Investor Kakap XRP Kuasai 68,5 Persen Pasokan, Tertinggi Sejak 2022

Investor Kakap XRP kini menguasai 68,5 persen pasokan token, tertinggi sejak November 2022, saat harga XRP masih berjuang di sekitar US$ 1,3.

Diterbitkan 30 Oktober 2026, 06:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Investor besar atau kakap XRP kini menguasai sekitar 68,5 persen dari total pasokan token tersebut. Angka ini menjadi level tertinggi sejak November 2022, meskipun harga XRP masih kesulitan menguat dan bergerak di sekitar US$ 1,3.

Menurut platform analitik kripto Santiment, dikutip dari cryptopotato, Jumat (30/10/2026), dompet yang menyimpan sedikitnya 10 juta XRP kini menguasai sekitar 46,87 miliar token. Peningkatan kepemilikan tersebut menunjukkan investor besar masih melakukan akumulasi di tengah pelemahan harga.

Tren ini mengindikasikan investor bermodal besar tetap mempertahankan eksposur terhadap XRP, sementara sebagian pedagang kecil berpotensi kehilangan kepercayaan.

Meski demikian, Santiment menilai XRP masih perlu menembus sejumlah level harga penting sebelum pemulihan yang lebih kuat dapat terbentuk. Level US$ 1,3 menjadi area krusial, sedangkan US$ 1,5 dinilai dapat memberikan konfirmasi lebih kuat terhadap momentum kenaikan.

Kemampuan XRP bertahan di atas US$ 1,2, disertai akumulasi berkelanjutan oleh paus, juga dapat mendukung prospek pemulihan. Jika kepemilikan investor besar terus meningkat, peluang penguatan harga berpotensi semakin terbuka.

Namun, akumulasi paus tidak menjamin harga akan naik. Pergerakan XRP tetap dipengaruhi kondisi pasar kripto secara keseluruhan dan kekuatan permintaan.

Arus Keluar XRP dari Bursa Meningkat

Arus keluar XRP dari bursa kripto mencapai sekitar 5,3 miliar token selama periode 30 hari. Angka tersebut masih di bawah sekitar 6 miliar XRP yang tercatat pada Oktober.

Binance mencatat arus keluar terbesar, yakni sekitar 2,206 miliar token. Berikutnya, OKX mencatat 501,51 juta XRP, disusul Bybit sebesar 479,94 juta token.

Sementara itu, sekitar 392,90 juta XRP keluar dari Upbit dan 243,39 juta token meninggalkan Bitget.

Arus keluar sempat menurun pada paruh pertama Agustus sebelum kembali meningkat menjelang akhir bulan. Aktivitas tersebut berlanjut sepanjang September dan Oktober, setelah periode musim panas yang relatif lebih tenang.

Pergerakan ini dapat mengindikasikan bahwa sebagian XRP berpindah ke dompet pribadi atau platform lain. Jika token tersimpan di luar bursa, jumlah XRP yang langsung tersedia untuk dijual di pasar perdagangan dapat berkurang.

Di sisi teknikal, indikator TD Sequential juga memunculkan sinyal beli pada grafik tiga hari. Tiga sinyal serupa sebelumnya diikuti kenaikan harga masing-masing sebesar 31 persen, 24 persen, dan 18 persen.

Meski demikian, sinyal teknikal tersebut bukan jaminan bahwa pola kenaikan yang sama akan terulang.

ETF XRP Catat Arus Keluar

Di pasar produk investasi, dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF spot XRP yang terdaftar di Amerika Serikat memulai pekan dengan arus keluar sebesar US$ 3,61 juta. Kondisi ini membalikkan tren positif setelah produk tersebut mengakhiri pekan sebelumnya di wilayah arus masuk.

Sementara itu, Evernorth Holdings berencana menghimpun dana hingga US$ 80,7 juta melalui fasilitas ekuitas bersama Cantor Fitzgerald. Sebagian dana tersebut akan digunakan untuk membeli lebih banyak XRP, membiayai operasional, serta mengembangkan produk dalam ekosistem XRP.

Langkah ini dilakukan setelah saham Evernorth tercatat di Nasdaq dengan kode XRPN. Perusahaan tersebut telah menyimpan sekitar 473 juta XRP dalam kas aset digitalnya dan menargetkan keuntungan melalui strategi investasi institusional.

Evernorth juga menjalin kemitraan dengan Ripple, Kraken, Coinbase, dan BitGo untuk mendukung strateginya.

Di sisi lain, Ripple memperluas platform pengelolaan kas perusahaan melalui otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan layanan pembayaran sepanjang waktu.

Fitur baru bernama 24/7 Returns berpotensi memungkinkan perusahaan yang memenuhi syarat memperoleh imbal hasil dari aset digital tertentu, termasuk RLUSD, di luar jam operasional perbankan konvensional.