan pendapatan Rp 1,4 triliun, setara dengan sekitar 34,7% dari total pendapatan.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman menuturkan, di tengah tantangan ekonomi global dan kondisi makroekonomi yang turut memengaruhi daya beli masyarakat, Cinema XXI menilai pentingnya menjaga affordability.

"Dengan memperhatikan dinamika ekonomi, kami berupaya meminimalisasi kenaikan harga tiket. Hal ini bertujuan agar bioskop kami tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, sekaligus menghadirkan pengalaman menonton yang imersif dan berkualitas,” tutur dia, mengutip keterangan resmi perseroan.

 

Kinerja Kuartal III 2026

Kinerja Perseroan pada kuartal III 2026 (Juli - September 2026) menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal III tahun lalu, di mana pendapatan tumbuh sebesar 7,5% YoY menjadi Rp 1,5 triliun dibandingkan Rp 1,4 triliun pada kuartal III 2025 (Juli - September 2025).

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan pendapatan makanan dan minuman (F&B) sebesar 13,9% YoY, sejalan dengan kenaikan rata-rata belanja F&B per penonton sebesar 15,8% YoY. Pendapatan dari penjualan tiket relatif stabil, dengan average ticket price (ATP) meningkat sebesar 2% dibandingkan dengan periode 2025, didorong oleh peningkatan okupansi di studio premium, yaitu The Premiere dan IMAX®.

EBITDA tumbuh 14,0% YoY pada kuartal III 2026 dengan marjin EBITDA yang naik menjadi 32,1% dibandingkan 30,3% di kuartal III 2025. Secara keseluruhan, pencapaian kuartal III 2026 menunjukkan upaya Perseroan dalam mempertahankan kinerja operasional yang positif di tengah dinamika ekonomi.

Cinema XXI juga terus mengembangkan sumber pendapatan lainnya, termasuk advertisement dan digital platform. Pada kuartal ketiga 2026, pendapatan lainnya tumbuh 59,1% dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya. Segmen pendapatan lainnya berkontribusi sebesar 6,5% dari pendapatan Perseroan sepanjang Juli-September 2026 dibandingkan 4,4% di periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan semakin berkembangnya potensi sumber pendapatan di luar bisnis utama Perseroan.

“Kami terus memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan potensi setiap lini usaha untuk mendukung pertumbuhan Cinema XXI dalam jangka panjang. Melalui peningkatan kualitas layanan, inovasi produk, dan optimalisasi jaringan bioskop, kami berupaya menghadirkan pengalaman yang relevan bagi pelanggan sekaligus memperluas peluang bisnis Perseroan,” ujar Suryo.

Sepanjang 2026 Perseroan telah membuka 4 lokasi baru dengan total tambahan 14 layar, yakni di Ciplaz Cipanas XXI, 23 Semarang XXI, Grand Mall Maros XXI dan Sorong Modern City XXI. Dengan demikian, hingga 29 Oktober 2026 total jaringan bioskop Perseroan telah mencapai 271 lokasi dengan 1.402 layar yang tersebar di 55 kota dan 31 kabupaten di Indonesia.